- Dampak Erupsi GAK, Pendapatan Nelayan Lampung Selatan Anjlok Hingga 70 Persen
- Gubernur Lampung Imbau Mastarakat Waspada Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau
- Gubernur Lampung Alihkan KBM ke Pembelajaran Daring
- Peduli Masyarakat Terdampak Erupsi GAK, BAZNAS Lamsel Bagikan 3.000 Masker
- Polres Tanggamus dan Jajaran Terjun Bagikan Masker ke Warga Terdampak Abu Vulkanik
- Aktivitas Erupsi GAK Masih Berlangsung Warga Diminta Waspada Abu Vulkanik
- Erupsi GAK Muntahkan Batu dan Abu Vulkanik, Warga Pesisir Bersiap Evakuasi
- Polsek Kota Agung Tangkap Satu DPO Pencuri Besi Pabrik Pasar Madang di Serang Banten
- Aktivitas Gunung Anak Krakatau Dipantau, Pelayanan Merak-Bakauheni Tetap Berjalan
- Pemprov Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Gunakan Masker Hadapi Abu Vulkanik GAK
Menu MBG Kurang Variatif dan Minimalis, Orang Tua Siswa di Candipuro Kecewa

CANDIPURO, MFH,-- Sejumlah wali
murid di SDN 1 Titiwangi, Lampung Selatan, mengeluhkan menu Makanan Bergizi
Gratis (MBG) yang diterima anaknya selama Ramadan terkesan Minimalis. Menu yang
diberikan berupa satu bungkusan kecil roti, susu kotak 125 Ml, satu buah jeruk
lokal dan satu butir telur rebus.
Dimana para wali murid mengaku
kecewa dengan menu MBG yang dibagikan kepada anaknya pada Selasa , 24 Februari
2026.
Menu yang diberikan terkesan
sederhana dan tidak sesuai dengan harapan.
Baca Lainnya :
- Anggota Komisi III Achmad Johani Minta Dinas PUPR Lamsel Mengecek dan Perbaiki Jembatan yang Jebol0
- Setahun Egi-Saiful Diwarnai Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa-Tuntut Evaluasi, Begini Respon Relawan 0
- Revitalisasi Dermaga Bom Kalianda, Perseroda Lamsel Targetkan Omzet Hingga Rp3,4 Miliar 0
- Kemenag dan Pemkab Luncurkan Gerakan Lampung Selatan Bertadarus0
- Pemkab Lamsel Perkuat Desa Anti Korupsi 2026, 17 Kecamatan Teken Pakta Integritas0
"Alhamdulillah anak ku
sekarang jadi agak gemuk dan pintar karena dapat MBG kering Ramadhan" kata
salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan namanya sembari nyinyir.
Menurutnya, sebagai program yang
digadang-gadang untuk membantu pemenuhan gizi anak, menu yang diterima seharusnya
lebih variatif dan bernilai gizi seimbang. Ia berharap ada transparansi terkait
anggaran serta rincian menu yang diberikan kepada siswa.
"Harapan lebih baik orang tua
diberikan uang saja, jadi kan tidak perlu repot-repot ada karyawan MBG, jadi
lebih hemat juga kan anggarannya," tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum
ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara MBG terkait keluhan
tersebut.
Orang tua siswa berharap adanya
perbaikan kualitas menu serta penjelasan terbuka mengenai standar makanan yang
diberikan, terutama di bulan Ramadan.
Program MBG sendiri bertujuan untuk
mendukung asupan gizi peserta didik. Namun, sejumlah wali murid berharap
pelaksanaannya dapat lebih optimal dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak di
sekolah. [MFH/Jun]











3.jpg)