- Polsek Wonosobo Tangkap Pelaku Pemerasan Disertai Pengancaman di Jalur Suoh BNS Tanggamus
- Bupati Tanggamus Terima Rembuk Pemuda Lampung
- Terima Garuda TV Lampung, Bupati Tanggamus: Media Ikut Awasi Realisasi Pembangunan
- Diduga Cabuli Bocah Lelaki Berulang Kali, Kakek 69 Tahun Ditangkap Polisi
- Pemkot Metro Perkuat Pencegahan Korupsi melalui Integritas dan Partisipasi Masyarakat
- Wali Kota Metro Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
- Plt Bupati Lampung Tengah Lantik Sulpakar sebagai Pj Sekda
- Bupati Lampung Tengah Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026
- Bupati Dedi Irawan Serahkan Bantuan Dana
- Pemkab Pesisir Barat Ikuti Sosialisasi Kebijakan Transfer Daerah Kemendagri
Lampung Menjadi Provinsi dengan Inflasi Terendah secara Nasional

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Kepala Badan
Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia, Amalia Adininggar Widyasanti,
menyampaikan hasil perkembangan inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional dalam
Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir, Senin (11/11/2025).
Amalia
menjelaskan, hingga Oktober 2025, inflasi Indonesia masih terkendali dalam
kisaran target nasional 2,5 ± 1 persen. Berdasarkan data BPS, tercatat 37
provinsi di Indonesia mengalami inflasi, sedangkan 1 provinsi, yaitu Papua,
mengalami deflasi sebesar -0,92 persen.
Dari 37
provinsi yang mengalami inflasi, Lampung menjadi provinsi dengan inflasi
terendah secara nasional yaitu sebesar 0,30 persen.
Beberapa
provinsi yang mencatat inflasi di atas batas atas target nasional (>3,5
persen) antara lain Sumatera Barat sebesar 3,87 persen, Riau 3,85 persen,
Sulawesi Tengah 3,60 persen, dan Aceh 3,58 persen. Sementara itu, inflasi di
beberapa daerah lainnya masih berada dalam kisaran yang terkendali.
Kepala BPS
RI menyebut capaian Lampung menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah dalam
menjaga stabilitas harga, terutama pada komoditas pangan utama. Sinergi antara
pemerintah daerah, Bank Indonesia, Bulog, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah
(TPID) dinilai berjalan efektif melalui langkah penguatan pasokan, kelancaran
distribusi, dan operasi pasar rutin di berbagai wilayah.
Selain
menyampaikan data inflasi, Amalia juga memaparkan perkembangan pertumbuhan
ekonomi nasional triwulan III tahun 2025 yang mencapai 5,04 persen (year-on-year).
Angka tersebut menunjukkan perekonomian nasional masih tumbuh stabil di tengah
dinamika ekonomi global.
Provinsi
dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi tercatat di Maluku Utara sebesar 39,10
persen, diikuti Sulawesi Tengah 7,79 persen, dan Kepulauan Riau 7,48 persen.
Sementara dua provinsi mengalami kontraksi, yaitu Papua Tengah sebesar -16,11
persen dan Papua Barat -0,13 persen.
Dalam rapat
tersebut, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir menegaskan pentingnya peran Kepala
Daerah dalam menjaga inflasi tetap terkendali di wilayah masing-masing.
Menurutnya, koordinasi antara Pemerintah Daerah dan Pusat harus terus diperkuat
agar kebijakan pengendalian inflasi dapat berjalan konsisten di seluruh daerah.
[MFH Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











