- Ketua PMI Provinsi Lampung Lantik Pengurus PMI Lampung Selatan Masa Bakti 2026-2031
- Pengesahan Raperda APBD 2025 jadi Langkah Penguatan Akuntabilitas dan Pembangunan Lampung
- Pemprov Siapkan Arah Kebijakan Fiskal 2026-2027 yang Realistis dan Berkelanjutan
- Sidak Komisi III DPRD Lamsel ke PT. Ciomas, Ditemukan Kerusakan Sarana Pengolah Limbah
- Gubernur Apresiasi Semangat Pengabdian Purnawirawan Polri untuk Menjaga Stabilitas Lampung
- HAN 2026 Pesawaran: Perkuat Karakter dan Perlindungan Anak Songsong Indonesia Emas 2045
- Dinas Kesehatan Gelar Bimtek Penyuluhan Keamanan Pangan Bagi Pelaku Usaha UMKM
- IPeKB Kota Metro Perkuat Upaya Cegah Stunting Lewat Edukasi dan Bansos
- Sinergi P4S, IKWT, Perhiptani, dan KTNA Lamteng Perkuat Pengembangan Pertanian Berkelanjutan
- Perkuat Kemitraan Strategis, IKWT Lampung Tengah Audiensi ke Kementerian Pertanian RI
Ketua PMI Provinsi Lampung Lantik Pengurus PMI Lampung Selatan Masa Bakti 2026-2031
Tekankan Pengabdian Kemanusiaan

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Ketua Palang Merah
Indonesia (PMI) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, melantik Pengurus
PMI Kabupaten Lampung Selatan Masa Bakti 2026-2031 di Ballroom Rumah Makan
Begadang III, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (30/7/2026).
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari
rangkaian peringatan Hari Donor Darah Sedunia yang turut dimeriahkan dengan
kegiatan donor darah.
Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Kabupaten
Lampung Selatan, Erma Yusneli, resmi dilantik sebagai Ketua PMI Kabupaten
Lampung Selatan.
Baca Lainnya :
- Sidak Komisi III DPRD Lamsel ke PT. Ciomas, Ditemukan Kerusakan Sarana Pengolah Limbah0
- Sinergi BPJS Kesehatan dan Baznas Lampsel, Jamin Kesehatan Fakir Miskin Desil 10
- Kadis Sosial Lamsel Ungkap Penyebab Bantuan Belum Cair Meski Sudah Pegang ATM0
- Sambangi RA Al-Furqon, Yuti Rama Yanti Serahkan Bantuan Gedung dan Pantau Penerapan Menu MBG0
- Lima Bulan Terima Kartu Merah Putih, KPM Lansia Belum Pernah Bisa Ambil Bantuan0
Ketua PMI Provinsi Lampung Wulan Mirza
menegaskan prosesi pelantikan ini merupakan awal dari perjalanan panjang dalam
mengemban amanah kemanusiaan yang sangat mulia.
"Tugas sesungguhnya dimulai setelah kita
meninggalkan ruangan ini, yaitu memberikan pelayanan terbaik, menghadirkan
pertolongan, serta menebarkan kasih sayang kepada sesama manusia," ujar
Wulan Mirza.
Ia meyakini bahwa tugas kemanusiaan akan terasa
ringan apabila dijalankan dengan hati yang tulus. Menurutnya, setiap manusia
telah dianugerahi rasa kasih sayang, kepedulian, dan semangat untuk saling
menolong, yang menjadi fondasi utama dalam setiap gerakan PMI.
"Karena itu, seluruh pengurus PMI
Kabupaten Lampung Selatan untuk menjaga amanah yang telah diberikan dengan
penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan semangat pengabdian," katanya.
Wulan mengingatkan bahwa komitmen yang telah
diikrarkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata selama menjalankan organisasi.
"Keikhlasan merupakan landasan utama agar
setiap pengabdian memberikan manfaat kepada masyarakat," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wulan Mirza meminta
seluruh pengurus memperkuat konsolidasi internal dengan membangun organisasi
yang solid, efektif, serta menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik bersama
seluruh mitra kerja.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjadikan
Tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional
sebagai pedoman dalam setiap langkah pengabdian.
Selain itu, kesiapsiagaan menghadapi bencana
harus menjadi prioritas. Ia mendorong penguatan kapasitas relawan melalui
pelatihan, simulasi, serta penyediaan sarana dan prasarana penanggulangan
bencana dinilai menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
Ia juga mengingatkan arahan Ketua Umum PMI agar
seluruh jajaran PMI di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota mampu merespons
setiap kejadian bencana secara cepat.
Targetnya, PMI hadir di lokasi terdampak dalam
waktu maksimal enam jam setelah bencana terjadi, melalui koordinasi yang kuat
antara pengurus, relawan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Di bidang pelayanan kesehatan, Wulan Mirza
menekankan pentingnya memperkuat pelayanan donor darah melalui sinergi antara
Markas PMI dan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Lampung Selatan.
"Tugas kita adalah memastikan ketersediaan
darah sehingga pelayanan kepada pasien dapat berjalan dengan cepat dan
optimal," katanya.
Pembinaan relawan dan kader muda juga menjadi
perhatian. Menurutnya, regenerasi organisasi harus terus diperkuat melalui pengembangan
Palang Merah Remaja (PMR), Korps Sukarela (KSR), dan Tenaga Sukarela (TSR),
termasuk menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan serta satuan pendidikan
untuk menumbuhkan jiwa kemanusiaan di kalangan generasi muda.
Wulan Mirza berharap di bawah kepemimpinan PMI
Kabupaten Lampung Selatan yang baru, organisasi semakin maju, profesional, dan
mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ia turut mengajak seluruh pengurus membangun
hubungan yang harmonis dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Forum
Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dunia usaha, organisasi
kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak akan
menjadi kekuatan besar dalam menjalankan program-program kemanusiaan.
"Tujuan utama kita adalah menghadirkan PMI
yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. PMI harus hadir ketika
masyarakat membutuhkan bantuan, baik dalam pelayanan darah, penanggulangan
bencana, bantuan kemanusiaan, maupun pelayanan sosial lainnya," ujarnya.
Terakhir, Ia mengucapkan selamat kepada seluruh
Pengurus PMI Kabupaten Lampung Selatan Masa Bakti 2026-2031 yang baru dilantik.
"Semoga dengan kerja keras, kerja cerdas,
dan kerja ikhlas, kita mampu memberikan pelayanan kemanusiaan yang terbaik bagi
masyarakat Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, dan Indonesia,"
katanya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan
Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung, Muhammad Firsada, mewakili Gubernur
Lampung, mengatakan donor darah merupakan bentuk kepedulian sederhana yang
memiliki dampak sangat besar bagi keselamatan sesama.
Menurutnya, di balik setiap kantong darah yang
tersimpan di Unit Donor Darah PMI terdapat harapan hidup bagi banyak orang,
mulai dari ibu yang melahirkan, korban kecelakaan, anak yang menjalani
pengobatan, hingga pasien penyakit kronis.
"Setetes darah mungkin tampak sederhana,
tetapi nilainya jauh melampaui apa yang dapat kita lihat. Donor darah adalah
simbol kepedulian, solidaritas, dan persaudaraan antarsesama," ujarnya.
Ia berharap kepengurusan baru PMI Kabupaten
Lampung Selatan mampu menghadirkan berbagai inovasi, meningkatkan jumlah
pendonor darah sukarela, memperkuat kesiapsiagaan bencana, serta memperluas
kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, sekolah,
dan seluruh elemen masyarakat.
"Sebab ketika budaya saling menolong
tumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat, sesungguhnya kita sedang
membangun daerah yang lebih kuat, lebih sehat, lebih peduli, dan lebih
berdaya," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua PMI Kabupaten
Lampung Selatan, Erma Yusneli, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang
diberikan untuk memimpin PMI Kabupaten Lampung Selatan.
Menurutnya, amanah tersebut menjadi motivasi
untuk meningkatkan pengabdian dan memperkuat pelayanan kemanusiaan kepada
masyarakat.
"Amanah ini akan kami
jalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, kepedulian, serta komitmen
terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi dasar Gerakan Palang Merah
Indonesia," ujarnya. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]











3.jpg)