- Satres Narkoba Polres Tanggamus Tangkap Diduga Pengedar Sabu di Bandar Negeri Semuong
- DPRD Setujui Tiga Ranperda, Banggar dan Pansus Sampaikan Hasil Pembahasan
- Wagub Jihan Temui Massa Aksi Mahasiswa, Pemprov Kawal Aspirasi ke Pemerintah Pusat
- Pemprov Perkuat Langkah Antisipasi Dampak El Nino terhadap Inflasi dan Ketahanan Pangan
- Pemprov Lampung Matangkan Persiapan MPLS Sekolah Rakyat
- Gubernur Dorong ASN Optimalkan Lampung In untuk Percepat Layanan Publik Digital
- Rumah Sakit Hewan Segera Beroperasi di Provinsi Lampung
- Gubernur Apresiasi Panji Sewu Gelar Tradisi Suran dan Jamasan Pusaka
- Sekda Nukman Resmikan Ponpes Miftahurrohmah II, Dorong Santri Punya Ijazah Formal
- Peringati 1 Muharam 1448 H, Bupati Parosil Ajak Warga Perkuat Iman dan Dukung Program Pemerintah
Bupati Ela Siti Nuryamah Kukuhkan Prabu Lamtim, siap Angkat Lada Lokal

LAMPUNG TIMUR, MFH,-- Semangat pelestarian
warisan lokal kembali menggema dari Desa Sukadana Baru. Bupati Lampung Timur,
Ela Siti Nuryamah, secara resmi mengukuhkan Pelestari Rempah Bumi Lada Lampung
Timur (PRABU LAMTIM) di Dusun Gerem Pawiki, Kecamatan Sukadana, Senin
(20/04/2026).
Kegiatan ini tidak sekadar seremoni, tetapi
menjadi titik awal penguatan identitas daerah melalui komoditas lada yang telah
lama menjadi kebanggaan masyarakat Lampung Timur. Antusiasme warga yang hadir
menunjukkan bahwa lada bukan hanya tanaman, melainkan bagian dari kehidupan
sehari-hari.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa
pemerintah daerah sangat mengapresiasi inisiatif tersebut dan siap memberikan
dukungan penuh serta berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan
potensi lada secara berkelanjutan.
Baca Lainnya :
- Bupati Pimpin Upacara HUT ke-27 Lampung Timur0
- Launching UMKM Expo 2026, Lamtim Tunjukkan Kekuatan Ekonomi Rakyat0
- Bupati dan Wakil Jadi Warga Kehormatan Kodim 0429 Lamtim0
- Pasar Murah HUT ke-27, Warga Sukadana Antusias Berburu Sembako Terjangkau0
- Semarak HUT ke-27, Ribuan Warga Antusias Ikuti Jalan Sehat dan Senam Bersama0
“Pemerintah mengapresiasi dan siap mendukung
serta berkolaborasi. Lada ini bukan sekadar komoditas, tapi filosofi hidup
masyarakat Lampung Timur,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa lada telah menjadi
bagian dari kekayaan budaya daerah. Mulai dari dituangkan dalam seni tari,
motif tapis, hingga menjadi inspirasi lagu daerah—semua mencerminkan betapa
dekatnya lada dengan kehidupan masyarakat.
“Lada bukan hanya ditanam, tapi juga dirayakan.
Kita melihatnya dalam tari, dalam tapis, bahkan dalam lagu. Semua menikmati
keindahan lada, dan kita semua harus bangga,” tambahnya.
Melalui PRABU LAMTIM, diharapkan lahir gerakan
bersama yang mampu menjaga keberlanjutan lada sebagai komoditas unggulan
sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Kolaborasi antara pemerintah,
masyarakat, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam mendorong lada Lampung Timur
agar semakin dikenal luas.
Pengukuhan ini menjadi langkah nyata bahwa dari
desa, kekuatan besar bisa tumbuh membawa harapan baru bagi ekonomi sekaligus
melestarikan jati diri Lampung Timur. [MFH/Komdigi Lamtim]











3.jpg)