- DesaKu Maju Dorong Hilirisasi Perdesaan Lampung untuk Perkuat MBG dan KDMP
- Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Rejomulyo, Sebagian Rumah Warga Hangus
- Lampung Barat Gandeng Kemenhub, Fokus Cetak Tenaga Transportasi Berkualitas
- Bupati Pesisir Barat Sampaikan LKPJ TA 2025 Dalam Rapat Paripurna DPRD
- Sensus Ekonomi 2026, Pemprov Lampung Perkuat Sinergi untuk Data Berkualitas
- Evaluasi Desaku Maju 2025, Pemprov Lampung Siapkan Strategi Penguatan Hilirisasi Desa
- Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Antarwilayah untuk Optimalisasi PAD
- Pemkab Gelar Rakor Persiapan Peringatan Hari jadi Kabupaten Lampung Tengah ke 80
- Pemkab Lamteng Gelar Rapat Penyiapan Dokumen Lingkungan Jembatan Gantung Way Campang
- Pemkab Lampung Barat Dorong ASN jadi Pelopor Mutasi Kendaraan Demi Dongkrak PAD
Pemprov Lampung Buka Ruang Kolaborasi, Mahasiswa Didorong Aktif Tentukan Arah Pembangunan


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung, Rahmat
Mirzani Djausal, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk membuka
ruang kolaborasi dengan mahasiswa dalam
segala aspek pembangunan.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan
Stadium General BEM Universitas Lampung (Unila) Periode 2026 yang mengusung
tema 'Mahasiswa sebagai Katalisator Perubahan serta Pusat Gerak Menuju Industri
5.0 dan Indonesia Emas 2045'.
Baca Lainnya :
- Inflasi Lampung Terendah Nasional, Pemprov Perkuat Pengendalian Harga Pasca Lebaran 20260
- Wagub Jihan Nurlela Ajak IDI Perkuat Peran sebagai Mitra Pemprov Lampung0
- Event Justice Run 2026, Pemprov Lampung Gaungkan Pembangunan Berkeadilan dan Akses Infrastruktur0
- Personel Gabungan Disiagakan Amankan Laga Bhayangkara FC Kontra Persija0
- Gubernur Mirza Bersama Masyarakat Berolahraga dalam Ajang Bertema Justice Run0
"Pemerintah Provinsi Lampung sangat ingin
berkolaborasi. Kalian berhak menentukan Indonesia Emas itu akan jadi seperti
apa," ujar Gubernur.
Kegiatan dirangkaikan dengan pelantikan Badan
Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Unila
Periode 2026, ditandai dengan serah terima jabatan dari Presiden BEM 2025,
Muhammad Amar Fauzan, kepada Presiden BEM 2026 terpilih, Aditiya Putra Bayu.
Dalam arahannya, Gubernur menekankan bahwa
kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia
(SDM), bukan semata kekayaan sumber daya alam. Ia menyebut Provinsi Lampung
saat ini tengah memasuki fase bonus demografi, dengan sekitar 71 persen
penduduk berada pada usia produktif.
"Semakin tinggi kualitas SDM, semakin
cepat peradaban itu maju. Mahasiswa menjadi salah satu kunci utama dalam
meningkatkan kualitas SDM tersebut," katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia Emas 2045
akan ditentukan oleh generasi muda saat ini. Oleh karena itu, mahasiswa diminta
tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut berperan aktif dalam memanfaatkan
potensi daerah.
Selain itu, Gubernur menegaskan pentingnya
peran mahasiswa sebagai social control. Ia mendorong mahasiswa untuk berani
bersuara apabila kebijakan pemerintah tidak berpihak kepada rakyat.
"Jika pemerintah tidak berpihak kepada
masyarakat, kalian wajib berbicara dan bersuara. Karena kebijakan hari ini
menentukan nasib kalian 20 tahun ke depan," tegasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Lampung,
Lusmeilia Afriani, menyampaikan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan
kondisi bangsa saat ini. Ia mengajak mahasiswa untuk aktif berorganisasi secara
produktif, mengembangkan potensi diri, serta menjaga nilai etika, integritas,
dan kebangsaan.
"Jadikan kampus sebagai ruang pembelajaran
ke segala arah dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi
global," ujarnya.
Presiden BEM Unila 2026, Aditiya Putra Bayu,
menegaskan bahwa pihaknya akan memposisikan organisasi sebagai mitra kritis
pemerintah.
"Kami tidak memposisikan diri sebagai
oposisi, tetapi sebagai mitra kritis. Kami siap bersinergi jika kebijakan
berpihak kepada rakyat, dan akan mengawal jika sebaliknya," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi III DPR
RI, Habiburokhman, yang hadir sebagai keynote speaker, menekankan pentingnya
pola pikir kritis dan sistematis bagi mahasiswa sebagai bekal menghadapi kehidupan
di luar kampus.
"Modal utama adalah kemampuan berpikir
kritis dan mencari akar permasalahan. Tantangan sesungguhnya justru dimulai
setelah lulus dari kampus," ungkapnya.
Melalui kegiatan ini,
diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah, akademisi, dan mahasiswa dalam
mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. [MFH/Dinas Kominfotik
Provinsi Lampung]











3.jpg)