- Dibackup Tekab 308 Presisi Polres Tanggamus, Polsek Pulau Panggung Tangkap Pelaku Curanmor
- RSUD Tubaba Jalani Verifikasi Lapangan Layanan Dialisis
- Pemkot Metro Serahkan Bantuan 7 Bentor dan 22 Unit Bin Kontainer Sampah Organik untuk SPPG
- Pemkot Metro Gelar Safari Ramadan Serahkan Bantuan Hibah ke Masjid Al Watoniah
- Serah Terima Jabatan Sekretaris Daerah Kota Metro, Kusbani Resmi Gantikan Bayana
- OJK Lampung dan Pemkot Metro Luncurkan EPIK untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Santri
- Satu Tahun Kepemimpinan Ela–Azwar di Lampung Timur
- Bupati Ela Siti Nuryamah Teken Serah Terima Alat Cathlab dari Kemenkes RI untuk RSUD Sukadana
- Bupati Dedi Irawan Dorong Percepatan Akses Jalan RSUD KH. Muhammad Thohir Bersama BPKP
- Polda Bersama Bapanas RI dan Stakeholder Laksanakan Sidak Saber Pangan di RPH Terbesar Lampung
Musim Hujan Tiba, Polda Lampung Aktifkan Tim Reaksi Cepat di Daerah Rawan Bencana

TULANG BAWANG BARAT, MFH,-- Ia
menambahkan bahwa seluruh jajaran telah memahami pembagian tugas, termasuk
dukungan dari TNI dan tenaga medis. Menurutnya, sinergi lintas instansi menjadi
kunci penting dalam mempercepat respons di lapangan.
“Setiap Polres sudah tahu timnya
masing-masing, mulai dari Sabhara, TNI, hingga tenaga medis. Semuanya sudah
disiapkan dan diatur sesuai surat perintah yang akan saya terbitkan.
Harapannya, langkah ini bisa membantu dan mengantisipasi secara maksimal,”
jelasnya.
Lebih lanjut, Irjen Helfi
menyebutkan bahwa terdapat lebih dari seratus titik rawan bencana di Lampung
yang menjadi fokus pemantauan. Dari titik-titik tersebut, sebagian besar
berpotensi banjir yang terjadi hampir setiap tahun.
Baca Lainnya :
- Bupati Novriwan Jaya Tutup TAF ke-9 20250
- Wakil Bupati Tubaba Nadirsyah Buka Tubaba Art Festival ke-IX Tahun 20250
- Kapolda Kunker di Polres Tulang Bawang Barat0
- Wakil Bupati Nadirsyah Hadiri Wisuda Perdana Politeknik Tunas Garuda Tubaba0
- Resmikan Sosialisasi Lima Pilar Pendidikan Karakter0
“Dari hasil pemetaan, ada sekitar
114 titik rawan bencana di Lampung dan 85 persen di antaranya merupakan wilayah
rawan banjir. Karena itu, kami mengajukan tambahan perlengkapan ke Mabes Polri,
terutama pelampung perorangan untuk anggota di lapangan,” ungkapnya.
Apel kesiapsiagaan ini diikuti oleh
752 personel Polri dan 242 peserta dari unsur eksternal, meliputi TNI, BPBD,
Basarnas, serta instansi terkait lainnya. Ribuan personel tersebut siap
dikerahkan ke lokasi rawan bencana kapan pun dibutuhkan.
Tak hanya menyiapkan personel,
Irjen Helfi juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama
di wilayah yang kerap dilanda banjir. Ia menekankan pentingnya langkah-langkah
antisipatif sejak dini agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian
materi.
“Masyarakat perlu waspada, terutama
saat hujan deras dan air mulai naik. Koordinasi dengan PLN sangat penting agar
listrik segera dipadamkan di wilayah terdampak banjir karena banyak kasus
korban tersengat listrik,” imbaunya.
Selain itu, Kapolda mengingatkan
warga agar menjaga barang-barang berharga saat proses evakuasi berlangsung.
Menurutnya, aparat kepolisian juga telah menyiapkan langkah-langkah untuk
mengamankan rumah warga yang ditinggalkan.
“Pada saat evakuasi, masyarakat
harus mengamankan barang berharga masing-masing. Polisi dari Reserse dan Lalu
Lintas juga akan bertugas, mulai dari patroli pascabanjir hingga pengaturan
arus lalu lintas di lokasi terdampak,” pungkasnya.
Apel kesiapsiagaan tersebut
mencerminkan kesiapan penuh jajaran Polda Lampung dan seluruh instansi terkait
dalam menghadapi potensi bencana di musim penghujan tahun ini. Dengan sinergi
lintas sektor, diharapkan penanganan bencana di Lampung dapat berjalan cepat,
tanggap, dan terkoordinasi dengan baik. [MFH/**]











3.jpg)