- Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Komoditas untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi Lampung
- Pemprov Lampung-KPPU Perkuat Sinergi Ciptakan Iklim Usaha Sehat dan Kompetitif
- Pemprov Lampung Dorong Pengelolaan Zakat Diperkuat Hingga Tingkat Desa
- Rakor Forkopimda Metro Petakan Persoalan Strategis, dari Sampah hingga Potensi Konflik
- Pesisir Barat Susun Strategi Besar Pembangunan Bandara dan Infrastruktur
- Komunitas Suzuki Katana Jimny (Skin) Jajaki Pembentukan Chapter Pesisir Barat
- Pemprov Lampung dan Kementerian PKP Perkuat Kolaborasi Percepatan Bedah Rumah
- Gubernur Mirza Tekankan Peran Kampus dalam Mendorong Hilirisasi Komoditas Lampung
- Buka Turnamen Domino ORADO, Bupati Sebut Bukan Lagi Sekadar Permainan Warung Kopi
- Parosil Soroti Lemahnya Bahasa Daerah dan Titipan Juri di LCT Lampung Barat
Pemprov Lampung-KPPU Perkuat Sinergi Ciptakan Iklim Usaha Sehat dan Kompetitif

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung, Rahmat
Mirzani Djausal menerima audiensi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)
Republik Indonesia bertempat di Mahan Agung, Jumat (18/09/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua KPPU Republik
Indonesia, M. Fanshurullah Asa, menyampaikan sejumlah agenda strategis yang
perlu diperkuat melalui kolaborasi antara KPPU dan pemerintah daerah.
Salah satunya terkait rencana sosialisasi
sistem analisis daftar periksa kebijakan persaingan usaha yang akan melibatkan
Pemerintah Provinsi Lampung serta pemerintah kabupaten/kota.
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Dorong Pengelolaan Zakat Diperkuat Hingga Tingkat Desa0
- Pemprov Lampung dan Kementerian PKP Perkuat Kolaborasi Percepatan Bedah Rumah0
- HUT ke-81 PMI, Gubernur Mirza Dorong Semangat Donor Darah dan Kepedulian Sosial0
- Gubernur Dorong Lampung Makin Humanis dalam Pelayanan dan Sigap Hadapi Bencana0
- Ketua Dekranasda Dukung Lampung Fashion Tendance Jadi Penggerak Industri Kreatif0
"Jadi sebenarnya kita mau memberikan
masukan ketika Pemda Provinsi maupun Kabupaten/Kota membuat peraturan, supaya
dari awal tidak menyalahi prinsip persaingan usaha. KPPU sudah menyiapkan
daftar periksa dengan 13 poin," ujar Fanshurullah.
Menurutnya, daftar periksa tersebut diharapkan
dapat menjadi instrumen bagi pemerintah daerah dalam memastikan kebijakan yang
disusun tetap memperhatikan prinsip persaingan usaha yang sehat.
Selain itu, Fanshurullah menyampaikan
perkembangan Indeks Persaingan Usaha (IPU) Provinsi Lampung. Berdasarkan data
KPPU, IPU Lampung tahun 2025 mencapai 5,04, meningkat dari 4,98 pada 2024 dan
berada di atas rata-rata nasional sebesar 5,01.
Ia berharap capaian tersebut dapat terus ditingkatkan
melalui dukungan pemerintah daerah, termasuk dalam pelaksanaan survei IPU yang
melibatkan unsur pemerintah dan pelaku usaha.
"Kalau indeks persaingan usahanya tinggi,
itu bisa menjadi daya tarik. Mau foreign direct investment atau investasi dari
mana pun, silakan ke Lampung karena indeks persaingan usahanya bagus,"
katanya.
Fanshurullah menambahkan, penguatan persaingan
usaha perlu berjalan beriringan dengan pengembangan potensi ekonomi daerah.
Menurutnya, Lampung memiliki peluang besar untuk menarik investasi, khususnya
pada sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan melalui pengembangan industri
hilir.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Lampung
menegaskan bahwa KPPU merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah dalam
membangun ekosistem dunia usaha yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.
"KPPU adalah salah satu instrumen
pemerintah yang sangat strategis, terutama dalam membantu kami melihat
ekosistem dunia usaha dan persaingan usaha. Semuanya demi pertumbuhan ekonomi
yang baik, stabil, tumbuh, dan sustain," ujar Gubernur Mirza.
Gubernur menjelaskan, sektor pertanian menjadi
salah satu kekuatan utama perekonomian Lampung. Karena itu, arah pembangunan
ekonomi daerah ke depan akan semakin diarahkan pada pengembangan hilirisasi
komoditas pertanian.
Menurutnya, nilai tambah dari berbagai
komoditas yang dihasilkan Lampung masih memiliki ruang yang besar untuk
dikembangkan melalui industri pengolahan.
"Karena Lampung ini daerah sektor
pertanian, maka arah utamanya adalah menghilirisasi pertanian-pertanian yang
ada di kita," jelasnya.
Gubernur Mirza menilai peningkatan daya saing
daerah menjadi salah satu kunci untuk menarik investasi ke sektor hilirisasi.
Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya menciptakan kondisi yang kompetitif
dan memberikan kepastian bagi dunia usaha.
"Pemerintah, kami, nomor satu adalah
bagaimana menjadikan Provinsi Lampung ini provinsi yang kompetitif dalam
melakukan investasi untuk hilirisasi," tegasnya.
Ia menjelaskan, pengembangan industri hilir
tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas, tetapi juga
membangun keterkaitan antara sektor hulu dan hilir sehingga memberikan manfaat
yang lebih luas bagi masyarakat.
Menurut Gubernur Mirza, keterkaitan antarsektor
perlu dibangun melalui ekosistem usaha yang saling mendukung. Dengan demikian, keberadaan
industri di Lampung tidak hanya meningkatkan investasi, tetapi juga memperkuat
rantai pasok, menyerap hasil produksi petani, dan memberikan manfaat bagi
masyarakat.
Ia menambahkan, posisi geografis Lampung yang
strategis dan memiliki konektivitas dengan wilayah lain menjadi modal penting
dalam membangun kawasan industri dan rantai pasok berbasis komoditas.
"Industri-industri ke depan kita undang
untuk menghilirisasi komoditas yang ada. Bukan hanya Lampung, karena kita dekat
dengan pelabuhan. Jadi supply chain-nya bisa mengambil aglomerasi lima
provinsi," kata Gubernur.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza juga
menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan dunia usaha,
persaingan yang sehat, serta kepentingan masyarakat.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi momentum
memperkuat sinergi Pemerintah Provinsi Lampung dan KPPU dalam menciptakan
ekosistem persaingan usaha yang sehat, mendorong investasi, serta mendukung
percepatan hilirisasi sektor-sektor unggulan di Provinsi Lampung. [MFH/Pemerintah
Provinsi Lampung]











3.jpg)