- Pemprov Tegaskan Komitmen Dukung Pelestarian Budaya Melalui Pesenggiri Festival 2026
- Triana Febrianti Tampil Memukau di Final Putri Otonomi Daerah Indonesia
- Wabup Lamtim Azwar Hadi Hadiri Dialog Otonomi Daerah
- Wali Kota Metro Hadiri Pembukaan Rakernas XVIII APEKSI 2026
- Wali Kota Metro Perkuat Sinergi Nasional di Rakernas APEKSI 2026
- Bupati Lampung Utara Terima dan Serahkan Sertifikat Lahan Sekolah Rakyat
- Kemensos dan Pemda Lampura Sinkronkan Rencana Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap III
- Bupati Tanggamus Dorong Transparansi Layanan Bapenda
- Purnama Wulan Sari Mirza Dukung Gerakan Sejuta Vaksin HPV
- Wagub Jihan Pastikan Kesiapan Akademik dan Sosial Peserta Didik
Pemprov Tegaskan Komitmen Dukung Pelestarian Budaya Melalui Pesenggiri Festival 2026


PESAWARAN ----- Pemerintah Provinsi Lampung
menegaskan komitmennya dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah
melalui dukungan terhadap berbagai festival, salah satunya penyelenggaraan
Pesenggiri Festival 2026 yang menjadi ruang pelestarian warisan budaya
sekaligus penggerak pariwisata dan ekonomi kreatif.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur
Lampung, Jihan Nurlela, saat menghadiri pembukaan Pesenggiri Festival 2026 di
Lampung Marriott Resort & Spa, Pesawaran, Jumat (3/7/2026).
Baca Lainnya :
- Jembatan Perintis Garuda di Desa Sukaraja Rampung Dibangun0
- Ketua TP PKK Pesawaran Ajak Masyarakat Manfaatkan Posyandu 0
- Kerja Sama Internasional, Peluang Investasi Untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan0
- DWP Pesawaran Bekali Anggota Keterampilan Membuat Kombucha dan Kerajinan Beludru0
- Ketika Pendakian Menjadi Ruang Belajar Merawat Alam0
Festival bertema "Spice, Heritage &
Harmony" itu berlangsung pada 3-5 Juli 2026 dan turut dihadiri Wakil
Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha.
Wagub Jihan menyampaikan apresiasi kepada
seluruh pihak yang telah berkontribusi menyelenggarakan festival, khususnya The
Hurun Lampung yang dinilai berhasil memadukan pembangunan kawasan wisata dengan
pelestarian lingkungan dan kebudayaan.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung,
kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya Pesenggiri Festival. Ini
menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan
pembangunan, pariwisata, dan pelestarian lingkungan," ujar Jihan.
Menurutnya, kehadiran Wakil Menteri Kebudayaan
menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor
kebudayaan di Provinsi Lampung.
Jihan mengatakan tema Spice, Heritage &
Harmony sangat relevan dengan identitas Lampung sebagai daerah yang memiliki
kekayaan alam, sejarah, dan budaya yang kuat.
Ia menjelaskan, sejak dahulu Lampung dikenal
sebagai salah satu penghasil rempah terbaik di Nusantara. Lada hitam atau
Lampung Black Pepper pernah menjadi komoditas yang mengharumkan nama daerah
hingga ke berbagai belahan dunia.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung terus
berupaya mengembalikan kejayaan tersebut melalui penguatan sektor pertanian,
pemberdayaan petani, serta pengembangan komoditas unggulan daerah.
"Kami ingin menghidupkan kembali semangat
bahwa Lampung adalah Tanah Lada. Identitas ini tidak hanya hidup dalam sejarah,
tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi, budaya, dan kebanggaan masyarakat
Lampung," katanya.
Jihan menambahkan, tema Heritage menjadi
pengingat bahwa warisan budaya harus terus dijaga, dipraktikkan, dan diwariskan
kepada generasi muda melalui berbagai kegiatan budaya.
Menurutnya, Pesenggiri Festival menjadi salah
satu media penting untuk memperkuat identitas budaya Lampung sekaligus
memperkenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas.
Sementara itu, tema Harmony mencerminkan
pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan, pelestarian alam, dan
kehidupan masyarakat.
"Pemerintah Provinsi Lampung tidak dapat
bekerja sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar
pembangunan, pelestarian lingkungan, dan kebudayaan dapat berjalan beriringan
demi masa depan Lampung," ujar Jihan.
Ia berharap Pesenggiri Festival dapat terus
berkembang menjadi agenda budaya tahunan yang mampu memperkuat identitas daerah
sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan sektor pariwisata.
"Kami berharap Pesenggiri Festival terus
tumbuh menjadi ruang yang memperkuat identitas budaya Lampung serta memberi
dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat," katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan Giring
Ganesha menilai Pesenggiri Festival menjadi bukti bahwa kolaborasi yang berakar
pada tradisi mampu melahirkan karya budaya yang kuat sekaligus memberikan
dampak ekonomi.
Menurut Giring, Lampung memiliki sejarah
panjang sebagai bagian penting dari jalur rempah dunia yang melahirkan beragam
ekspresi budaya, mulai dari tradisi, kuliner, hingga kesenian yang menjadi
identitas masyarakat.
Ia menegaskan untuk menjadi tanggung jawab
bersama dalam melestarikan, mengembangkan, dan memberdayakan kebudayaan agar
memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Investasi di bidang kebudayaan bukanlah
pengeluaran, melainkan strategi pertumbuhan. Kebudayaan mampu menggerakkan
ekonomi kreatif, memperkuat pariwisata, membuka lapangan kerja, sekaligus
memperkuat identitas daerah," kata Giring.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk
memperkuat keberadaan sanggar seni serta mendukung penyelenggaraan festival
budaya secara berkelanjutan.
"Lampung memiliki alam yang indah, sejarah
yang panjang, tradisi yang kaya, serta masyarakat yang kreatif. Yang dibutuhkan
adalah keberanian untuk memulai, konsistensi untuk terus berjalan, dan
kolaborasi seluruh pihak. Kementerian Kebudayaan akan terus mendampingi
pengembangan kebudayaan di Provinsi Lampung," ujarnya.
Co-Founder Pesenggiri Festival, Selphie Bong
(Ms. Bong), mengatakan tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua Pesenggiri
Festival.
Mengusung tema Spice, Heritage & Harmony,
festival tersebut bertujuan mengangkat kembali sejarah Lampung sebagai salah
satu wilayah penting dalam jalur perdagangan rempah dunia sekaligus mengajak
masyarakat menghormati warisan budaya yang diwariskan para leluhur.
"Kegiatan ini hasil kerja keras anak-anak
kreatif Lampung. Mari kita bergandengan tangan dan berharap pada tahun-tahun
mendatang, Pesenggiri Festival akan terus memperoleh dukungan yang lebih luas
sehingga dapat memberikan dampak yang semakin besar, tidak hanya bagi Lampung,
tetapi juga bagi Indonesia," kata Ms. Bong. [MFH/Diskominfotik Provinsi
Lampung]










3.jpg)