- Tim Patroli Perintis Presisi Polres Tanggamus Sambangi Ulu Belu dan Dua Kecamatan Lain
- Gubernur Mirza Ikuti Rapat Pengurus APPSI di Denpasar Bali
- Pemprov Lampung Dukung Penuh Langkah-Langkah Penegakan Ketertiban dan Hukum
- Pemkab Resmi Tutup Turnamen Usia Muda Dispora Cup 2026
- Wakil Bupati Pesisir Barat Hadiri Pelantikan Pengurus PSOI Periode 2026–2030
- Bupati Minta Jaga Stok LPG Jelang Ramadhan dan Idul Fitri
- Pemkab Lampung Barat Gelar Aksi Bersih-Bersih Dalam Gerakan ASRI
- Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan, Bupati dan WabupTegaskan Fondasi Lampung Barat Hebat dan Setia
- Pemkot Metro Gelar Pasar Murah Jelang Ramadan di Pasar Cendrawasih
- Diguyur Hujan Sekali, Tanggul Way Pisang Kembali Terkikis Buat Petani Was - Was
Pemkot dan Polres Metro Perkuat Sinergi Keamanan Berbasis Masyarakat

METRO, MFH,-- Pemerintah Kota Metro
bersama Polres Metro menggelar Forum Silaturahmi Kamtibmas di Gedung Sessat Agung
Bumi Sai Wawai. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi
dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di
wilayah Kota Metro, Selasa (10/02/2026).
Forum tersebut dihadiri oleh Wali
Kota Metro Bambang Iman Santoso, Wakapolres Metro Kompol Agung Ferdika, jajaran
Forkopimda, Ketua Pokdar Kamtibmas Kota Metro, camat dan lurah,
Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Satkamling se-Kota Metro.
Wakapolres Metro, Kompol Agung
Ferdika menegaskan bahwa keamanan bukan semata-mata produk hukum maupun
tanggung jawab Polri, melainkan hasil dari partisipasi aktif masyarakat dan
menjadi tanggung jawab kita bersama. Meskipun situasi kamtibmas di Kota Metro
relatif stabil namun tetap dinamis, tetapi berdasarkan data terlihat tindak pidana
pada tahun 2024 terdapat 720 kasus, baik konvensional maupun transnasional.
Baca Lainnya :
- Pemkot Metro Raih Penghargaan Kualitas Tinggi Ombudsman0
- Calhaj Kota Metro Laksanakan Manasik Haji Terintegritas0
- Wali Kota Metro Hadiri Haul Masyayikh dan Haul ke-4 Al-Maghfurlah Buya KH Ahmad Abrori Akwan 0
- Wali Kota Metro Pimpin Gerakan Bersih-Bersih Serentak (Korve) Kota Metro0
- BNN Provinsi Lampung dan Pemkot Metro Perkuat Sinergi P4GN0
“Pada tahun 2025, angka tersebut
meningkat menjadi 753 kasus. Dengan demikian, artinya terdapat kenaikan sekitar
33 kasus yang perlu menjadi perhatian seluruh pihak, ” ungkapnya.
Peningkatan yang terjadi,
menurutnya harus disikapi dengan langkah pencegahan yang lebih terukur dan
kolaboratif, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian
Negara Republik Indonesia serta regulasi terkait Pengamanan Swakarsa.
“Dalam regulasi tersebut,
Satkamling dan Pokdarkamtibmas memiliki peran penting sebagai bagian dari
sistem keamanan berbasis masyarakat, “terangnya.
Kompol Agung, menekankan bahwa
Polri menempatkan masyarakat sebagai mitra utama dalam pemeliharaan
harkamtibmas yaitu dalam keamanan dan ketertiban, dimana dua aspek tersebut
saling mendukung dalam menciptakan suasana yang nyaman dan tenteram.
Data menunjukkan, dari 208
Satkamling yang ada di Kota Metro, baru 55 yang aktif sehingga kondisi ini
menjadi tantangan tersendiri dalam memperkuat sistem deteksi dini di lingkungan
masyarakat. Di sisi lain, potensi kriminalitas seperti pencurian, pencurian
kendaraan bermotor, penyalahgunaan narkotika, judi online, hingga ancaman
terorisme memerlukan kewaspadaan sejak tingkat RT dan RW.
“Melalui revitalisasi ini, kita
mengaktifkan kembali Satkamling sebagai garda terdepan dalam mendeteksi potensi
tindak kriminalitas dan gangguan ketertiban lainnya,” tegasnya.
Revitalisasi Satkamling dan
Pokdarkamtibmas periode 2025–2026 disebut sebagai langkah strategis untuk
memperkuat keamanan berbasis masyarakat sebagai benteng pertama menjaga
stabilitas wilayah. Upaya tersebut juga selaras dengan konsep Polri Presisi
yang mengedepankan pendekatan prediktif dalam sistem perpolisian modern.
“Satkamling diharapkan mampu
mendeteksi potensi gangguan kamtibmas sejak dini dan mencegah kejahatan sebelum
terjadi,” tambah Kompol Agung.
Selain deteksi dini, penguatan
pengamanan swakarsa dilakukan dengan mendorong partisipasi aktif warga melalui
pengaktifan ronda malam secara rutin dan berkesinambungan.
Untuk itu bersama Pemerintah Kota
Metro, Polres Metro berencana melaksanakan Safari Kamtibmas dengan mengunjungi
seluruh pos ronda di 22 kelurahan se-Kota Metro yang akan melibatkan unsur
Forkopimda dan dijadwalkan secara terkoordinasi, khususnya menjelang bulan suci
Ramadan dan Idul fitri yang identik dengan meningkatnya aktivitas dan kebutuhan
masyarakat.
Wakapolres juga menekankan
pentingnya penguatan kolaborasi Tiga Pilar, yakni Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan
lurah, sebagai ujung tombak keamanan di tingkat kelurahan. Bhabinkamtibmas
diharapkan menjadi jembatan informasi yang efektif antara masyarakat dan
kepolisian, serta mengedepankan pendekatan humanis dan problem solving dalam
penyelesaian persoalan sosial.
Selain itu, ia juga menyampaikan
tujuh poin penting kepada jajaran Tiga Pilar yaitu Pokdarkamtibmas, dan
Satkamling, antara lain mengaktifkan kembali pos ronda dengan patroli rutin
berbasis buddy system, memperkuat sinergitas, melakukan deteksi dini dan
respons cepat, serta menolak aksi main hakim sendiri.
Kompol Agung, juga meminta seluruh
elemen diminta menjadi cooling system di tengah masyarakat dengan meredam hoaks
dan konflik sosial, serta mengutamakan koordinasi atas setiap temuan yang
mencurigakan.
Sementara itu, Wali Kota Metro,
Bambang Iman Santoso menyampaikan bahwa Forum Silaturahmi Kamtibmas ini bukan
sekadar agenda seremonial, melainkan merupakan ruang strategis untuk mempererat
komunikasi, memperkuat sinergi, serta menyamakan persepsi antara aparat
keamanan, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan
situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif.
Bambang juga menegaskan bahwa
keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan fondasi utama dalam mendukung
pembangunan daerah. “Tanpa adanya rasa aman, maka roda pemerintahan,
pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat tidak akan berjalan secara
optimal, ” ungkapnya.
Oleh karena itu, upaya menjaga
kamtibmas harus dilakukan secara berkelanjutan, terencana, dan melibatkan
partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. “Saya percaya bahwa melalui
pendekatan kolaboratif dan partisipatif, berbagai potensi gangguan kamtibmas
dapat kita cegah sejak dini. Budaya gotong royong, kepedulian sosial, serta
komunikasi yang baik antarwarga harus terus kita hidupkan sebagai jati diri
masyarakat Kota Metro, “ujarnya.
Lebih lanjut, bambang mengungkapkan
bahwa Forum Silaturahmi Kamtibmas ini juga menjadi sarana yang tepat untuk
saling bertukar informasi, menyampaikan aspirasi, serta mencari solusi terbaik
terhadap berbagai permasalahan yang ada di tengah masyarakat.
“Saya berharap forum ini dapat
dimanfaatkan secara optimal, dengan diskusi yang konstruktif, terbuka, dan
berorientasi pada kepentingan bersama, “kata Bambang.
Wali Kota Metro juga turut
mengingatkan kembali pernyataan Wakapolres Metro mengenai pentingnya
peningkatan kewaspadaan menjelang bulan suci Ramadan hingga Idulfitri,
mengingat periode tersebut biasanya dibarengi dengan peningkatan potensi
gangguan keamanan yang dipicu oleh faktor tekanan ekonomi serta tingginya
kebutuhan masyarakat.
“Dan kami betul-betul kepingin di
Kota Metro ini yang sudah dikenal sebagai kota yang nyaman dan aman, dapat
melakukan Safari Kamtibmas bersama seluruh Forkopimda yang ada untuk terus
saling mengingatkan dan menjalankan dengan seluruh perangkat yang ada,”
pintanya.
Sebagai Wali Kota Metro, ia
menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga keamanan tidak hanya dibebankan kepada
petugas struktural seperti aparat keamanan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, maupun
Linmas, melainkan juga memerlukan kepedulian dan partisipasi aktif dari seluruh
lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas di lingkungan
masing-masing.
“Saya yakin, dengan kebersamaan dan
sinergi yang kuat, Kota Metro akan senantiasa menjadi kota yang aman, nyaman,
dan membanggakan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. [MFH/Diskominfo Metro]











3.jpg)