- Truk Buah dan Sayuran Terjebak Antrean Hingga Puluhan Kilometer di Pelabuhan SMA
- Pemerintah Bangun Pembatas 138 Km di Way Kambas, Solusi Permanen Konflik Gajah dan Manusia
- Musrenbang RKPD Lampura: Gubernur Dorong Hilirisasi, Penguatan SDM dan Akselerasi Pembangunan
- Arus Balik Mulai Menguat, ASDP Prediksi Lonjakan Besar 28–29 Maret 2026
- Pemkab Pringsewu Tutup Pelatihan Tahap I Program Pemagangan ke Jepang Tahun 2026
- Arus Balik Lebaran 2026 H+3: Penumpang dan Kendaraan Penyeberangan Sumatera–Jawa Naik Signifikan
- Wabup Mad Hasnurin Nilai Budaya Sekura Cakak Buah Kobarkan Kebersamaan Masyarakat
- Bupati Lampung Barat Sambangi Rumah Almarhum Fikran Aulia Korban Tenggelam di Pesibar
- Bupati Ela Siti Nuryamah Pimpin Apel Pasca Lebaran dan Halalbihalal
- Sekda Lampung Timur Sidak Hari Pertama Kerja Pasca Idulfitri
Pemkab Lampung Barat Ubah Arah Pendidikan, Disiplin, Literasi, dan Inovasi Diperketat

LAMPUNG BARAT, MFH,-- Bupati
Lampung Barat, Parosil Mabsus bersama staf jajaran saat menggelar rapat
koordinasi Pendidikan Tahun 2026, Rapat koordinasi yang dihadiri kepala OPD,
camat, serta kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Lampung Barat
di Aula Kagungan Setdakab setempat.
Pemerintah Kabupaten Lampung Barat
menegaskan komitmen memperkuat kualitas pendidikan melalui sinergi lintas
sektor. Penegasan tersebut disampaikan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus,
saat memimpin Rapat Koordinasi Pendidikan Tahun 2026, di Aula Kagungan Rabu
(14/1/2026).
Rapat koordinasi yang dihadiri
kepala OPD, camat, serta kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP se-Kabupaten
Lampung Barat itu menjadi forum strategis menyatukan langkah meningkatkan mutu
pendidikan secara menyeluruh.
Baca Lainnya :
- Wabup Mad Hasnurin Hadiri Pisah Sambut Wakapolres Lampung Barat0
- Wakil Bupati Serahkankan Bantuan Kepada Korban Kebakaran di Pekon Canggu0
- Sidak Berlanjut, Wabup Mad Hasnurin Temukan Sejumlah ASN Tak Masuk Kerja0
- Wakil Bupati Mad Hasnurin Kembali Lakukan Sidak0
- Perpustakaan Lambar Terima Hibah 38 Buku Koleksi Pribadi Kapolres AKBP Rinaldo Aser0
Bupati Parosil menekankan bahwa
kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan kurikulum, tetapi juga oleh
keteladanan para pimpinan sekolah. Menurutnya, kepala sekolah memegang peran
sentral dalam membangun budaya disiplin.
“Kepala sekolah harus menjadi
contoh. Disiplin itu dimulai dari pimpinan. Kalau kepala sekolah datang pagi
dan menyambut siswa, itu memberi pesan kuat tentang kepedulian dan tanggung
jawab,” ujar Parosil.
Ia menilai kehadiran kepala sekolah
di pagi hari bukan sekadar rutinitas, melainkan simbol pengawasan dan
pembentukan karakter peserta didik sejak dini. Hal tersebut diharapkan dapat
menciptakan iklim sekolah yang lebih tertib dan humanis.
Selain kedisiplinan, Parosil juga
menyoroti pentingnya penguatan budaya literasi. Ia meminta Dinas Perpustakaan
dan Kearsipan merancang program kunjungan sekolah ke perpustakaan daerah
sebagai bagian dari pembelajaran di luar kelas.
“Literasi tidak boleh berhenti di
ruang kelas. Kita dorong anak-anak datang ke perpustakaan, membaca, dan
menjadikan literasi sebagai kebiasaan,” kata Parosil.
Optimalisasi pojok baca di setiap
sekolah juga menjadi perhatian. Bupati menegaskan fasilitas literasi harus
benar-benar dimanfaatkan, bukan hanya sebagai pajangan, demi meningkatkan
Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Lampung Barat.
Di bidang kesehatan, Parosil
menekankan peran puskesmas dan Dinas Kesehatan dalam menciptakan lingkungan
sekolah yang sehat melalui optimalisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). “Sekolah
harus menjadi tempat yang bersih, sehat, dan aman. Kesehatan fisik dan mental
anak-anak harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Penguatan program gizi anak juga
disebut sebagai langkah penting untuk mendukung penurunan angka stunting.
Menurut Parosil, pemenuhan gizi yang baik akan berdampak langsung pada kualitas
belajar siswa.
Dalam aspek tata kelola wilayah,
Bupati meminta kepala sekolah menjalin koordinasi yang aktif dengan pihak
kecamatan. Ia menilai dukungan kecamatan sangat dibutuhkan untuk memastikan
layanan pendidikan berjalan optimal hingga ke tingkat bawah.
“Saya ingin sekolah menjadi ruang
lahirnya inovasi. Kalau perlu dilombakan, satu sekolah satu inovasi. Saya ingin
melihat penemu-penemu muda lahir dari Bumi Sekala Brak ini,” kata Parosil.
Dalam menghadapi potensi bencana,
Bupati menekankan pentingnya edukasi mitigasi bencana di sekolah melalui peran
BPBD. Sekolah diminta memiliki jalur evakuasi serta rutin melakukan simulasi
kebencanaan.
Sementara itu, penguatan karakter
peduli lingkungan didorong melalui sinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup.
Parosil meminta sekolah aktif mengedukasi siswa tentang pelestarian lingkungan
dan pengelolaan sampah.
“Anak-anak harus terbiasa memegang
tanah, menanam, dan menjaga lingkungan, bukan hanya memegang gawai,” ujarnya.
Di sektor perlindungan sosial,
Parosil meminta Dinas Sosial bersinergi dengan sekolah untuk memvalidasi data
siswa kurang mampu serta memastikan bantuan pendidikan seperti Kartu Indonesia Pintar
tepat sasaran dan cair tepat waktu.
Perlindungan anak juga menjadi
perhatian serius. Melalui peran Dinas PPKB–PPA, Bupati menegaskan sekolah harus
menjadi ruang aman yang bebas dari perundungan dan diskriminasi.
“Jangan menunggu kasus terjadi.
Lakukan pencegahan sejak dini. Jika ada kasus, pastikan pemulihan korban
dilakukan secara tuntas dan rahasia mereka dijaga,” tegas Parosil.
Menutup arahannya, Parosil meminta
Disdukcapil mendukung sektor pendidikan melalui integrasi data administrasi
siswa dan menghadirkan layanan jemput bola ke sekolah-sekolah.
“Kita pastikan hak dasar anak-anak
terpenuhi, termasuk administrasi kependudukan, karena itu juga bagian dari
pelayanan pendidikan,” pungkasnya. [MFH/Diskominfo Lambar]











3.jpg)