- Hari Pertama Sekolah, Gubernur Bersama Kajati Turun Langsung Pastikan MBG Berjalan Optimal
- Pemkab Pesisir Barat Resmi Awali Tahun Ajaran 2026/2027
- Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Ini Komitmen Bupati Dedi Irawan untuk Pesisir Barat
- Bupati Ikuti Gamas: Ayah Hadir, Anak Percaya Diri, Keluarga Berkualitas
- Tinjau Sekolah Kopi, Bupati Parosil Beri Pesan ke Dinas Perkebunan Hingga Karyawan
- Kunjungi Way Tenong, Bupati Tekankan Disiplin, Kebersihan, dan Sinergi Pelayanan
- Buka MPLS di SMPN 1 Sumber Jaya, Bupati: Disiplin, Integritas, dan Seragam Gratis untuk Siswa Baru
- Bupati Lampung Utara Hadiri Begawi Festival Lampung Selatan
- Wakil Bupati Lampung Utara Apresiasi Kerja Keras Pimpinan dan Anggota Dewan
- Plt. Bupati Buka TERJAL Feat Sound System Community Adventure Trail 2026
Bupati Ela Siti Nuryamah Ajak Generasi Muda Jaga Budaya di Tengah Arus Digital
FGD Nuwo Guwai Jejamo Bahas Masa Depan Wisata Maringgai

LABUHAN MARINGGAI, MFH,-- Di tengah derasnya
perkembangan teknologi digital, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur mengajak
seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk menjadi garda terdepan
dalam menjaga budaya dan tradisi daerah. Pesan tersebut disampaikan Bupati
Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, saat membuka Focus Group Discussion (FGD)
Nuwo Guwai Jejamo di kawasan wisata Pemandian Ratu Darah Putih, Desa Maringgai,
Kecamatan Labuhan Maringgai, Jumat (10/7/2026).
Forum yang dihadiri Kepala Bappeda Verzanita
Hasan, Kepala Dinas Pariwisata Marsan, Camat Labuhan Maringgai, tokoh adat,
tokoh masyarakat, kepala desa, akademisi, hingga para pemuda itu menjadi wadah
bersama untuk merumuskan strategi pelestarian budaya, penguatan sumber daya
manusia (SDM), serta pengembangan Desa Wisata Budaya berbasis kearifan lokal.
Dalam arahannya, Bupati Ela menegaskan bahwa
kemajuan teknologi merupakan bagian dari perkembangan zaman yang tidak mungkin
dihentikan. Namun, menurutnya, modernisasi tidak boleh menghilangkan jati diri
daerah.
Baca Lainnya :
- Bupati Lamtim Tinjau Calon Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Muara Gading Mas0
- Wagub Jihan bersama Bupati Ela Siti Nuryamah Datangi Rumah Calon Siswi Sekolah Rakyat0
- Bupati Ela Siti Nuryamh Tinjau Irigasi Way Kawat yang Rusak0
- Pemkab Lamtim Gelar Pisah Sambut Kepala Kemenhaj 0
- Bupati Lamtim Ela Siti Nuryamah Perkuat Kolaborasi Lindungi Anak Terlantar0
"Perkembangan teknologi tidak bisa kita
hentikan. Arusnya akan terus berjalan. Tetapi tradisi tidak boleh sirna, adat
istiadat tidak boleh hilang. Yang harus dilakukan adalah mengadopsi,
berinovasi, dan memperbarui cara melestarikannya agar tetap relevan dengan
zaman," ujar Ela.
Menurutnya, keberlangsungan budaya sangat
bergantung pada keterlibatan generasi muda. Karena itu, pendidikan budaya harus
terus ditanamkan sejak dini melalui sekolah maupun lingkungan masyarakat.
"Kalau tidak ada anak muda yang menjadi
penerus, siapa lagi yang akan melestarikan budaya kita. Sekolah harus terus
mengenalkan tari, dongeng, bahasa daerah, hingga berbagai tradisi yang menjadi
identitas Lampung Timur," katanya.
Selain budaya, Ela juga menekankan pentingnya
memanfaatkan media sosial sebagai sarana memperkenalkan potensi daerah. Ia
menilai media digital mampu menjadi jembatan yang efektif untuk menyampaikan
informasi pembangunan sekaligus mempromosikan destinasi wisata dan kekayaan
budaya Lampung Timur.
"Kegiatan pemerintah harus diinformasikan.
Bukan untuk mencari pujian, tetapi agar masyarakat mengetahui apa yang sudah
dikerjakan pemerintah. Hari ini media sosial menjadi sarana yang paling efektif
untuk menyampaikan informasi," ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen, Bupati meminta Bappeda
bersama pegiat budaya menyusun program pembinaan yang berkelanjutan melalui
forum diskusi rutin, termasuk memanfaatkan pertemuan secara daring agar semakin
banyak anak muda dapat berpartisipasi.
Pada kesempatan itu, Ela juga memperkenalkan
sejumlah program peningkatan kualitas SDM, seperti Beasiswa Makmur bagi pelajar
berprestasi hingga program magang bagi lulusan SMA maupun perguruan tinggi yang
belum bekerja.
Peserta magang nantinya akan diarahkan sesuai
potensi unggulan daerah, mulai dari pertanian, perkebunan, kehutanan sosial,
perikanan dan kelautan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga sektor UMKM.
"Jangan gengsi menjadi petani, pendamping
perhutanan sosial, pendamping nelayan, atau pelaku pariwisata. Semua sektor itu
memiliki peluang ekonomi yang besar apabila ditekuni dengan baik,"
tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur juga terus
mendorong tumbuhnya wirausaha baru melalui kemudahan akses pembiayaan usaha.
Masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun Kredit
Usaha Daerah (Kurda) melalui Bank Lampung dan BPR untuk mengembangkan usaha
produktif.
Dalam sesi dialog, masyarakat Desa Maringgai
menyampaikan harapan agar kawasan wisata Pemandian Ratu Darah Putih mendapat
perhatian lebih serius. Selama ini lokasi tersebut telah beberapa kali
disurvei, namun masyarakat berharap hasil kajian segera diwujudkan dalam
pembangunan nyata sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisata dan perekonomian
warga.
Warga juga menyampaikan aspirasi terkait proyek
penggantian jaringan pipa air yang hampir setiap tahun dilakukan di kawasan
tersebut. Mereka berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi yang lebih
permanen agar persoalan infrastruktur tidak terus berulang.
Melalui FGD Nuwo Guwai Jejamo, Pemerintah
Kabupaten Lampung Timur berharap terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah,
tokoh adat, akademisi, pelaku wisata, dan masyarakat dalam menjaga warisan
budaya sekaligus mengembangkan kawasan-kawasan bersejarah sebagai destinasi
wisata unggulan.
Dengan kolaborasi tersebut, budaya lokal
diharapkan tidak hanya tetap lestari di tengah arus digitalisasi, tetapi juga
mampu menjadi kekuatan ekonomi baru yang memberikan kesejahteraan bagi
masyarakat Lampung Timur. [MFH/Komdigi Lampung Timur]











3.jpg)