Pemkot dan Polres Metro Perkuat Sinergi Keamanan Berbasis Masyarakat

By redaksi 11 Feb 2026, 13:34:24 WIB Saburai
Pemkot dan Polres Metro Perkuat Sinergi Keamanan Berbasis Masyarakat

METRO, MFH,-- Pemerintah Kota Metro bersama Polres Metro menggelar Forum Silaturahmi Kamtibmas di Gedung Sessat Agung Bumi Sai Wawai. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kota Metro, Selasa (10/02/2026).

Forum tersebut dihadiri oleh Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, Wakapolres Metro Kompol Agung Ferdika, jajaran Forkopimda, Ketua Pokdar Kamtibmas Kota Metro, camat dan lurah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Satkamling se-Kota Metro.

Wakapolres Metro, Kompol Agung Ferdika menegaskan bahwa keamanan bukan semata-mata produk hukum maupun tanggung jawab Polri, melainkan hasil dari partisipasi aktif masyarakat dan menjadi tanggung jawab kita bersama. Meskipun situasi kamtibmas di Kota Metro relatif stabil namun tetap dinamis, tetapi berdasarkan data terlihat tindak pidana pada tahun 2024 terdapat 720 kasus, baik konvensional maupun transnasional.

Baca Lainnya :

“Pada tahun 2025, angka tersebut meningkat menjadi 753 kasus. Dengan demikian, artinya terdapat kenaikan sekitar 33 kasus yang perlu menjadi perhatian seluruh pihak, ” ungkapnya.

Peningkatan yang terjadi, menurutnya harus disikapi dengan langkah pencegahan yang lebih terukur dan kolaboratif, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia serta regulasi terkait Pengamanan Swakarsa.

“Dalam regulasi tersebut, Satkamling dan Pokdarkamtibmas memiliki peran penting sebagai bagian dari sistem keamanan berbasis masyarakat, “terangnya.

Kompol Agung, menekankan bahwa Polri menempatkan masyarakat sebagai mitra utama dalam pemeliharaan harkamtibmas yaitu dalam keamanan dan ketertiban, dimana dua aspek tersebut saling mendukung dalam menciptakan suasana yang nyaman dan tenteram.

Data menunjukkan, dari 208 Satkamling yang ada di Kota Metro, baru 55 yang aktif sehingga kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam memperkuat sistem deteksi dini di lingkungan masyarakat. Di sisi lain, potensi kriminalitas seperti pencurian, pencurian kendaraan bermotor, penyalahgunaan narkotika, judi online, hingga ancaman terorisme memerlukan kewaspadaan sejak tingkat RT dan RW.

“Melalui revitalisasi ini, kita mengaktifkan kembali Satkamling sebagai garda terdepan dalam mendeteksi potensi tindak kriminalitas dan gangguan ketertiban lainnya,” tegasnya.

Revitalisasi Satkamling dan Pokdarkamtibmas periode 2025–2026 disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat keamanan berbasis masyarakat sebagai benteng pertama menjaga stabilitas wilayah. Upaya tersebut juga selaras dengan konsep Polri Presisi yang mengedepankan pendekatan prediktif dalam sistem perpolisian modern.

“Satkamling diharapkan mampu mendeteksi potensi gangguan kamtibmas sejak dini dan mencegah kejahatan sebelum terjadi,” tambah Kompol Agung.

Selain deteksi dini, penguatan pengamanan swakarsa dilakukan dengan mendorong partisipasi aktif warga melalui pengaktifan ronda malam secara rutin dan berkesinambungan.

Untuk itu bersama Pemerintah Kota Metro, Polres Metro berencana melaksanakan Safari Kamtibmas dengan mengunjungi seluruh pos ronda di 22 kelurahan se-Kota Metro yang akan melibatkan unsur Forkopimda dan dijadwalkan secara terkoordinasi, khususnya menjelang bulan suci Ramadan dan Idul fitri yang identik dengan meningkatnya aktivitas dan kebutuhan masyarakat.

Wakapolres juga menekankan pentingnya penguatan kolaborasi Tiga Pilar, yakni Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan lurah, sebagai ujung tombak keamanan di tingkat kelurahan. Bhabinkamtibmas diharapkan menjadi jembatan informasi yang efektif antara masyarakat dan kepolisian, serta mengedepankan pendekatan humanis dan problem solving dalam penyelesaian persoalan sosial.

Selain itu, ia juga menyampaikan tujuh poin penting kepada jajaran Tiga Pilar yaitu Pokdarkamtibmas, dan Satkamling, antara lain mengaktifkan kembali pos ronda dengan patroli rutin berbasis buddy system, memperkuat sinergitas, melakukan deteksi dini dan respons cepat, serta menolak aksi main hakim sendiri.

Kompol Agung, juga meminta seluruh elemen diminta menjadi cooling system di tengah masyarakat dengan meredam hoaks dan konflik sosial, serta mengutamakan koordinasi atas setiap temuan yang mencurigakan.

Sementara itu, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso menyampaikan bahwa Forum Silaturahmi Kamtibmas ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan merupakan ruang strategis untuk mempererat komunikasi, memperkuat sinergi, serta menyamakan persepsi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif.

Bambang juga menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan fondasi utama dalam mendukung pembangunan daerah. “Tanpa adanya rasa aman, maka roda pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat tidak akan berjalan secara optimal, ” ungkapnya.

Oleh karena itu, upaya menjaga kamtibmas harus dilakukan secara berkelanjutan, terencana, dan melibatkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. “Saya percaya bahwa melalui pendekatan kolaboratif dan partisipatif, berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat kita cegah sejak dini. Budaya gotong royong, kepedulian sosial, serta komunikasi yang baik antarwarga harus terus kita hidupkan sebagai jati diri masyarakat Kota Metro, “ujarnya.

Lebih lanjut, bambang mengungkapkan bahwa Forum Silaturahmi Kamtibmas ini juga menjadi sarana yang tepat untuk saling bertukar informasi, menyampaikan aspirasi, serta mencari solusi terbaik terhadap berbagai permasalahan yang ada di tengah masyarakat.

“Saya berharap forum ini dapat dimanfaatkan secara optimal, dengan diskusi yang konstruktif, terbuka, dan berorientasi pada kepentingan bersama, “kata Bambang.

Wali Kota Metro juga turut mengingatkan kembali pernyataan Wakapolres Metro mengenai pentingnya peningkatan kewaspadaan menjelang bulan suci Ramadan hingga Idulfitri, mengingat periode tersebut biasanya dibarengi dengan peningkatan potensi gangguan keamanan yang dipicu oleh faktor tekanan ekonomi serta tingginya kebutuhan masyarakat.

“Dan kami betul-betul kepingin di Kota Metro ini yang sudah dikenal sebagai kota yang nyaman dan aman, dapat melakukan Safari Kamtibmas bersama seluruh Forkopimda yang ada untuk terus saling mengingatkan dan menjalankan dengan seluruh perangkat yang ada,” pintanya.

Sebagai Wali Kota Metro, ia menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga keamanan tidak hanya dibebankan kepada petugas struktural seperti aparat keamanan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, maupun Linmas, melainkan juga memerlukan kepedulian dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas di lingkungan masing-masing.

“Saya yakin, dengan kebersamaan dan sinergi yang kuat, Kota Metro akan senantiasa menjadi kota yang aman, nyaman, dan membanggakan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. [MFH/Diskominfo Metro]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment