- Wagub Jihan Kukuhkan Pengurus Mabigus dan Pembina Gudep UIN Raden Intan
- Pemprov Intensifkan Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis di Tanggamus
- Empat Polres Sumsel Pelajari Budidaya Bawang Putih di Ulubelu
- Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula Disosialisasikan di SMKN Gadingrejo
- Wabup Pringsewu Lepas Kontingen Jambore Nasional XII
- Sekda Rustam Effendi Lantik 43 Pejabat Administrator dan Pengawas
- Polres Lampung Timur Gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla
- Sekda Metro Audiensi Bersama KONI, Bahas Persiapan Porprov Lampung 2026
- LPAI Metro Audiensi dengan Sekda, Siapkan Seminar Parenting Nasional
- Staf Ahli Menteri Pertanian Kunjungi Kota Metro
Bupati Dorong Masyarakat Tangguh Bencana Melalui Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami

PESISIR BARAT, MFH,-- Pemerintah Kabupaten
(Pemkab) Pesisir Barat bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
(BMKG) menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLG) Tahun 2026 di Aula
SMA Negeri 1 Pesisir Tengah, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya
meningkatkan literasi kebencanaan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat
dalam menghadapi potensi gempa bumi dan tsunami di wilayah pesisir, khususnya
di Kabupaten Pesisir Barat yang termasuk kawasan rawan bencana.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Anggota
DPR RI Komisi V Fraksi PDI Perjuangan, Drs. H. Mukhlis Basri., M.Si, serta
dihadiri Deputi Bidang Geofisika BMKG, Dr. Nelly Florida Riama, M.Si., Direktur
Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc., Direktur Seismologi
Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Dr. Teguh Rahayu, S.Kom.,
M.M., Kepala Biro Perencanaan BMKG, Haryo Seno Pranandito, S.T., Kepala Balai
Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II Tangerang Selatan, Dr.
Hartanto, S.T., M.M., Koordinator BMKG Provinsi Lampung, Nanang Buchori, S.P.,
M.Si., Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pesisir Barat
(BPBD) Herdy Wilismar., S.H., M.M, unsur Forkopimda Kabupaten Pesisir Barat dan
Lampung Barat, para pejabat di lingkungan Pemkab Pesisir Barat, insan pers,
serta peserta Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami.
Baca Lainnya :
- Kabar Baik untuk Warga Ngambur! Rehabilitasi Jalan Transmigrasi Resmi Dimulai0
- Bupati Dedi Irawan Pacu Pembangunan Pesisir Barat0
- Drama Adu Penalti Warnai Final Bupati Cup II 20260
- Bupati Tinjau Lokasi Kebakaran di Pekon Pelita Jaya, Serahkan Bantuan untuk Korban 0
- Bupati Pesisir Barat Tinjau Lokasi Kebakaran di Pekon Sukamarga0
Dalam sambutannya, Bupati Pesisir Barat, Dedi
Irawan, menyampaikan apresiasi kepada BMKG yang secara konsisten meningkatkan
kapasitas masyarakat melalui program Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami.
Menurutnya, edukasi kebencanaan merupakan investasi jangka panjang dalam
membangun masyarakat yang tangguh serta mampu merespons bencana secara cepat,
tepat, dan terukur.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada BMKG
atas komitmennya dalam meningkatkan literasi kebencanaan di daerah. Program ini
sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih siap menghadapi
ancaman gempa bumi dan tsunami," ujar Bupati.
Bupati menjelaskan, Kabupaten Pesisir Barat
merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap gempa bumi
dan tsunami karena berada di pesisir barat Pulau Sumatera yang berhadapan
langsung dengan zona subduksi. Kondisi tersebut menjadikan kesiapsiagaan
sebagai budaya yang harus terus ditanamkan dalam kehidupan masyarakat.
Menurutnya, bencana memang tidak dapat dicegah,
namun dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan apabila masyarakat memiliki
pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan dalam melakukan penyelamatan diri.
"Bencana memang tidak dapat kita hindari,
tetapi dampak dan risikonya dapat kita kurangi melalui edukasi, latihan, dan
sinergi yang kuat. Masyarakat yang memahami langkah-langkah penyelamatan diri
akan lebih siap menghadapi situasi darurat serta mampu melindungi keluarga dan
lingkungan sekitarnya," kata Bupati.
Bupati juga mengajak seluruh peserta mengikuti
setiap materi dengan sungguh-sungguh dan menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai
bekal untuk disebarluaskan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.
"Peserta Sekolah Lapang Gempa Bumi dan
Tsunami diharapkan menjadi agen edukasi kebencanaan yang mampu mengajak
masyarakat membangun budaya sadar bencana. Semakin banyak masyarakat yang
memahami mitigasi, maka semakin kecil pula risiko yang ditimbulkan ketika
bencana terjadi," lanjutnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati menegaskan
komitmen Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat untuk terus memperkuat kolaborasi
dengan pemerintah pusat, BMKG, BNPB, BPBD, dunia pendidikan, serta seluruh
elemen masyarakat dalam mendukung program pengurangan risiko bencana.
"Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis
dapat mewujudkan Kabupaten Pesisir Barat sebagai daerah yang tangguh, aman, dan
siap menghadapi berbagai potensi bencana," tegasnya.
Melalui penyelenggaraan
Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami Tahun 2026, diharapkan lahir masyarakat
yang semakin memahami karakteristik ancaman gempa bumi dan tsunami, mampu
melakukan evakuasi secara mandiri, serta memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik
dalam menghadapi situasi darurat. Program ini menjadi wujud nyata sinergi
antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BMKG, dunia pendidikan, dan
masyarakat dalam membangun budaya sadar bencana guna melindungi keselamatan
jiwa serta mewujudkan Kabupaten Pesisir Barat yang tangguh terhadap bencana.
[MFH/Diskominfotiksan Pesisir Barat]











3.jpg)