- Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Komoditas untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi Lampung
- Pemprov Lampung-KPPU Perkuat Sinergi Ciptakan Iklim Usaha Sehat dan Kompetitif
- Pemprov Lampung Dorong Pengelolaan Zakat Diperkuat Hingga Tingkat Desa
- Rakor Forkopimda Metro Petakan Persoalan Strategis, dari Sampah hingga Potensi Konflik
- Pesisir Barat Susun Strategi Besar Pembangunan Bandara dan Infrastruktur
- Komunitas Suzuki Katana Jimny (Skin) Jajaki Pembentukan Chapter Pesisir Barat
- Pemprov Lampung dan Kementerian PKP Perkuat Kolaborasi Percepatan Bedah Rumah
- Gubernur Mirza Tekankan Peran Kampus dalam Mendorong Hilirisasi Komoditas Lampung
- Buka Turnamen Domino ORADO, Bupati Sebut Bukan Lagi Sekadar Permainan Warung Kopi
- Parosil Soroti Lemahnya Bahasa Daerah dan Titipan Juri di LCT Lampung Barat
Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Komoditas untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi Lampung

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Rahmat Mirzani
Djausal menghadiri pembukaan Lampung Begawi x Siger Fest 2026 yang diinisiasi
oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, di Lampung City Mall,
Jumat (18/9/2026).
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal
menyampaikan apresiasi atas kolaborasi strategis bersama Bank Indonesia yang
berhasil mengintegrasikan ruang temu ide, inovasi, investasi, serta kolaborasi
lintas sektoral.
"Idenya Siger Fest ini
bagaimana mempertemukan ide, inovasi, investasi, dan kolaborasi. Ini sangat
penting sekali bagi kami. Kami sadar kita punya target bagaimana kita harus
tumbuh 8 persen ke depan untuk mencapai Indonesia Emas 2045," tegas
Gubernur.
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung-KPPU Perkuat Sinergi Ciptakan Iklim Usaha Sehat dan Kompetitif0
- Pemprov Lampung Dorong Pengelolaan Zakat Diperkuat Hingga Tingkat Desa0
- Pemprov Lampung dan Kementerian PKP Perkuat Kolaborasi Percepatan Bedah Rumah0
- HUT ke-81 PMI, Gubernur Mirza Dorong Semangat Donor Darah dan Kepedulian Sosial0
- Gubernur Dorong Lampung Makin Humanis dalam Pelayanan dan Sigap Hadapi Bencana0
Gubernur memaparkan profil
komparatif Lampung sebagai lumbung pangan strategis Indonesia. Produksi
gabah/padi Lampung menembus 3,5 juta ton dengan separuhnya didistribusikan guna
menyuplai kebutuhan pangan lintas provinsi. Selain surplus jagung yang menopang
industri unggas dan telur wilayah DKI Jakarta dan Pulau Jawa, Lampung menyuplai
70 persen tapioka nasional sekaligus menempatkan Indonesia di peringkat kedua
dunia, eksportir 60 persen kopi nasional, produsen lada terbesar, serta
penghasil gula peringkat kedua.
Namun demikian, Gubernur
mengungkapkan bahwa selama puluhan tahun limpahan kekayaan agraris belum
dirasakan optimal bagi kesejahteraan petani akibat volatilitas harga komoditas
mentah. Titik balik fundamental terjadi melalui intervensi perlindungan
komoditas di era Presiden Prabowo Subianto yang berhasil mengungkit pendapatan
petani dan mendongkrak laju ekonomi daerah.
"Selama 15 tahun, Provinsi
Lampung ini pertumbuhan ekonominya selalu di bawah rata-rata nasional. 2026
kemarin kita nomor dua tertinggi se-Sumatera, jadi setelah Kepri, Lampung,
karena harga komoditas," ujar Gubernur Mirza.
Geliat ekonomi perdesaan juga tercermin dari
likuiditas perbankan lewat Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh hampir 7 persen
secara tahunan (year-on-year).
Kedepan, Gubernur menekankan bahwa
keberlanjutan ekspansi ekonomi tidak dapat terus disandarkan semata pada
intervensi kebijakan tata niaga. Hilirisasi industri yang saat ini baru
mencakup 30 persen dari total komoditas lokal dipatok menjadi prioritas utama
daerah sejalan dengan mandat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
(RPJMN).
"Hari ini kami tumbuh karena
didukung oleh kebijakannya Presiden, dipaksa naik harganya. Tapi kedepan untuk
mencapai 8 persen tidak bisa hanya dengan regulasi. Harus ada kolaborasi, harus
ada kreativitas, harus ada inovasi, dan tentunya yang paling penting sesuai
dengan RPJMN kita harus melakukan hilirisasi. Kami melihat baru 30 persen
komoditas kami yang dihilirisasi di Lampung," tuturnya.
Strategi hilirisasi dirancang
adaptif ke dalam dua pendekatan, hilirisasi skala sentra perdesaan (industri
pakan ayam lokal, penanganan pascapanen kopi dan kakao) serta hilirisasi skala
lanjut (advance downstreaming) pada kawasan industri manufaktur. Dorongan nilai
tambah ini berjalan beriringan dengan lonjakan adopsi teknologi pertanian pasca
kenaikan hasil panen, dimana belanja alat mesin pertanian (alsintan) di Lampung
naik hampir 200 persen dan armada logistik truk naik 50 persen.
Potensi akselerasi turut disokong
oleh diversifikasi sektor energi baru terbarukan (sustainable energy) serta
lompatan sektor pariwisata yang membukukan lonjakan arus wisatawan domestik
hingga 60 persen (dari 17 juta pelancong pada 2024 menjadi 27 juta kunjungan
pada 2025). Ditambah rasio demografi unggul dimana 71 persen dari populasi
Lampung tergolong angkatan kerja produktif.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur
Mirza mengajak otoritas moneter pusat dan perbankan mengawal deregulasi guna
menuntaskan potensi sumbatan alur perizinan investasi (bottlenecking).
"Saya yakin salah satu fondasi
kemajuan Indonesia itu syaratnya cuma satu, ketika daerah-daerahnya menjadi
kuat. Fondasi utama pertumbuhan ekonomi kedepan ketika pertumbuhan di daerah
itu akan kuat. Ketika Lampung tumbuh, Lampung maju, ekonomi masyarakat makmur,
cita-cita presiden kita akan tercapai, Indonesia akan jauh lebih makmur ke
depan," pungkas Gubernur.
Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia,
Thomas A.M. Djiwandono, mengapresiasi capaian solid pertumbuhan ekonomi
Provinsi Lampung yang menembus angka 5,29 persen pada triwulan II-2026. Capaian
tersebut menempatkan Provinsi Lampung sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi
tertinggi kedua di Pulau Sumatera.
Thomas menjelaskan bahwa laju
pertumbuhan ekonomi yang ditopang sektor industri pengolahan, perdagangan, dan
pertanian tersebut merupakan buah kerja keras pimpinan daerah dan seluruh
pemangku kepentingan. Meski demikian, ia mengingatkan tantangan utama ke depan
adalah bagaimana pertumbuhan tersebut menghadirkan nilai tambah nyata bagi
kesejahteraan masyarakat melalui hilirisasi dan masuknya investasi.
"Tantangannya bukan hanya
bagaimana ekonomi tumbuh, tetapi bagaimana pertumbuhan tersebut menghasilkan
nilai tambah yang semakin luas bagi masyarakat. Karena itu, seperti Pak Gub
sampaikan, hilirisasi dan investasi menjadi luar biasa pentingnya," ujar
Thomas.
Thomas menjelaskan, sejalan dengan
amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), Bank
Indonesia kini tidak hanya berfokus pada stabilitas moneter dan inflasi,
melainkan turut aktif mendorong pertumbuhan sektor ekonomi riil.
Di tingkat pusat, sinergi dibangun secara
terpadu bersama Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga
Danantara yang berperan sebagai katalis investasi. BI juga siap menggerakkan
jaringan kantor perwakilan dan perwakilan luar negeri guna menarik minat
investor ke berbagai potensi unggulan Lampung.
Terkait pemberdayaan ekonomi
kerakyatan, Thomas memaparkan tiga pendekatan strategis Bank Indonesia dalam
mengawal UMKM, yakni penguatan kemitraan usaha, peningkatan kapasitas
manajerial dan mutu produk, serta perluasan akses pembiayaan. Komoditas
unggulan Lampung seperti olahan pisang, kopi, dan wastra terus didorong agar
mampu menembus rantai pasok global dan pasar ekspor.
Langkah penguatan tersebut
diperkuat dengan percepatan digitalisasi sistem pembayaran. Berdasarkan data
Bank Indonesia, hingga Juli 2026 tercatat sebanyak 1,6 juta pengguna QRIS di
Lampung atau tumbuh 17,38 persen (yoy), dengan keterlibatan 916.000 merchant
yang tumbuh signifikan sebesar 29,29 persen (yoy).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi
Lampung, Bimo Epyanto, menerangkan bahwa penyelenggaraan Lampung Begawi tahun
ini membawa konsep baru yang lebih komprehensif dibandingkan perhelatan
sebelumnya. Jika sebelumnya berfokus pada pameran produk usaha mikro, kecil,
dan menengah (UMKM), tahun ini turut diorientasikan pada pemetaan sumber
pertumbuhan ekonomi baru dan pembukaan ruang investasi.
"Sebelumnya kegiatan seperti
ini murni merupakan showcasing dari produk UMKM. Namun demikian, pada tahun ini
kami coba untuk memberikan warna bahwa kami ingin menyampaikan informasi apa
yang sudah kami lakukan. Jadi tidak hanya berkaitan dengan pengembangan UMKM,
tapi bagaimana kami juga bisa bekerjasama dengan provinsi dan kabupaten/kota di
Provinsi Lampung untuk bersama-sama meningkatkan pertumbuhan ekonomi, utamanya
tentu saja memberikan nilai tambah bagi produk unggulan Provinsi Lampung,"
ujar Bimo.
Terkait percepatan transformasi digital, Bimo
menekankan bahwa digitalisasi bukan semata-mata pencegahan kebocoran
penerimaan, melainkan motor penggerak efisiensi kegiatan ekonomi regional
secara menyeluruh.
"Digitalisasi, kami percaya
bahwa ini merupakan upaya efisiensi. Bagaimana efisiensi juga akan meningkatkan
pertumbuhan ekonomi. Efisiensi tidak hanya berkaitan dengan untuk bagaimana
mengurangi kebocoran pada pengelolaan anggaran, tapi juga efisiensi ekonomi
secara umum. Di sinilah kenapa kami secara gencar mempercepat dan memperluas
ekosistem ekonomi keuangan digital di daerah," jelasnya. [MFH/Pemerintah
Provinsi Lampung]










3.jpg)