- Satres Narkoba Polres Tanggamus Tangkap Diduga Pengedar Sabu di Bandar Negeri Semuong
- DPRD Setujui Tiga Ranperda, Banggar dan Pansus Sampaikan Hasil Pembahasan
- Wagub Jihan Temui Massa Aksi Mahasiswa, Pemprov Kawal Aspirasi ke Pemerintah Pusat
- Pemprov Perkuat Langkah Antisipasi Dampak El Nino terhadap Inflasi dan Ketahanan Pangan
- Pemprov Lampung Matangkan Persiapan MPLS Sekolah Rakyat
- Gubernur Dorong ASN Optimalkan Lampung In untuk Percepat Layanan Publik Digital
- Rumah Sakit Hewan Segera Beroperasi di Provinsi Lampung
- Gubernur Apresiasi Panji Sewu Gelar Tradisi Suran dan Jamasan Pusaka
- Sekda Nukman Resmikan Ponpes Miftahurrohmah II, Dorong Santri Punya Ijazah Formal
- Peringati 1 Muharam 1448 H, Bupati Parosil Ajak Warga Perkuat Iman dan Dukung Program Pemerintah
Bupati Ela Siti Nuryamah Teken Serah Terima Alat Cathlab dari Kemenkes RI untuk RSUD Sukadana

LAMPUNG TIMUR, MFH,-- Bupati
Lampung Timur Ela Siti Nuryamah melakukan penandatanganan berita acara serah
terima alat Cathlab dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kepada Rumah
Sakit Umum Daerah Sukadana. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Komite Medik
RSUD Sukadana, Jumat (20/02/2026).
Turut mendampingi Bupati dalam
kesempatan tersebut Plt Kepala Dinas Kesehatan, Plt Direktur RSUD Sukadana
beserta jajaran manajemen rumah sakit.
Dalam sambutannya, Bupati
menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kementerian
Kesehatan atas bantuan alat kesehatan berteknologi tinggi tersebut. Menurutnya,
keberadaan Cathlab menjadi langkah besar dalam meningkatkan layanan kesehatan,
khususnya bagi masyarakat Lampung Timur yang menderita penyakit jantung.
Baca Lainnya :
- Uji Fungsi Cathlab RSUD Sukadana Sukses, Layanan Jantung Canggih Segera Hadir di Lamtim0
- Bupati Ela Siti Nuryamah Launching Gerai UMKM PC APIMSA, Dorong UMKM Naik Kelas0
- Sekda Lamtim Rustam Effendy Lantik Dua Plt Camat0
- Bupati Hadiri Pencanangan EPIKS di Ponpes Muhammadiyah Abu Dzar Al Gifari0
- Sinergi Pemda dan Masyarakat, Penanganan Darurat Ruas Jalan Bumi Jawa–Tanjung Kesuma Dikebut0
“Data di RSUD Sukadana menunjukkan
poli jantung melayani sekitar 40–60 pasien per hari. Jika dirata-rata,
jumlahnya mencapai 600 hingga 800 pasien per bulan. Ini angka yang signifikan
dan harus kita tangani secara maksimal,” ujar Bupati.
Ia menegaskan, secara sarana dan
prasarana, RSUD Sukadana telah siap mengoperasikan alat tersebut. Tenaga medis,
termasuk dokter spesialis dan perawat terlatih, telah tersedia dan siap
memberikan pelayanan. Saat ini, proses yang tengah diselesaikan adalah
perizinan operasional terkait aspek radiasi dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir
(Bapeten). Setelah izin terbit, alat Cathlab dipastikan segera dapat
difungsikan sepenuhnya.
Bupati juga menekankan bahwa sektor
kesehatan merupakan salah satu tumpuan utama Kabupaten Lampung Timur selain
infrastruktur. Dengan jumlah penduduk sekitar 1.150.000 jiwa, seluruh
masyarakat membutuhkan layanan kesehatan tanpa terkecuali.
“Kalau dinas lain melayani sektor
tertentu, kesehatan melayani semua profesi dan seluruh lapisan masyarakat.
Karena itu, saya minta pelayanan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa RSUD sebagai
rumah sakit milik pemerintah memiliki kewajiban memberikan pelayanan yang adil
dan tidak membeda-bedakan pasien, baik dari segi kelas perawatan maupun latar
belakang ekonomi. Minimal, setiap pasien harus mendapat kunjungan dan
pemantauan dari perawat atau petugas medis sebanyak 3–4 kali dalam sehari.
Bupati juga mengungkapkan bahwa
nilai investasi alat Cathlab tersebut mencapai sekitar Rp17,5 miliar. Ia
menyebut, bantuan ini merupakan hasil perjuangan dan pengabdian para pimpinan
dan jajaran RSUD serta pemerintah daerah sebelumnya yang patut disyukuri
bersama.
“Ini aset besar bagi daerah. Mari
kita jaga, kita manfaatkan dengan maksimal, dan kita tingkatkan kinerja
pelayanan. Masyarakat tidak menuntut yang muluk-muluk, mereka hanya ingin
pelayanan yang baik, cepat, dan sepenuh hati,” pungkasnya.
Dengan hadirnya Cathlab di RSUD
Sukadana, diharapkan penanganan penyakit jantung di Lampung Timur dapat
dilakukan lebih cepat dan tepat, sehingga masyarakat tidak perlu lagi dirujuk
jauh ke luar daerah untuk mendapatkan tindakan medis lanjutan. [MFH/Komdigi
Lamtim]











3.jpg)