- Gubernur Dorong Kebangkitan Desa-Desa Budaya Lampung
- Wagub Jihan Nurlela Paparkan Transformasi Digital Pengelolaan Keuangan di Forum Nasional
- Bupati Tanggamus Lantik 13 Pejabat, Andi Dermawan Jabat Kadis Koperindag UKM
- Polsek Wonosobo Dibantu Warga Tangkap Pria Bawa Badik Pengancam Warga
- Gubernur Mirza Dorong Lulusan Teknik Ambil Peran Aktif dalam Pembangunan Lampung
- TP PKK Provinsi Lampung Gelar Pengajian dan Santuni Anak Panti Asuhan
- Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis
- Bupati Tanggamus Sambut Audiensi JMSI
- Pemprov Lampung Perkuat Dukungan untuk Petani, dari Teknologi hingga Pengendalian Hama
- Jembatan Perintis Garuda di Desa Sukaraja Rampung Dibangun
Penantian 30 Tahun Warga Rawa Pitu Berakhir, Infrastruktur Mulai Dibenahi

TULANG BAWANG, MFH,-- Di tengah
hamparan lumbung pangan Tulang Bawang, sebuah penantian panjang selama lebih
dari 30 tahun akhirnya menemui titik terang. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani
Djausal, turun langsung menembus debu jalanan untuk meninjau penanganan reaksi
cepat ruas jalan Gedong Aji – Umbul Mesir, Kecamatan Rawa Pitu, Selasa
(3/3/2026). Sebelumnya, Gubernur juga meninjau ruas Sp. Unit VIII - Gedong Aji
di Kecamatan Banjar Baru.
Kunjungan ini bukan sekadar
seremoni, melainkan jawaban atas jeritan hati petani yang selama puluhan tahun
bergelut dengan infrastruktur yang lumpuh. Rawa Pitu, sang raksasa penghasil
padi, sawit, dan karet, kini diprioritaskan untuk merdeka dari belenggu jalan
rusak yang selama ini mengancam harga komoditas rakyat.
“Ini ruas
sangat luar biasa. Rawa Pitu ini penghasil komoditas utama, terutama padi. Kita
ingin segera diperbaiki jalannya tahun ini supaya harga komoditas tidak
nyungsep dan masyarakat bisa makmur,” ujar Gubernur Mirza dengan nada optimis.
Baca Lainnya :
- Sekda Tubaba: Demi Transparansi dan Akuntabilitas, Siltap Aparatur Tiyuh Wajib Lewat Sistem Payroll0
- RSUD Tubaba Jalani Verifikasi Lapangan Layanan Dialisis0
- Asisten I Tubaba Pimpin Rakor Satgas MBG, Pemkab Perkuat Evaluasi dan Tata Kelola Program0
- Bunda PAUD Tubaba Hadiri Serah Terima Jabatan Ketua Pengurus Daerah HIMPAUDI0
- Kapolres Tulang Bawang Barat Pimpin Upacara Sertijab Kasat Lantas0
“Ini sudah 30 tahun lebih mereka
tinggal di sini, tidak pernah melihat jalan bagus. Setiap tahun hanya rusak dan
rusak,” tambahnya.
Eksekusi Nyata: Beton untuk Kesejahteraan
Pemerintah Provinsi Lampung tidak
main-main. Anggaran fantastis senilai lebih dari Rp130 miliar dikucurkan untuk
memastikan jalan ini tidak lagi menjadi jebakan bagi kendaraan pengangkut hasil
bumi. Skema percepatan pun dilakukan, tender yang semula dijadwalkan bulan Mei,
ditarik maju ke bulan Maret agar alat berat bisa segera menderu di lokasi pada awal
April. Target besar dicanangkan: konektivitas total sepanjang 40 kilometer
lebih akan tuntas sepenuhnya pada 2028.
“Tahun ini
ada yang langsung kita rigid beton. Area yang belum terjangkau beton tahun ini,
akan kita tutup dengan base agar tidak ada lagi mobil yang jeblos,” tegas
Gubernur.
Harapan
yang Kembali Bersemi
Suasana haru sekaligus bangga
menyelimuti warga saat melihat pemimpin mereka hadir di tengah kepulan debu
Rawa Pitu. Subari, salah seorang warga, mengungkapkan bahwa kehadiran Gubernur adalah
sebuah kebanggaan yang menyerap aspirasi mereka hingga ke akar rumput.
Senada dengan itu, Kepala Desa
Sumber Agung, Sahel S., menyebut langkah ini sebagai “eksekusi yang luar
biasa”. Bagi 3.000 penduduk desa dan ribuan warga lainnya di Kecamatan Rawa
Pitu hingga Penawar Aji, beton yang akan tertanam bukan sekadar material
konstruksi, melainkan urat nadi kehidupan yang akan membawa hasil panen mereka
menuju kesejahteraan yang lebih baik.
Dengan percepatan ini, Pemerintah
Provinsi Lampung kembali menegaskan bahwa tidak boleh ada wilayah yang
tertinggal dalam pembangunan, terutama mereka yang menjadi tulang punggung
pangan daerah. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)