- Inflasi Lampung Terendah di Sumatera, Gubernur Mirza Tegaskan Harga Dijaga
- PUPR Ikuti Rakor dan Site Visit Monitoring Progres Pembangunan Ruas Jalan
- Pemkab Lampung Timur Dukung Survei Seismik 2D Gerbera
- Dari Sawah Yosomulyo, Sespimti Polri dan Kejaksaan Dorong Ketahanan Pangan
- Pj. Sekda Sulpakar Ajak Masyarakat dan OPD Membangun Lamteng
- Pengkab Lamteng Apresiasi Pengabdian AKBP Charles dan Sambut AKBP Zaldy
- Masuki Oktober, Bupati Tanggamus Minta Jajaran Siaga Bencana
- HUT ke-81 TNI, Polres Tanggamus Berikan Tumpeng ke Kodim 0424
- Pemprov Dorong Penguatan Kepemimpinan dan Keterwakilan Perempuan dalam Politik
- Pemprov Lampung Lantik Dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
Polsek Pulau Panggung Identifikasi dan Evakuasi Penemuan Mayat di Pekon Tekad

TANGGAMUS, MFH,-- Personel Polsek Pulau
Panggung bergerak cepat melakukan identifikasi dan evakuasi terhadap penemuan
sesosok mayat laki-laki di area kebun Dusun Negeri 9, Pekon Tekad, Kecamatan
Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 16.00
WIB.
Kapolsek Pulau Panggung Iptu Suamin mengatakan,
korban diketahui bernama Darsok (74), seorang petani/pekebun warga Tekad Blok
I, Pekon Tekad.
"Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa
di bawah pohon pisang oleh saksi Sodikin (43), yang merupakan menantunya, saat
sedang membersihkan kebun di belakang rumah," kata Iptu Suamin mewakili
Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., Kamis 2 April 2026.
Baca Lainnya :
- Polres Tanggamus Gelar Penandatanganan Pakta Integritas Penerimaan Polri 2026 0
- Bupati dan Wakil Hadiri Upacara Memperingati HUT ke-29 Kabupaten Tanggamus0
- Polsek Wonosobo Evakuasi Pria Diduga Depresi ke RSJ, Keluarga Khawatir Ancam Keselamatan Jiwa0
- Kasat Lantas Polres Tanggamus Turunkan Tim Urai dan Pasang Tolo-tolo di Titik Rawan0
- Keluarga Apresiasi Respons Cepat Satreskrim Polres Tanggamus Tangani Kasus Riki Kurniawan0
Kapolsek menjelaskan, setelah menerima laporan
dari warga, pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan
berkoordinasi dengan tenaga kesehatan untuk memastikan kondisi korban.
“Petugas bersama tenaga medis melakukan
pemeriksaan awal di lokasi. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya
tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga telah memintai
keterangan dari sejumlah saksi, guna memastikan kronologi kejadian.
Berdasarkan keterangan saksi, korban pertama
kali ditemukan dalam posisi tergeletak di kebun.
"Saksi kemudian memanggil warga lain dan
bidan setempat, yang selanjutnya menyatakan korban telah meninggal dunia,"
ujarnya.
Kapolsek mengungkapkan, berdasarkan hasil
pemeriksaan medis sementara menyimpulkan bahwa korban diduga meninggal dunia
karena sakit yang dideritanya.
Pihak keluarga korban menerima kejadian
tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Penolakan tersebut
dituangkan dalam surat pernyataan resmi.
“Pihak keluarga sudah
mengikhlaskan dan menolak autopsi. Dugaan sementara korban meninggal dunia
karena sakit,” pungkasnya. [MFH/Din/rils]











