- Bupati Tanggamus Sambut Kunjungan Kajati Lampung
- Lampung Perkuat Tata Kelola Ketahanan Pangan, Dukung Target Swasembada Nasional
- Wapres Gibran dan Wagub Jihan Pantau Pembangunan Jembatan Way Bungur
- Wapres Gibran Serap Aspirasi Petani Singkong Lampung Timur
- Wapres Gibran Tinjau Pembangunan Jembatan Way Bungur
- Pemkot Metro Tegaskan Komitmen Benahi TPAS Karangrejo
- Wali Kota Metro Serahkan Kunci Rumah Baru kepada Rudiyanto
- Bupati Parosil Minta MBG Tak Sekadar Bergizi: Libatkan Petani-Peternak
- B2SA Goes To Posyandu, Ketua TP-PKK Lambar Ajak Masyarakat Cegah Stunting Lewat Pangan Bergizi
- Damar Mata Kucing Krui Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis
Wapres Gibran dan Wagub Jihan Pantau Pembangunan Jembatan Way Bungur
Percepat Konektivitas Antarwilayah

LAMPUNG TIMUR, MFH,-- Wakil Presiden Republik
Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, didampingi wakil Gubernur Lampung Jihan
Nurlela meninjau langsung lokasi pembangunan Jembatan Way Bungur di Kecamatan
Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (15/7/2026).
Di lokasi, Wakil Presiden RI bersama Wakil
Gubernur Lampung dan jajaran pemerintah daerah menerima paparan mengenai
perkembangan pembangunan jembatan, mulai dari kondisi eksisting, tantangan
teknis di lapangan, hingga desain pembangunan jembatan baru yang diproyeksikan
menjadi akses utama masyarakat di wilayah pesisir Kecamatan Way Bungur.
Berdasarkan paparan teknis, Jembatan Way Bungur
akan menghubungkan Desa Tanjung Tirto dan Desa Kali Pasir dengan panjang trase
sekitar 764 meter. Pembangunan direncanakan berlangsung selama 18 bulan dengan
nilai investasi mencapai Rp96,8 miliar.
Baca Lainnya :
- Wapres Gibran Serap Aspirasi Petani Singkong Lampung Timur0
- Wapres Gibran Tinjau Pembangunan Jembatan Way Bungur0
- Tanamkan Integritas Sejak Dini, Pemkab Lamtim Dukung Program PAKSI Masuk Sekolah0
- Bupati Lamtim Ela Siti Nuryamah Jalin Kolaborasi Strategis dengan Kementerian UMKM RI0
- Bupati Ela Siti Nuryamah Ajak Generasi Muda Jaga Budaya di Tengah Arus Digital0
Jembatan baru tersebut dirancang menggunakan
bentang utama rangka baja sepanjang 80 meter, didukung konstruksi pile slab
sepanjang 550 meter, MSE Wall 114 meter, PC-I Girder 20 meter, serta RBI
sepanjang 80 meter. Saat ini, proses pembangunan masih berada pada tahap
penyelesaian administrasi, meliputi pembebasan lahan dan perizinan lingkungan.
Paparan tersebut juga menjelaskan bahwa
pembangunan jembatan baru menjadi solusi atas berbagai persoalan pada jembatan
lama. Kondisi eksisting menunjukkan adanya kerusakan pada timbunan oprit,
struktur yang tidak lagi simetris, serta keterbatasan kapasitas yang selama ini
menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Usai menerima pemaparan, Wapres Gibran bersama
rombongan meninjau langsung lokasi pembangunan. Tidak hanya mengamati dari
darat, Wapres juga menaiki perahu menyusuri aliran Way Bungur guna melihat
secara langsung posisi trase jembatan, kondisi sungai, serta kesiapan lokasi
pembangunan dari sisi perairan.
Dalam peninjauan tersebut, Wapres didampingi
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Kapolda Lampung, Pangdam II/Sriwijaya,
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, serta jajaran pemerintah pusat,
provinsi, dan kabupaten.
Bagi Pemerintah Provinsi Lampung, pembangunan
Jembatan Way Bungur memiliki arti strategis karena tidak hanya menghadirkan
infrastruktur fisik, tetapi juga membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat.
Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu
memperlancar mobilitas warga, memangkas waktu tempuh antarwilayah, mempercepat
distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan, sekaligus meningkatkan
akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan aktivitas perdagangan.
Pembangunan infrastruktur yang terintegrasi
menjadi salah satu fokus Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung visi
pembangunan daerah, yakni menciptakan konektivitas yang semakin baik
antarwilayah sehingga potensi ekonomi lokal dapat berkembang secara optimal dan
merata.
Melalui dukungan Pemerintah Pusat terhadap
pembangunan Jembatan Way Bungur, Pemerintah Provinsi Lampung optimistis
konektivitas di kawasan timur Lampung akan semakin kuat. Infrastruktur ini
diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi baru, meningkatkan daya
saing daerah, serta mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat Lampung
secara berkelanjutan. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]










3.jpg)