- IBI Tanggamus Lampaui Target Pap Smear, Sumbang Capaian Rekor MURI Lampung
- Kepala BPS RI Piminpin Apel Siaga, Gubernur Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi
- Bangun Lampung Berkarakter, Pemprov Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Adat
- Saat Muharam jadi Ruang Penebar Kebahagiaan bagi Yatim dan Penyandang Disabilitas
- Lampung Perkuat Peningkatan SDM, Gubernur Mirza Ajak PTMA Bersinergi
- Camat Talang Padang Pimpin Bersih-bersih Titik Rawan Banjir
- Wali Kota Metro Lepas 15 Atlet Airsoftgun Komunitas KDRT ke Kejurnas INASOC II Jakarta
- Wakil Wali Kota Metro Hadiri Pembukaan Turnamen Tenis Kapolres Cup 2026
- Azwar Hadi Kembali Pimpin PMI Lampung Timur Periode 2026–2031
- Sekda Rustam Effendi Buka MUSKAB V PMI Lampung Timur
Heboh! Acara Miss Universe 2025 di Thailand Diwarnai Aksi Walk-Out Kontestan

Rangkaian acara Miss Universe 2025 yang
berlangsung di Thailand diwarnai aksi walk-out sejumlah kontestan. Insiden ini
terjadi saat sesi pra-kontes pada Selasa, 4 November, menyusul perdebatan
antara penyelenggara dan Miss Meksiko, Fátima Bosch.
Rekaman video memperlihatkan Direktur Miss Universe Thailand, Nawat
Itsaragrisil, meminta para kontestan untuk mempromosikan negara tuan rumah. Ia
kemudian menegur Bosch karena menolak mengikuti sesi pemotretan yang hasilnya
akan dibagikan di media sosial. Bosch menyatakan dirinya dilarang oleh direktur
kontes Meksiko untuk memposting konten tersebut.
Ketegangan meningkat ketika Itsaragrisil menuntut konfirmasi lisan dari Bosch
bahwa dia bersedia memposting tentang Thailand. Saat beberapa kontestan meminta
pengulangan pertanyaan, Itsaragrisil menolak dan hanya menanyai Bosch karena
menerima laporan terkait tindakannya. Bosch membantah klaim tersebut, namun
Itsaragrisil tetap menyebut Bosch "bodoh".
Bosch menegaskan haknya dengan mengatakan, "Karena saya punya suara,"
dan menambahkan, "Anda tidak menghormati saya sebagai seorang
perempuan," sebelum berjalan keluar dari lokasi acara. Beberapa kontestan
lain mengikuti Bosch meninggalkan ruangan. Itsaragrisil kemudian meminta siapa
pun yang ingin melanjutkan kontes tetap duduk.
Seperti di lansir Viva.co.id, organisasi penyelenggara Miss Universe merespons
insiden ini melalui akun Instagram resmi, menegaskan komitmen mereka untuk
menjunjung tinggi kehormatan, keselamatan, dan integritas seluruh peserta,
staf, dan pemangku kepentingan. Delegasi tingkat tinggi yang dipimpin Direktur
Utama Mario Búcaro dikirim ke Thailand untuk memperkuat kolaborasi dengan
negara tuan rumah, Miss Grand International Organization (MGI), dan otoritas
terkait.
Organisasi menambahkan bahwa mereka akan memastikan lingkungan yang aman dan
profesional bagi seluruh delegasi peserta kontes, sekaligus menegaskan dedikasi
terhadap perlindungan hak-hak peserta. [MFH / dbs /**]
Presiden Prabowo Bicara Pembatasan Game Daring
PUBG Buntut Ledakan di SMAN 72
JAKARTA, MFH,-- Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan pembatasan permainan
daring (game online) menyusul insiden ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72
Jakarta.
Baca Lainnya :
- Polsek Wonosobo Identifikasi Kebakaran Bagian Belakang Truk Tangki Bermuatan CPO 0
- Ketua Komisi III DPRD Lampung Selatan Laksanakan IPWK di Pematang Baru0
- Ketua Komisi III DPRD Lampung Selatan Yuti Rama Yanti Layangkan Hak Jawab0
- Memaknai HUT ke-80 Korp Marinir, Prajurit dan Jalasenastri Yonif 7 Laksanakan Kunsos0
- Iptu Primadona Laila, Jabat Kasi Humas Polres Tanggamus0
Hal ini disampaikan Menteri
Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai mendampingi Presiden di
kawasan Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (9/11) malam.
"Beliau tadi menyampaikan bahwa kita perlu memikirkan bagaimana cara
membatasi dan mencari solusi terhadap pengaruh-pengaruh dari game online,"
kata Prasetyo, seperti dilansir Viva.co.id.
Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo menyoroti dampak negatif sejumlah permainan
daring yang dinilai berpotensi memengaruhi perilaku generasi muda, terutama
game dengan unsur kekerasan.
"Tidak menutup kemungkinan ada game online yang di dalamnya terdapat
hal-hal yang kurang baik dan bisa memengaruhi generasi kita ke depan,"
ujarnya.
Prasetyo mencontohkan permainan bertema pertempuran seperti PlayerUnknown's
Battlegrounds (PUBG) yang menampilkan berbagai jenis senjata dan adegan
kekerasan. Menurutnya, hal tersebut berpotensi memengaruhi psikologis pemain.
"Misalnya, contoh PUBG, di situ banyak jenis senjata yang mudah sekali
dipelajari. Ini berbahaya karena bisa menumbuhkan kebiasaan melihat kekerasan
sebagai hal yang wajar," tutur Prasetyo.
Ia menyebut, pemerintah tengah memikirkan pembatasan tertentu terhadap jenis
permainan daring yang mengandung unsur kekerasan dan berdampak pada perilaku
sosial remaja.
Selain soal game daring, pemerintah juga menyoroti faktor lain yang berpotensi
memicu kekerasan di lingkungan sekolah, yakni tindakan perundungan (bullying).
Prasetyo mengimbau agar seluruh pihak, baik siswa maupun tenaga pendidik,
menghindari perilaku negatif yang dapat berdampak buruk, termasuk aksi
perundungan di sekolah. [MFH/dbs/**]











3.jpg)