- Polres Tanggamus Raih Peringkat Satu Penginputan Sisdivkum dan Peringkat Tiga Penyuluhan Hukum
- Pemprov Lampung Siap Dukung Porprov ke-X, Jadi Ajang Persiapan Menuju PON 2028
- Gubernur Mirza Laksanakan Panen Raya Jagung dan Lantik Pengurus HKTI Lamsel
- Wagub Dorong Media Perempuan jadi Mitra Strategis Pemprov Promosikan Potensi Lampung
- Wagub Jihan Nurlela Dorong Pejabat Baru Pastikan Kebijakan Berdampak Langsung bagi Masyarakat
- Pesawaran Bersholawat Tandai Satu Tahun Capaian Pembangunan
- Percepat Pemadaman Kebakaran TPA Taman Sari, Bupati Instruksikan Penanganan Lintas Sektor
- Pemkot Metro Dorong Tata Kelola Pendidikan yang Cerdas dan Religius
- Putri Nuban Warnai Lampung Tapis Karnaval
- Plt. Bupati Lampung Tengah Perkuat Kesiapsiagaan dan Sinergi Hadapi Karhutla
Didukung Infrastruktur Lengkap, Lampung Mantapkan Daya Tarik Investasi dan Hilirisasi

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung terus memperkuat kolaborasi antardaerah guna mendorong pertumbuhan
ekonomi melalui pengembangan investasi, kawasan industri, dan hilirisasi
komoditas unggulan.
Hal tersebut ditegaskan Pemerintah Provinsi
Lampung saat menerima kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Malang, di Ruang
Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Selasa (8/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Gubernur Jihan
memaparkan berbagai potensi strategis yang dimiliki Provinsi Lampung sebagai
salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menegaskan bahwa posisi
Lampung sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera menjadi keunggulan tersendiri
dalam menarik investasi dan mengembangkan sektor industri.
Baca Lainnya :
- Kukuhkan Tiga Forum Strategis, Gubernur Mirza Ajak Semua Elemen Jaga Harmoni Lampung0
- Pemprov Lampung Dorong Produktivitas Pertanian Melalui Bimtek Pupuk Hayati Cair0
- Gubernur Mirza Dorong Peran Bidan Perkuat Deteksi Dini Kanker Serviks 0
- Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Bersama Forkopimda0
- Di Balik Biru Selat Sunda: Luka Purba yang Menjadi Keindahan0
Lampung memiliki jumlah penduduk sekitar 9,5
juta jiwa dan lebih dari 68 persen berada pada usia produktif. Kondisi tersebut
menjadi modal penting dalam mendukung pengembangan industri yang berdaya saing
dan berkelanjutan.
Jihan juga mengungkapkan bahwa perekonomian
Lampung pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh sebesar 5,58 persen, tertinggi di
Pulau Sumatera. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor pertanian yang
menjadi kekuatan utama daerah, dengan komoditas unggulan seperti ubi kayu,
nanas, kopi robusta, gula, jagung, pisang, serta sektor peternakan.
Untuk mendukung masuknya investasi, Pemerintah
Provinsi Lampung telah menyiapkan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) seluas
lebih dari 22 ribu hektare yang tersebar di sejumlah wilayah strategis.
Kawasan tersebut didukung oleh infrastruktur
yang memadai, mulai dari Jalan Tol Trans Sumatra, Pelabuhan Panjang, Pelabuhan
Bakauheni, Bandara Radin Inten II, hingga jaringan perkeretaapian.
Meski memiliki potensi besar, Jihan menilai
tantangan yang dihadapi saat ini adalah memperkuat hilirisasi komoditas
unggulan agar hasil pertanian tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah,
tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.
"Tentu saya berharap kunjungan kerja
Pemerintah Kabupaten Malang ini dapat menjadi inisiasi yang baik bagi kita untuk
berkolaborasi ke depan. Terkait kawasan industri, saat ini kita memang
sama-sama sedang melakukan penjajakan dan pengembangan perencanaan. Meski
demikian, hal tersebut tidak menutup kemungkinan bagi kita untuk menjajaki
kolaborasi di bidang-bidang lainnya," ujar Jihan.
Sementara itu, Bupati Malang, H. M. Sanusi,
menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Provinsi Lampung. Menurutnya,
Lampung telah berhasil mengembangkan kawasan industri yang terintegrasi dengan
sistem logistik dan pelabuhan, sehingga dapat menjadi referensi bagi Kabupaten
Malang dalam menyusun strategi pembangunan ekonomi daerah.
Sanusi menjelaskan bahwa Kabupaten Malang
memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, hortikultura,
peternakan, perikanan, pariwisata, hingga industri pengolahan. Pada tahun 2025,
Kabupaten Malang mencatatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar
Rp150,23 triliun dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,92 persen.
Ia juga memaparkan sejumlah proyek strategis
yang tengah dipersiapkan melalui skema investasi dan Kerja Sama Pemerintah dan
Badan Usaha (KPBU), di antaranya pembangunan Jalan Tol Malang–Kepanjen,
pengembangan RSUD Kanjuruhan, pembangunan Alun-Alun Kepanjen, pengembangan
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, revitalisasi Pasar Lawang, pembangunan
Bromo Vulkanologi Park, hingga proyek Sky Train untuk mendukung sektor
pariwisata.
Melalui pertemuan tersebut, Pemerintah Provinsi
Lampung dan Pemerintah Kabupaten Malang sepakat memperkuat komunikasi dan
membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan kawasan industri,
peningkatan investasi, percepatan hilirisasi komoditas unggulan, serta
mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan
untuk kesejahteraan masyarakat di kedua
daerah. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)