- Sekdaprov Marindo Pimpin Rapat Evaluasi Sekolah Rakyat bersama BPKP
- Sekda Tedi Zadmiko Ikuti Rakor Virtual dengan Kantor Staf Kepresidenan RI
- BNN Provinsi Lampung dan Pemkot Metro Perkuat Sinergi P4GN
- Polres dan Pemkot Metro Gelar Aksi Korve, Wujudkan Sinergi dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
- Bupati dan Wakil Bupati beserta Kadiskes serta Kepala OPD lain Tatap Muka Dalam Rangka Konsultasi
- Wakil Bupati Umi Laila Buka Musrenbang Kecamatan Banyumas
- Pemkab Pringsewu Bersama Forkopimda Laksanakan Kerja Bakti Pembersihan Fasilitas Publik
- Pemkab Pesawaran Laksanakan Gerakan Bersih-Bersih Dukung Indonesia ASRI
- Petani Keluhkan Perbaikan Tanggul Way Pisang Asal-Asalan, BBWS Lampung Tutup Mata
Membanggakan, MTQ ke-52 Lampung, Metro Raih Peringkat Tiga

METRO, MFH,-- Musabaqah Tilawatil
Qur’an (MTQ) ke-52 Tingkat Provinsi Lampung resmi ditutup pada Sabtu
(13/12/2025) di Balai Keratun Lantai III, Kompleks Kantor Gubernur Lampung.
Penutupan berlangsung khidmat dan menjadi penanda berakhirnya rangkaian
kegiatan keagamaan tingkat provinsi tersebut.
Keluar sebagai Peringkat 1 adalah
Kabupaten Tanggamus, dan Peringkat 2 adalah Kota Bandar Lampung, dan Peringkat
3 adalah Kota Metro, disusul Kabupaten Lampung Selatan Peringkat 4, Kabupaten
Lampung Tengah Peringkat 5, dan lainnya.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani
Djausal secara resmi menutup kegiatan MTQ ke-52 melalui Asisten Pemerintahan
dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung, Muhammad Firsada. Kehadiran
perwakilan Gubernur ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung
penguatan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Baca Lainnya :
- Kapolda Hadiri Launching dan Festival UMKM Mitra Adhyaksa 0
- Dukung UMKM Pemkot Metro dan Kejari teken MoU serta Salurkan CSR kepada 30 UMKM0
- Pemkot Metro Apresiasi Terbentuknya AGPAII0
- 1.200 Anak PAUD Terima Kartu Metro Bahagia sebagai Bentuk Komitmen Pemerataan Pendidikan0
- Kejari Metro Komitmen Dukung Wujudkan Kota Layak Anak dan Jamin Hak-hak Hukum Anak0
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad
Firsada juga hadir sebagai Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an
(LPTQ) Provinsi Lampung. Ia mengikuti seluruh rangkaian penutupan bersama
sejumlah pejabat dan tokoh penting Provinsi Lampung.
Penutupan MTQ ke-52 turut dihadiri
Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, Ketua Dharma Wanita
Persatuan (DWP) Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo, serta Kepala Biro
Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Lampung Yuri Agustina Primasari. Kehadiran
para tokoh tersebut menambah khidmat suasana acara.
MTQ ke-52 Tingkat Provinsi Lampung
diikuti oleh sebanyak 464 peserta. Rinciannya terdiri dari 246 peserta putra
dan 218 peserta putri yang berasal dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
Para peserta berkompetisi pada
sembilan cabang lomba yang dipertandingkan. Cabang tersebut meliputi Tilawatil
Qur’an, Qira’at As-Sab’ah, Hifzhil Qur’an, Tafsiril Qur’an, Fahmil Qur’an,
Syarhil Qur’an, Khottil Qur’an, Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, serta
Musabaqah Al-Hadits.
Kota Metro menjadi salah satu
daerah yang menunjukkan prestasi membanggakan pada ajang MTQ ke-52 ini. Dari 34
peserta yang dikirimkan, sebanyak 25 peserta berhasil meraih gelar juara.
Atas capaian tersebut, Kota Metro
berhasil menempati peringkat ketiga dalam klasemen Juara Umum MTQ ke-52 Tingkat
Provinsi Lampung. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemerintah
dan masyarakat Kota Metro.
Dalam sambutan tertulis Gubernur
Lampung yang dibacakan Muhammad Firsada, disampaikan bahwa seluruh rangkaian
MTQ ke-52 telah selesai dilaksanakan setelah melalui proses lomba, pembinaan,
dan kerja keras seluruh kafilah.
Ia menyampaikan bahwa beberapa hari
terakhir telah diisi dengan berbagai perlombaan dan pembinaan intensif bagi
para peserta. Penutupan MTQ menjadi tahap akhir untuk menetapkan hasil
sekaligus mengambil pelajaran penting dari kegiatan tersebut.
Gubernur Lampung juga menegaskan
bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan semata. MTQ merupakan sarana strategis
untuk membangun budaya tilawah, hafalan, pemahaman, serta pengamalan
nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Sejak pertama kali digelar secara
nasional pada tahun 1968, MTQ telah menjadi bagian penting dalam pembentukan
karakter bangsa. Melalui MTQ, nilai-nilai religius dan akhlak Qur’ani terus
ditanamkan kepada generasi muda.
Dalam sambutannya, Gubernur
menyebutkan bahwa hasil dari pembinaan MTQ selama ini sangat nyata. Indonesia
dikenal memiliki qari dan qariah berkualitas dunia serta ulama yang kiprahnya
diakui secara internasional.
Hal tersebut, menurutnya,
membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat global
melalui penguatan nilai-nilai Al-Qur’an. Prestasi ini harus terus dijaga dan
ditingkatkan.
Gubernur Lampung juga menekankan
bahwa MTQ tidak boleh dimaknai sebagai kegiatan seremonial belaka. Lebih dari
itu, MTQ merupakan sarana pembentukan disiplin, karakter, dan keteladanan bagi
para pesertanya.
Ia berharap nilai-nilai Al-Qur’an
yang dipelajari dan dilombakan selama MTQ dapat terus diamalkan dalam kehidupan
sehari-hari, baik oleh peserta maupun masyarakat luas.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur
Lampung menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil meraih
prestasi terbaik. Ia mengapresiasi kerja keras dan dedikasi para kafilah dari
seluruh daerah.
Namun demikian, Gubernur juga
mengingatkan agar prestasi yang diraih tidak menjadi akhir dari proses
pembelajaran. Para peserta diminta untuk terus berlatih dan mengasah kemampuan.
Ia berharap para peserta MTQ
Provinsi Lampung ke depan mampu tampil dan berkiprah di tingkat nasional bahkan
internasional, membawa nama baik daerah dan bangsa.
Di akhir sambutan, Gubernur
mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pembina, guru, hingga
orang tua, untuk menjaga momentum MTQ. Pendampingan dan pembinaan berkelanjutan
dinilai sangat penting bagi perkembangan para peserta.
Dengan berakhirnya MTQ ke-52 ini,
diharapkan semangat Al-Qur’an tetap hidup dan memberikan manfaat besar bagi
pembangunan karakter umat serta kemajuan daerah Provinsi Lampung. [MFH/Diskominfo
Metro]











3.jpg)