- Bupati Nanda Indira Dorong Penguatan Sinergi Pemkab Pesawaran dengan Brigif 4 Marinir/BS
- Desa Sidodadi Masuk 15 Besar Nasional Desa Cantik 2026
- Bupati Nanda Indira Salurkan Bantuan Pangan Beras untuk Masyarakat Desa Sidodadi
- Pemkab Pringsewu Gelar Lomba Pariwara Antikorupsi
- Pemkab Pringsewu Sosialisasi Penguatan Peran BUMDes
- Pemkab dan Kantah Pringsewu Jalin Kerjasama Penguatan Sinergi Pelayanan Pertanahan dan Tata Ruang
- Pemkab Lampung Timur dan PCNU Perkuat Ketahanan Pangan
- Pemkab Lampung Timur Salurkan Alsintan, Dorong Petani Lebih Produktif dan Mandiri
- Azwar Hadi Resmi Pimpin PMI Lampung Timur
- Bantuan 766 Seragam Gratis Pemkab Lambar Hapus Jurang Kaya Miskin di Sekincau
Pemkab Pringsewu Sosialisasi Penguatan Peran BUMDes

PRINGSEWU, MFH,-- Penguatan peran Badan Usaha
Milik Desa (BUMDes) dalam mewujudkan Ketahanan Pangan Desa disosialisasikan di
Kabupaten Pringsewu. Kegiatan yang dihadiri jajaran pemerintah daerah, serta
diikuti para pengurus BUMDes se-Kabupaten Pringsewu ini dibuka oleh Bupati
Pringsewu Riyanto Pamungkas di RM Radja Pindang Andalas Resto, Dusun
Tambahmulyo, Pekon Wates Timur, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, pada
Kamis, 10 September 2026.
Menurut Bupati, ada dua hal yang paling
mendesak dilakukan di Kabupaten Pringsewu, yakni Hilirisasi dan Konsolidasi.
Untuk hilirisasi, yaitu dengan tidak lagi menjual bahan mentah, diantaranya
seperti singkong agar diolah menjadi tepung, gabah dikemas menjadi beras
bermerek, susu segar menjadi yoghurt. Dengan demikian nilai tambahnya akan
melonjak, dan daya simpannya lebih lama, sehingganya BUMDes tidak lagi
dipermainkan fluktuasi harga harian di pasar.
"Sedangkan konsolidasi, yaitu dengan
berjuang dan bekerja sama antarunit usaha maupun lintas BUMDesa lain.
Sehingganya saat volume bisnis kita besar, harga beli bahan baku menjadi lebih
murah dan posisi tawar kita di hadapan pembeli jauh lebih kuat,"
katanya.
Baca Lainnya :
- Pemkab dan Kantah Pringsewu Jalin Kerjasama Penguatan Sinergi Pelayanan Pertanahan dan Tata Ruang0
- Bupati Pringsewu Sampaikan Perubahan APBD 2O260
- Wabup Pringsewu Buka Pesta Siaga dan Lomba Tingkat Kwarran Ambarawa0
- 694 Warga Pekon Pamenang Terima Bantuan Pangan dari Pemerintah0
- Pemkab Pringsewu Lakukan Penetrasi Pasar di Kecamatan Pagelaran 0
Setelah hilirisasi dan konsolidasi, lanjut
Bupati, terdapat tiga strategi lanjutan agar BUMDes benar-benar naik kelas dan
tahan terhadap guncangan. Yaitu Usaha Terintegrasi, Diversifikasi Terencana,
dan Kepastian Pembeli. Seluruh strategi tersebut tidak akan berarti tanpa aksi
nyata. Dan, inilah Corporate Farming Padi Sawah, yaitu program prioritas Pemkab
Pringsewu, di mana lahan, petani, produksi, pembiayaan, hingga pemasaran
dikelola dalam satu manajemen terpadu dengan BUMDes sebagai pengelola utamanya.
"Pilot project-nya sudah berjalan pada
2026 di Pekon Pujodadi, mengonsolidasikan lahan kurang lebih 50 hektar,
melibatkan 30 petani penggarap, dan memanfaatkan 120.600 meter persegi lahan
bengkok pekon. Untuk lahan bengkok, pekon bisa memilih skema sewa tetap
perhektar atau bagi hasil, dan pembiayaannya fleksibel, talangan BUMDes bagi
hasil panen, maupun KUR kolektif petani," paparnya.
Untuk pembagian perannya juga jelas dan diikat
resmi lewat Perjanjian Kerja Sama (PKS) serta Standard Operating Procedure
(SOP) yaitu pemerintah pekon sebagai regulator dan pengawas, BUMDes sebagai
manajer usaha inti, UPJA sebagai operator alat dan mesin pertanian, dan petani
sebagai pelaksana produksi dengan tanam serempak. Untuk hasil panennya juga
pasti terserap, karena sudah ada offtaker resmi seperti PERPADI dan BULOG yang
menjamin mutu, timbangan, pembayaran, hingga perlindungan saat harga
turun.
"Selain padi sawah, hilirisasi dan
konsolidasi juga kita wujudkan pada komoditas terbesar Pringsewu yaitu
singkong, dengan mengubah paradigma lama, singkong tidak lagi dijual murah
dalam bentuk mentah, tetapi kita dorong naik kelas melalui industri tepung
Mocaf yang digarap bersama BUMDes, KDKMP dan BUMD. Potensi Mocaf yang besar ini
membawa tantangan tersendiri di lapangan," ujarnya.
Meski baru di tahap awal, menurut Bupati,
permintaan pasar Mocaf sudah jauh melampaui kapasitas, dan menjadi sinyal
positif sekaligus PR besar, dimana rantai produksi dan konsolidasi bahan baku
harus segera diperkuat. Menjawab lonjakan permintaan tersebut, pihaknya telah
menyusun skenario peningkatan kapasitas industrialisasi singkong secara terukur
dari 2026 hingga 2029.
"Saat ini di Kabupaten Pringsewu terdapat
126 BUMDes. Dari hasil klasifikasi yang dilakukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat
dan Pekon, angka ini terbagi menjadi empat tingkatan, yakni Maju (4 BUMDes),
Berkembang (36 BUMDes), Pemula (27 BUMDes), dan Perintis (59 BUMDes). Mulai
hari ini kita ubah cara pandang dan jalankan BUMDes sebagai usaha
sungguh-sungguh, serta rapatkan barisan dengan menjadikan BUMDes sebagai pilar
utama menuju Pringsewu Makmur, yaitu Mandiri, Aman, Kondusif, Maju, Unggul dan
Religius," tutupnya. [MFH/Diskominfo Pringsewu]











3.jpg)