- Menu MBG Kurang Variatif dan Minimalis, Orang Tua Siswa di Candipuro Kecewa
- Anggota Komisi III Achmad Johani Minta Dinas PUPR Lamsel Mengecek dan Perbaiki Jembatan yang Jebol
- Setahun Egi-Saiful Diwarnai Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa-Tuntut Evaluasi, Begini Respon Relawan
- Pelantikan Pejabat Pemprov Lampung, Langkah Perkuat Sistem Merit dan Pelayanan Publik
- Safari Ramadan Jadi Momentum Pemerintah Dengarkan Aspirasi dan Bantu Masyarakat
- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Resmi Hadir di Pekon Way Redak
- Sidak Pasar Liwa, Pemkab dan Satgas Saber Pastikan Harga Bapokting Stabil Jelang Hari Raya
- Sensus Ekonomi 2026, Bupati Lampung Barat Minta BPS Bisa Membaca Situasi
- Respon Cepat Pemkab Lampung Tengah Usai Puting Beliung Rusak Permukiman Warga
- Pemkot Metro Gelar Safari Ramadan 1447 H, Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat
Menu MBG Kurang Variatif dan Minimalis, Orang Tua Siswa di Candipuro Kecewa

CANDIPURO, MFH,-- Sejumlah wali
murid di SDN 1 Titiwangi, Lampung Selatan, mengeluhkan menu Makanan Bergizi
Gratis (MBG) yang diterima anaknya selama Ramadan terkesan Minimalis. Menu yang
diberikan berupa satu bungkusan kecil roti, susu kotak 125 Ml, satu buah jeruk
lokal dan satu butir telur rebus.
Dimana para wali murid mengaku
kecewa dengan menu MBG yang dibagikan kepada anaknya pada Selasa , 24 Februari
2026.
Menu yang diberikan terkesan
sederhana dan tidak sesuai dengan harapan.
Baca Lainnya :
- Anggota Komisi III Achmad Johani Minta Dinas PUPR Lamsel Mengecek dan Perbaiki Jembatan yang Jebol0
- Setahun Egi-Saiful Diwarnai Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa-Tuntut Evaluasi, Begini Respon Relawan 0
- Revitalisasi Dermaga Bom Kalianda, Perseroda Lamsel Targetkan Omzet Hingga Rp3,4 Miliar 0
- Kemenag dan Pemkab Luncurkan Gerakan Lampung Selatan Bertadarus0
- Pemkab Lamsel Perkuat Desa Anti Korupsi 2026, 17 Kecamatan Teken Pakta Integritas0
"Alhamdulillah anak ku
sekarang jadi agak gemuk dan pintar karena dapat MBG kering Ramadhan" kata
salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan namanya sembari nyinyir.
Menurutnya, sebagai program yang
digadang-gadang untuk membantu pemenuhan gizi anak, menu yang diterima seharusnya
lebih variatif dan bernilai gizi seimbang. Ia berharap ada transparansi terkait
anggaran serta rincian menu yang diberikan kepada siswa.
"Harapan lebih baik orang tua
diberikan uang saja, jadi kan tidak perlu repot-repot ada karyawan MBG, jadi
lebih hemat juga kan anggarannya," tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum
ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara MBG terkait keluhan
tersebut.
Orang tua siswa berharap adanya
perbaikan kualitas menu serta penjelasan terbuka mengenai standar makanan yang
diberikan, terutama di bulan Ramadan.
Program MBG sendiri bertujuan untuk
mendukung asupan gizi peserta didik. Namun, sejumlah wali murid berharap
pelaksanaannya dapat lebih optimal dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak di
sekolah. [MFH/Jun]











3.jpg)