- Kapolda Lampung Bersama Ribuan Peserta Meriahkan Bank Lampung Run 2026
- Jelang Imlek dan Bulan Suci Ramadhan 2026 Polda Lampung Dampingi BAPANAS RI Pantau Harga Bapok
- Sekdaprov Marindo Pimpin Rapat Evaluasi Sekolah Rakyat bersama BPKP
- Sekda Tedi Zadmiko Ikuti Rakor Virtual dengan Kantor Staf Kepresidenan RI
- BNN Provinsi Lampung dan Pemkot Metro Perkuat Sinergi P4GN
- Polres dan Pemkot Metro Gelar Aksi Korve, Wujudkan Sinergi dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
- Bupati dan Wakil Bupati beserta Kadiskes serta Kepala OPD lain Tatap Muka Dalam Rangka Konsultasi
- Wakil Bupati Umi Laila Buka Musrenbang Kecamatan Banyumas
- Pemkab Pringsewu Bersama Forkopimda Laksanakan Kerja Bakti Pembersihan Fasilitas Publik
Plt. Kadisdikbud Kota Metro Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter dan Sinergi Sekolah–Orangtua

METRO, MFH,-- Pelaksana
Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Deddy Hasmara,
menjadi pembina apel sekaligus memberikan sosialisasi Pembinaan Hukum Bagi
Satuan Pendidikan di Kota Metro yang berlangsung di SD Negeri 4 Metro Utara,
Senin (20/10/2025).
Dalam amanatnya
saat apel pagi itu diikuti dengan antusias oleh para siswa, guru, serta
perwakilan orang tua murid, Deddy Hasmara, menyampaikan sejumlah pesan penting
terkait pendidikan karakter, kedisiplinan, serta sinergi antara sekolah, guru,
dan orang tua.
Deddy
mengungkapkan rasa bangganya dapat hadir langsung di hadapan para siswa, dimana
semangat dan keceriaan anak-anak menjadi cerminan dari lingkungan pendidikan
yang sehat dan positif.
Baca Lainnya :
- Ketua TP PKK Metro: Pasar Tani Metro Bahagia Bangkitkan Geliat Ekonomi Lokal0
- Pemkot Metro Gelar Lomba Senam Kreasi Metro Bahagia0
- DKP3 Kota Metro Peringati Hari Pangan Sedunia 0
- Pemkot Metro Gelar Sosialisasi Perizinan bagi Pelaku UMKM0
- Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro Hadiri Stadium General Bersama Menko AHY di UNILA0
Dia juga
mengingatkan pentingnya sarapan pagi sebelum bagi anak sebelum berangkat
sekolah, karena sarapan menjadi kunci utama untuk menjaga energi dan
konsentrasi selama mengikuti kegiatan belajar.
“Anak hebat
adalah anak yang tidak lupa sarapan pagi. Dengan energi yang cukup, kalian bisa
belajar dengan lebih semangat dan fokus,” pesannya.
Ia juga berpesan
kepada siswa untuk memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menjadi lebih baik
dari hari kemarin. “Kalian datang ke sekolah bukan hanya untuk belajar membaca,
menulis, dan berhitung. Tapi juga untuk belajar disiplin, peduli, menghormati
guru, serta sayang kepada teman dan orang tua,” lanjutnya.
Pada pesan yang
disampaikan, Deddy juga meminta kepada siswa untuk saling menyayangi dan
menghormati antartingkatan, serta pentingnya sikap saling peduli dalam menjaga
keharmonisan di lingkungan sekolah.
“Kakak kelas
harus menyayangi adiknya, dan adik kelas harus menghormati kakaknya. Kalau
kalian saling peduli, tidak akan ada hal buruk yang terjadi,” tegasnya.
Kepada para orang
tua, Deddy juga menyampaikan bahwa dinamika anak-anak di sekolah adalah hal
yang wajar, tapi harus memiliki batas wajar. “Kalau ada perselisihan, sampaikan
ke guru. Tidak perlu berkelahi, karena di sekolah ini kalian semua adalah
saudara,” ujarnya lembut.
Selanjutnya, ia
pun mengingatkan bahwa para siswa adalah kebanggaan orang tua, sekolah, dan
Kota Metro. “Meskipun kita berasal dari keluarga yang berbeda, di sekolah ini
kita adalah saudara kandung. Sakit satu, sakit semua. Kesedihan menimpa kita
semua jika ada satu yang terluka, bukan hanya teman, kakak, adik, bahkan guru
pun merasakan hal yang sama,” tuturnya.
SD Negeri 4 Metro
Utara yang dinilainya telah menjadi salah satu sekolah paling tertib dalam
pelaksanaan upacara, ia juga mengingatkan bahwa belajar adalah bentuk investasi
jangka panjang atau tabungan yang akan kita rasakan hasilnya 15 hingga 20 tahun
ke depan.
Usai apel,
kegiatan yang dilanjutkan dengan sosialisasi pembinaan hukum, Deddy juga
menekankan pentingnya memahami aturan hukum di dunia pendidikan dengan
menyelaraskan pemahaman antartenaga pendidik dan wali murid.
“Di kesempatan
kali ini, intinya saya ingin mengajak kita semua untuk bisa jalan
bareng-bareng. Menginggat adanya beberapa kejadian-kejadian di dunia pendidikan
kita, enggak cuma di dalam Metro maupun di luar Metro,” ujarnya.
Dia juga
mencontohkan kasus viral anak murid merokok yang berujung adanya pemukulan oleh
guru sebagai salah satu gambaran yang terjadi di dunia pendidikan saat ini,
karena adanya ketidaksesuaian dengan harapan, terutama dalam hal karakter siswa
maupun guru.
“Perlu kita ingat
bahwa itu terjadi karena adanya ketidaksesuaian dengan harapan kita, terutama
di dalam hal baik siswa maupun guru dalam hal karakter. Maka pendidikan
karakter harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya sekolah,” tegasnya.
Untuk menghindari
terjadinya hal yang sama di Kota Metro, Ia juga meminta seluruh kepala sekolah
untuk selalu memperbarui tata tertib di sekolah sesuai dengan perkembangan
zaman.
“Jadi jangan dari
tahun 45 sampai tahun 2025 sama. Jadi biar dia selalu menyesuaikan dengan
kondisi perkembangan anak sesuai masanya,” pintanya.
Komunikasi antara
guru dan orang tua dalam mendidik anak menurutnya merupakan hal yang penting
karena keduanya adalah mitra yang harus saling mendukung, bukan saling
menyalahkan.
“Guru dan orang
tua adalah partner. Kalau ada perubahan pada anak, bicarakan bersama. Kita
awasi bersama, baik di rumah maupun di sekolah,” katanya.
Dalam kesempatan
yang sama, perwakilan Sementara itu, Kepala seksi intelijen Kejaksaan Negeri
Kota Metro, Puji Rahmandian, juga turut memberikan materi menilai kegiatan
pembinaan hukum ini sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada guru dan
orang tua dalam mendidik anak yang merupakan bagian dari pembentukan karakter
kepribadian yang rendah hati, menghormati, dan menghargai sesama.
Puji juga
menyoroti masalah perundungan atau bullying yang sering terjadi di tingkat
sekolah dasar. Ia menjelaskan bahwa bullying dapat dicegah jika orang tua
memberikan perhatian yang cukup kepada anak di rumah.
“Karena bullying
atau kerudungan itu dilakukan oleh pelaku-pelaku perudungan tersebut terjadi
karena pengabaian di rumah, anak tersebut diabaikan sehingga lebih dekat ke
gadget, jadi di sekolah ingin memvalidasi dirinya dengan cara memperlakukan
teman-temannya dengan tidak baik,” jelasnya.
Pengaruh gadget,
juga memberikan dampak terhadap perkembangan emosional anak yang menyebabkan
terjadinya bullying. [MFH / Diskominfotik Metro]











3.jpg)