- Pemprov Perkuat Tata Organisasi Wujudkan Pemerintahan Efektif dan Berintegritas
- 2.038 Mahasiswa Baru Didorong Siapkan Kompetensi Dunia Kerja
- Pesta Rakyat Batanghari Meriah, Bupati Ela Ajak Masyarakat Perkuat Kebersamaan
- Plt. Bupati Ajak Masyarakat Jadikan Semangat Kemerdekaan sebagai Modal Pembangunan
- Kejuaraan Pencak Silat Piala Ketua IPSI Lampung Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- Kapolda dan Bupati Tanam Bawang Putih Dukung Swasembada Nasional
- Karnaval Budaya Nusantara Pesisir Barat Meriah
- Bupati Saleh Asnawi Lepas Karnaval Budaya HUT ke-81 RI di Kota Agung
- Meriah !!! Sehari Kantor Kemenag Bandar Lampung jadi Panggung Kemerdekaan
- Dari Tumpeng hingga Estafet Kelereng, DWP Kemenag Bandar Lampung Semarakkan HUT RI
Bupati Parosil: Pembangunan Butuh Proses Tidak Instant

LAMPUNG BARAT, MFH,-- Nuansa
religius dan semangat pembangunan berpadu hangat dalam Pengajian Akbar
menyongsong Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriyah yang digelar di kediaman Bupati
Lampung Barat, Pekon Purawiwitan, Kecamatan Kebun Tebu, Sabtu (14/2/2026)
Ribuan masyarakat dari 15 kecamatan
memadati lokasi, sekaligus menghadiri syukuran satu tahun kepemimpinan periode
kedua Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus dan Mad Hasnurin
(2025–2030).
Acara yang menghadirkan penceramah
Asep Holis Nurjamil dari Kota Bandar Lampung ini juga dihadiri Ketua DPRD
Lampung Barat Edi Novial, jajaran kepala perangkat daerah, camat, peratin,
tokoh organisasi Wanita, serta berbagai unsur masyarakat.
Baca Lainnya :
- Bupati Minta Jaga Stok LPG Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 0
- Pemkab Lampung Barat Gelar Aksi Bersih-Bersih Dalam Gerakan ASRI0
- Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan, Bupati dan WabupTegaskan Fondasi Lampung Barat Hebat dan Setia0
- Pemeriksaan BPK, Bupati Minta Kepala OPD Tidak Tinggalkan Tempat0
- Sekretaris Daerah Sebut Melodi Mimpi Sebagai Ruang Lahirnya Harapan, Kreativitas, dan Cita-Cita0
Di tengah lantunan doa dan
tausiyah, Bupati Parosil Mabsus menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah
puasa Ramadhan 1447 Hijriyah kepada seluruh masyarakat Lampung Barat.
“Saya atas nama pribadi, keluarga,
dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mengucapkan selamat menunaikan ibadah
puasa Ramadhan 1447 Hijriyah tahun 2026. Mudah-mudahan kita semua diberikan
kesehatan, iman, kesabaran, dan keikhlasan,” ujarnya.
Namun, pengajian kali ini bukan
sekadar seremoni spiritual. Ia menjadi ruang refleksi satu tahun kepemimpinan
periode kedua yang penuh tantangan, terutama dalam hal efisiensi anggaran.
Bupati Parosil tak menampik, tahun
pertama periode keduanya diwarnai kebijakan efisiensi anggaran.
Dampaknya, sejumlah proyek infrastruktur,
terutama jalan penghubung antar kecamatan belum bisa dituntaskan secara cepat.
Ia mencontohkan ruas jalan Sumber
Jaya–Kebun Tebu yang kini masih dalam tahap tambal sulam dan akan ditangani
lebih lanjut setelah Lebaran, menunggu proses tender selesai.
“Pembangunan itu tidak seperti sim
salabim. Ia butuh proses, butuh perjuangan, dan tentu butuh anggaran,”
tegasnya.
Menariknya, Parosil mengakui bahwa
jalan di sekitar kediamannya pun belum sepenuhnya mulus.
Bukan karena tak mampu membangun,
melainkan karena ia mengedepankan asas pemerataan.
“Kalau cuma di sini saja yang
bagus, apa kata masyarakat Suoh? Apa kata Batu Brak, Pagar Dewa, Sekincau?
Pemimpin itu memang sulit adil secara sempurna, tapi ada konsep pemerataan,”
katanya di hadapan ribuan warga.
Ia mengungkapkan, dalam pembahasan
APBD Perubahan Oktober 2024, meski baru dilantik kembali pada Februari 2025,
dirinya mengarahkan efisiensi anggaran sebesar Rp5,2 miliar untuk pembangunan
di Kecamatan Suoh yang dinilai paling parah kondisi jalannya.
“Kalau saya egois, tentu anggaran
itu saya fokuskan ke kampung halaman saya. Tapi tidak. Kita pakai skala
prioritas,” jelasnya.
Selain Suoh, ruas Sekincau–Pekon
Waspada menuju Batu Ketulis–Way Ngison juga menjadi perhatian utama.
Tahun ini, Pemkab bersama DPRD dan
dukungan legislatif di tingkat pusat serta provinsi terus memperjuangkan agar
ruas Sumber Jaya hingga Pura Mekar Kebun Tebu sampai Mutar Alam Air Hitam dapat
tertangani.
“Berdoa dan berjuang itu seperti
dua sisi mata uang, saling melengkapi,” ujar Parosil.
Momentum Ramadhan menjadi pengingat
bahwa membangun daerah bukan hanya soal beton dan aspal, tetapi juga soal
kesabaran, kebersamaan, dan niat tulus melayani masyarakat.
Satu tahun kepemimpinan periode
kedua PM ini menjadi titik penguatan komitmen.
Meski tantangan fiskal membatasi
gerak, arah pembangunan Lampung Barat tetap jelas: pemerataan, keberpihakan
pada wilayah paling membutuhkan, dan sinegi eksekutif-legislatif.
Ramadhan datang membawa harapan,
Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, bersama Bupati Parosil dan Wakil Bupati Mad
Hasnurin, menegaskan kesiapan: pembangunan akan terus dikuatkan, bertahap,
terukur, dan merata. [MFH/Diskominfo Lambar]











3.jpg)