- Diduga Cabuli Bocah Lelaki Berulang Kali, Kakek 69 Tahun Ditangkap Polisi
- Pemkot Metro Perkuat Pencegahan Korupsi melalui Integritas dan Partisipasi Masyarakat
- Wali Kota Metro Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
- Plt Bupati Lampung Tengah Lantik Sulpakar sebagai Pj Sekda
- Bupati Lampung Tengah Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026
- Bupati Dedi Irawan Serahkan Bantuan Dana
- Pemkab Pesisir Barat Ikuti Sosialisasi Kebijakan Transfer Daerah Kemendagri
- Pamapta dan Reskrim Polres Tanggamus Amankan Terduga Pencuri 11 Tandan Pisang
- Pemprov Lampung Perkuat Layanan Kanker, Deteksi Dini Jadi Perhatian Utama
- Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
Festival Kakao Lampung Timur Dorong Hilirisasi
Bupati Ela Ajak Petani Ciptakan Produk Bernilai Tambah

WAY JEPARA, MFH,-- Pemerintah Kabupaten Lampung
Timur terus memperkuat sektor perkebunan kakao sebagai salah satu komoditas
unggulan daerah melalui penyelenggaraan Festival Kakao Lampung Timur di Desa
Sumur Bandung, Kecamatan Way Jepara. Kegiatan yang secara resmi dibuka oleh
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, ini menjadi momentum memperkuat
kolaborasi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, akademisi, lembaga
pendamping, dan masyarakat dalam membangun industri kakao yang berdaya saing.
Mengusung tema "Transformasi Kakao Lampung
Timur", festival ini menjadi wadah untuk mendorong peningkatan kualitas,
produktivitas, serta hilirisasi kakao agar mampu bersaing di pasar nasional
maupun internasional.
Dalam sambutannya, Bupati Ela Siti Nuryamah menegaskan
bahwa pengembangan kakao tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi,
tetapi harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari budidaya, penanganan
pascapanen, pengolahan, hingga pemasaran yang mampu memberikan nilai tambah
bagi petani.
Baca Lainnya :
- Wakil Bupati Lampung Timur Ikuti Bimtek ASWAKADA0
- Sekda Rustam Effendi Hadiri Kunjungan Kerja Menteri PPN/Bappenas0
- Pemkab Lampung Timur Gandeng Kementerian UMKM0
- Kejari Lampung Timur Selamatkan Aset Daerah Rp5,5 Miliar0
- Harkopnas ke-79, Bupati Ela Ajak Perkuat Koperasi dan UMKM 0
"Kita harus terus melakukan transformasi,
mulai dari cara budidaya, peningkatan kualitas hasil panen, pengolahan
pascapanen hingga pemasaran yang lebih modern dan berorientasi pada nilai
tambah," ujar Bupati.
Menurutnya, Lampung Timur memiliki potensi
besar untuk menjadi salah satu sentra kakao unggulan di Indonesia. Oleh karena
itu, para petani didorong tidak hanya menjual biji kakao mentah, tetapi juga
mampu menghasilkan berbagai produk olahan seperti cokelat, bubuk kakao, minuman
cokelat, hingga aneka produk kreatif berbahan dasar kakao.
Bupati Ela juga mengajak seluruh pemangku
kepentingan membangun ekosistem kakao dari hulu hingga hilir agar manfaat
ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
"Mari kita jadikan kakao sebagai
salah satu identitas dan kebanggaan Kabupaten Lampung Timur dengan membangun
ekosistem kakao dari hulu hingga hilir, sehingga mampu meningkatkan
kesejahteraan petani, membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan UMKM, serta
menggerakkan perekonomian daerah," katanya.
Festival Kakao tahun ini turut menghadirkan
pameran berbagai varietas kakao dan produk turunannya. Pengunjung juga dapat
melihat beragam inovasi pertanian ramah lingkungan, mulai dari pupuk organik,
fungisida organik, hingga bahan pengendali hama alami yang mendukung budidaya
kakao berkelanjutan.
Suasana festival semakin semarak saat seluruh
tamu undangan, peserta, dan pengurus bersama-sama menikmati minuman cokelat
sebagai simbol kebersamaan sekaligus kampanye peningkatan konsumsi produk kakao
lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Forum APIK
menekankan pentingnya membangun petani kakao yang mandiri melalui penerapan
budidaya berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa tanaman kakao memiliki manfaat
ekologis karena mampu mendukung penghijauan dan konservasi lingkungan, sekaligus
mengurangi ketergantungan terhadap insektisida kimia melalui pemanfaatan
pestisida dan fungisida organik.
Forum APIK juga terus mengoordinasikan para
petani agar program pembinaan dan pendampingan berjalan lebih efektif. Sejumlah
standar penanganan pascapanen turut disosialisasikan, di antaranya larangan
menjemur biji kakao langsung di atas tanah serta pentingnya proses penjemuran
yang optimal untuk menjaga kualitas hasil panen.
Selain itu, Forum APIK memperkenalkan rencana
pengembangan Aplikasi Sistem APIK, sebuah platform digital yang akan memudahkan
pendataan petani, pengelolaan keanggotaan, penyampaian program, hingga
monitoring perkembangan sektor kakao secara lebih cepat, akurat, dan
terintegrasi.
Festival ini juga dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten
Lampung Timur, para kepala perangkat daerah, camat, serta sejumlah pimpinan
lembaga non-pemerintah dan mitra pembangunan. Hadir pula berbagai organisasi
dan perusahaan yang selama ini aktif mendukung pengembangan kakao, di antaranya
Rikolto, PBN, GIZ, KAWAN TANU, GEMA CITA, CSP, OFI, Barry Callebaut, Mars,
Terve Chocolate, dan PT Tani.
Melalui sinergi antara pemerintah, petani,
dunia usaha, dan berbagai mitra pembangunan, Festival Kakao Lampung Timur
diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat hilirisasi komoditas kakao,
meningkatkan kesejahteraan petani, serta mengukuhkan Lampung Timur sebagai
salah satu daerah penghasil kakao berkualitas yang mampu bersaing di pasar
global. [MFH/Komdigi Lampung Timur]











