- Bupati Tanggamus Dorong Transparansi Layanan Bapenda
- Purnama Wulan Sari Mirza Dukung Gerakan Sejuta Vaksin HPV
- Wagub Jihan Pastikan Kesiapan Akademik dan Sosial Peserta Didik
- Harganas ke-33, Pemprov Perkuat Sinergi Bangun Keluarga Tangguh dan Generasi Berkualitas
- Gubernur Mirza Ajak KAHMI dan FORHATI Perkuat Kolaborasi Wujudkan Lampung Maju
- Nobar Piala Dunia Jadi Ajang Silaturahmi, Wagub Jihan Ajak Warga Dukung UMKM Lampung
- Kapolres AKBP Rahmad Sujatmiko Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat 56 Personel Polres Tanggamus
- Sekala Bekhak XII Bukan Sekadar Pesta, Tapi Penjaga Jati Diri Lampung Barat
- PMKNU Pertama di Lambar, Cetak Pemimpin yang Siap Bangun Daerah dan Jaga NKRI
- Terima Audiensi Mahasiswa IPB, Bupati Dorong Lahirnya Generasi Penggerak Hilirisasi Kopi Lambar
Bupati Tanggamus Dorong Transparansi Layanan Bapenda
Sinergi dengan Notaris dan PPAT untuk Tingkatkan PAD


TANGGAMUS, MFH,-- Pemerintah Kabupaten
Tanggamus memperkuat sinergi dengan Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Pejabat
Pembuat Akta Tanah (PPAT) melalui kegiatan silaturahmi, penyerahan akun, serta
Ngisi Bareng (Ngibar) Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Aula UMKM Tanggamus,
Kamis, 2 Juni 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Badan Pendapatan
Daerah (Bapenda) Kabupaten Tanggamus tersebut dihadiri langsung Bupati
Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., Kepala Bapenda Nanang
Sumarlin, Sekretaris Bapenda Bayu Mahardika, Kabag Protokol Hendra Ferry, serta
jajaran notaris dan PPAT se-Kabupaten Tanggamus.
Baca Lainnya :
- Kapolres AKBP Rahmad Sujatmiko Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat 56 Personel Polres Tanggamus 0
- Bupati Tanggamus Minta Program Kopi Tak Berhenti di Ruang Rapat0
- Bupati Tanggamus Serahkan Lima Unit Alsintan Bantuan Kementan0
- Polres Tanggamus Gelar Upacara Hari Bhayangkara ke 800
- Wabup Tanggamus Minta Program MBG Tepat Sasaran0
Kepala Bapenda Tanggamus, Nanang Sumarlin,
mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah memperkuat kolaborasi dalam
meningkatkan kualitas pelayanan perpajakan daerah, khususnya Bea Perolehan Hak
atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan
Asli Daerah (PAD).
"Silaturahmi ini bertujuan meningkatkan
sinergi, meningkatkan kerja sama, serta tata kelola pelayanan Bapenda yang pada
akhirnya bermuara pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten
Tanggamus," kata Nanang.
Ia menjelaskan, Bapenda kini menerapkan sistem
pelayanan yang lebih tertata dengan menghadirkan loket pelayanan khusus bagi
notaris dan PPAT, sehingga seluruh proses administrasi memiliki alur yang jelas
dan akuntabel.
"Mulai tahun 2026 seluruh pelayanan kami
arahkan melalui loket resmi. Berkas masuk melalui loket, diproses sesuai
standar operasional, kemudian diserahkan kembali melalui loket. Ini bagian dari
upaya membangun pelayanan yang transparan dan akuntabel," ujarnya.
Nanang juga memaparkan capaian BPHTB selama
tiga tahun terakhir. Pada 2024, target sebesar Rp1,6 miliar terealisasi Rp1
miliar. Tahun 2025, realisasi melonjak menjadi Rp7,3 miliar dari target Rp2,5
miliar, yang sebagian besar ditopang pembebasan lahan milik Pertamina
Geothermal Energy. Sementara hingga Juni 2026, realisasi BPHTB mencapai sekitar
Rp443 juta dari target Rp3,5 miliar.
Dalam kesempatan itu, Nanang mengungkapkan
pihaknya menerima sejumlah masukan dari INI dan PPAT terkait perlunya
penyesuaian regulasi mengenai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan Zona Nilai
Tanah agar lebih sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
"Kami akan mengusulkan revisi Peraturan
Bupati terkait NJOP dan Zona Nilai Tanah berdasarkan masukan dari Ikatan
Notaris Indonesia dan PPAT, sehingga penetapan nilainya tidak memberatkan
masyarakat dan sesuai harga sebenarnya," jelasnya.
Sementara itu, Bupati Tanggamus Moh. Saleh
Asnawi menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam pelayanan perpajakan
daerah. Ia meminta seluruh pihak mengedepankan profesionalisme serta
menghindari praktik-praktik yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat.
"Saya ingin semuanya berjalan apa adanya,
transparan, dan tidak ada pihak-pihak yang meminta sesuatu di luar ketentuan.
Kita butuh tata kelola yang bersih agar penerimaan daerah bisa terus
meningkat," tegas Saleh Asnawi.
Bupati juga menyatakan Pemerintah Kabupaten
Tanggamus akan terus mendukung keberadaan notaris dan PPAT lokal agar memiliki
peran lebih besar dalam setiap aktivitas investasi maupun transaksi pertanahan
di daerah.
"Kalau nanti ada perusahaan-perusahaan
yang masuk ke Tanggamus, tentu kita dorong agar memanfaatkan notaris dan PPAT
yang ada di daerah ini. Dengan begitu manfaat ekonominya juga dirasakan oleh
masyarakat Tanggamus," ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten
Tanggamus berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, notaris, dan PPAT
semakin kuat dalam menciptakan pelayanan publik yang transparan, meningkatkan
kepatuhan perpajakan, sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah sebagai
penopang pembangunan daerah. [MFH/Din/rils]











3.jpg)