- Lepas 598 Peserta Jamnas XII, Gubernur Tekankan Penguatan Karakter dan Integritas Generasi Muda
- M. Ardhiansyah Resmi Pimpin Dinas Kominfotiksan Pesawaran
- Bupati Nanda Indira Lepas Kontingen Jambore Nasional XII Pesawaran
- Kontingen Pramuka Lamtim Siap Ukir Prestasi di Jambore Nasional XII 2026
- Dinas PUTR Metro Pertama Kali Dinilai Ombudsman
- Pemkot Metro Tekankan Penilaian Pelayanan Publik
- Pemkab Pesisir Barat Siapkan APBD 2027
- Gubernur Dorong Mahasiswa Baru Unila jadi Agen Perubahan dan Pembangunan Lampung
- Pemprov Dorong HMI Kotabumi Perkuat Literasi, Kepemudaan dan Pemberdayaan Masyarakat
- Lubi.Co: Ketika Ruang Kerja, Kopi, dan Inklusi Bertemu
Bupati Pesisir Barat Hadiri Pengukuhan Arlin Agus Saputra sebagai Raja Setia Muda di Bangkunat

PESISIR BARAT, MFH,-- Bupati Pesisir Barat,
Dedi Irawan, menghadiri prosesi pengukuhan Arlin Agus Saputra sebagai Raja
Pekon Tanjung Rejo dengan adok (gelar adat) Raja Setia Muda dalam rangka
pelestarian adat dan budaya masyarakat Sai Batin di Kabupaten Pesisir Barat.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pekon Tanjung Rejo, Kecamatan Bangkunat,
Minggu (21/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Dedi Irawan
didampingi Wakil Bupati Pesisir Barat, Irawan Topani, S.H., M.Kn., Camat
Bangkunat, Camat Ngaras, para peratin se-Kecamatan Bangkunat, tokoh adat, tokoh
masyarakat, serta masyarakat setempat.
Turut hadir Saibatin Marga Bangkunat, Andi
Indrawara, S.Sos., yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan
Kearsipan Kabupaten Pesisir Barat. Sebagai pemangku adat, Andi Indrawara
menyandang gelar Suntan Indra Pemuka Pesirah Alam ke-18, penerus kepemimpinan
adat Saibatin Bangkunat dari pendahulunya, Pun Syahril Indra Bangsawan bergelar
Sutan Baginda Raja. Kedaloman Saibatin Bangkunat merupakan salah satu bagian
penting dalam struktur adat Sai Batin di Kabupaten Pesisir Barat, dengan pusat
kediaman adat (Lamban Gedung) yang berada di wilayah Bangkunat.
Baca Lainnya :
- Pemkab Gelar Rakor Tindak Lanjut Surat Edaran Bersama Kemendagri dan BPS Tahun 20260
- Pemkab Gelar Ekspose Pendahuluan Kajian Pengukuran Tingkat Kepuasan Masyarakat Tahun 20260
- Pemkab Ikuti Peluncuran Nasional E-Learning ASN Berintegritas oleh KPK dan LAN RI0
- Bupati Hadiri Pawai dan Tabligh Akbar Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H0
- Pemkab Pesibar Perkuat Pengelolaan Fiskal Melalui Rapat Tindak Lanjut Asistensi Kemendagri0
Prosesi adat yang berlangsung khidmat dan sarat
makna tersebut menandai pengukuhan resmi Arlin Agus Saputra sebagai Raja Pekon
Tanjung Rejo atau pemimpin jukuan (sub-marga). Pengukuhan ini menjadi bagian
dari tradisi masyarakat adat Sai Batin yang diwariskan secara turun-temurun
sebagai bentuk regenerasi kepemimpinan adat sekaligus simbol keberlanjutan
nilai-nilai budaya yang telah dijaga oleh para leluhur.
Bupati Dedi Irawan menyampaikan apresiasi
kepada seluruh tokoh adat dan masyarakat yang terus menjaga eksistensi adat dan
budaya di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, adat istiadat merupakan
warisan leluhur yang memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas
daerah, mempererat persatuan, dan menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
“Pelestarian adat dan budaya merupakan tanggung
jawab bersama. Nilai-nilai yang terkandung dalam adat Sai Batin menjadi kekuatan
dalam menjaga persatuan, kebersamaan, serta keharmonisan masyarakat Kabupaten
Pesisir Barat,” ujar Bupati.
Ia menambahkan bahwa keberadaan lembaga adat
memiliki peran penting dalam menjaga tatanan sosial masyarakat serta menjadi
mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan
nilai-nilai kearifan lokal.
Prosesi pengukuhan dilaksanakan sesuai tata
cara adat Sai Batin yang berlaku dan ditandai dengan rangkaian upacara adat
yang penuh makna serta filosofi. Kehadiran para saibatin, penyimbang adat,
tokoh masyarakat, dan unsur pemerintah daerah menjadi bukti kuatnya sinergi
antara pemerintah dan lembaga adat dalam menjaga, merawat, dan melestarikan
warisan budaya daerah.
Dengan dikukuhkannya Arlin Agus Saputra sebagai
Raja Setia Muda, diharapkan kepemimpinan adat di Pekon Tanjung Rejo dapat terus
berjalan dengan baik, mampu mengayomi masyarakat, menjaga marwah adat, serta
melestarikan nilai-nilai budaya Sai Batin sebagai bagian dari identitas dan
kekayaan budaya Kabupaten Pesisir Barat. [MFH/Diskominfotiksan Pesisir Barat]











3.jpg)