- Gubernur Dorong Kebangkitan Desa-Desa Budaya Lampung
- Wagub Jihan Nurlela Paparkan Transformasi Digital Pengelolaan Keuangan di Forum Nasional
- Bupati Tanggamus Lantik 13 Pejabat, Andi Dermawan Jabat Kadis Koperindag UKM
- Polsek Wonosobo Dibantu Warga Tangkap Pria Bawa Badik Pengancam Warga
- Gubernur Mirza Dorong Lulusan Teknik Ambil Peran Aktif dalam Pembangunan Lampung
- TP PKK Provinsi Lampung Gelar Pengajian dan Santuni Anak Panti Asuhan
- Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis
- Bupati Tanggamus Sambut Audiensi JMSI
- Pemprov Lampung Perkuat Dukungan untuk Petani, dari Teknologi hingga Pengendalian Hama
- Jembatan Perintis Garuda di Desa Sukaraja Rampung Dibangun
Buka Musda II IKAPI, Bunda Literasi Lampung Tegaskan Literasi sebagai Pilar Kemajuan Daerah

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Ketua Tim Penggerak PKK
Provinsi Lampung sekaligus Bunda Literasi Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari
Mirza, mendorong penguatan budaya literasi sebagai bagian penting dalam
membangun sumber daya manusia yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing.
Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan
Musyawarah Daerah (Musda) II Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Provinsi Lampung
yang dirangkaikan dengan Talkshow IKAPI Lampung di Nuwa Baca Zaenal Abidin
Pagar Alam, Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Rabu
(24/6/2026).
Dalam sambutannya, Purnama Wulan Sari Mirza menegaskan
bahwa literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi
merupakan fondasi utama kemajuan peradaban serta kunci menciptakan masyarakat
yang mampu berpikir kritis dan bijaksana dalam menghadapi perkembangan zaman.
Baca Lainnya :
- Buka Tanjungkarang Youth Day 2026, Purnama Wulan Sari Dorong Anak Muda jadi Agen Perubahan0
- Inpres Jalan Daerah Perkuat Distribusi Logistik dan Pertumbuhan Ekonomi Lampung0
- Gubernur Lampung Minta Program MBG Libatkan BUMDes dan UMKM Desa0
- Pemprov Lampung Waspadai Fluktuasi Harga Pangan, Koordinasi Pengendalian Inflasi Diperkuat0
- Gubernur Lampung Ajak APINDO Perkuat Kolaborasi Bangun Ekonomi Lampung yang Inklusif0
“Literasi bukan hanya berbicara tentang membaca dan
menulis, tetapi merupakan jendela peradaban, fondasi utama kemajuan bangsa,
serta kunci membangun masyarakat yang lebih cerdas, kreatif, dan berdaya,”
ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa di tengah derasnya arus
informasi digital, kemampuan literasi menjadi kebutuhan utama agar masyarakat
mampu memilah informasi, memahami berbagai perkembangan, serta menggunakan
pengetahuan secara tepat dan bermanfaat.
Menurutnya, budaya literasi harus terus diasah oleh
semua kalangan, tidak hanya anak-anak sekolah maupun generasi muda. Sebagai
Bunda Literasi, ia juga mengaku terus berupaya meningkatkan kegemaran membaca
dan menulis sebagai bagian dari pembelajaran sepanjang hayat.
“Literasi bukan hanya untuk anak sekolah, tetapi kita
semua sampai kapan pun harus terus belajar dan mengasah kemampuan membaca serta
menulis,” katanya.
Wulan Sari Mirza juga mengapresiasi peran IKAPI dan
para penerbit yang terus berkontribusi dalam memperkuat ekosistem literasi di
Provinsi Lampung. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, penerbit,
penulis, editor, dunia pendidikan, serta masyarakat dapat menghasilkan
karya-karya yang bermanfaat dan memperkenalkan kekayaan daerah.
“Pemerintah Provinsi Lampung sangat mendukung dan
berterima kasih atas konsistensi rekan-rekan penerbit dalam mengawal kemajuan
literasi. Buku-buku yang diterbitkan nantinya tidak hanya dinikmati masyarakat
Lampung, tetapi juga menjadi warisan ilmu bagi generasi mendatang,” ungkapnya.
Ia turut mengapresiasi inovasi Dinas Perpustakaan dan
Kearsipan Provinsi Lampung yang menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik
yang menarik bagi masyarakat. Perpustakaan, kata dia, kini tidak hanya menjadi
tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan rekreasi keluarga.
Wulan Sari Mirza juga mengungkapkan rencana penerbitan
buku kumpulan cerita rakyat dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung sebagai
upaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat konten lokal.
“Insya Allah akan diterbitkan buku cerita daerah yang
menghimpun 15 cerita rakyat dari kabupaten/kota di Lampung. Ini menjadi bagian
dari upaya menghadirkan literasi berbasis kekayaan budaya daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat IKAPI Arif
Hilman Nugraha menyampaikan bahwa Musda II IKAPI Lampung merupakan bagian dari
amanat organisasi untuk memperkuat jaringan penerbitan di daerah.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar
dalam industri perbukuan. Dengan jumlah sekitar 2.800 penerbit, Indonesia
menjadi salah satu negara dengan ekosistem penerbitan terbesar di kawasan Asia
Tenggara.
“Kalau berbicara pusat keunggulan perbukuan di Asia
Tenggara, ada di Indonesia. Kekayaan budaya, bahasa, dan keberagaman daerah
menjadi kekuatan besar yang memiliki nilai bagi dunia,” kata Arif.
Ia mendorong penerbit di Lampung untuk mengangkat
konten lokal agar dapat dikenal lebih luas, bahkan berpeluang masuk ke pasar
internasional melalui kerja sama pertukaran hak cipta dan penerjemahan.
Menurutnya, tren membaca buku saat ini kembali
mengalami peningkatan, terutama di kalangan generasi muda. Perpustakaan mulai
kembali menjadi ruang yang diminati masyarakat karena buku tetap memiliki peran
penting sebagai sumber pengetahuan.
“Buku adalah warisan berharga, ilmu sebagai sumber
kebaikan. Literasi bukan sekadar bisa membaca, tetapi bagaimana seseorang mampu
memahami dan menggunakan apa yang dibacanya untuk memberikan manfaat,” ujarnya.
Ketua IKAPI Provinsi Lampung Ikhsanuddin berharap
Musda II IKAPI dapat menjadi momentum memperkuat sinergi dalam membangun
ekosistem literasi di Lampung.
Ia menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan
layanan perpustakaan daerah di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Perpustakaan dan
Kearsipan Provinsi Lampung, serta berharap kolaborasi antara IKAPI, pemerintah,
dan berbagai pihak dapat meningkatkan indeks literasi masyarakat.
“Harapan kami, program-program seperti pelatihan
penulis, editor, penerbit, dan pengelola penerbitan dapat hadir di Lampung
sehingga mampu melahirkan kader-kader baru dalam dunia literasi,” katanya.
Kegiatan Musda II IKAPI Lampung tersebut dilanjutkan
dengan talkshow literasi dan penerbitan buku dengan tema “Buku sebagai Warisan
Berharga, Ilmu sebagai Sumber Kebaikan”, yang dipandu moderator sekaligus
Koordinator Relima Natan Yoga Pratama. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)