- Menu MBG Kurang Variatif dan Minimalis, Orang Tua Siswa di Candipuro Kecewa
- Anggota Komisi III Achmad Johani Minta Dinas PUPR Lamsel Mengecek dan Perbaiki Jembatan yang Jebol
- Setahun Egi-Saiful Diwarnai Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa-Tuntut Evaluasi, Begini Respon Relawan
- Pelantikan Pejabat Pemprov Lampung, Langkah Perkuat Sistem Merit dan Pelayanan Publik
- Safari Ramadan Jadi Momentum Pemerintah Dengarkan Aspirasi dan Bantu Masyarakat
- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Resmi Hadir di Pekon Way Redak
- Sidak Pasar Liwa, Pemkab dan Satgas Saber Pastikan Harga Bapokting Stabil Jelang Hari Raya
- Sensus Ekonomi 2026, Bupati Lampung Barat Minta BPS Bisa Membaca Situasi
- Respon Cepat Pemkab Lampung Tengah Usai Puting Beliung Rusak Permukiman Warga
- Pemkot Metro Gelar Safari Ramadan 1447 H, Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat
Setahun Egi-Saiful Diwarnai Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa-Tuntut Evaluasi, Begini Respon Relawan

KALIANDA, MFH,- Setahun masa
kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama -
Syaiful Anwar diwarnai aksi demonstrasi
oleh sejumlah mahasiswa yang menamai diri Front Cipayung Plus, Senin 23 Februari 2025. Dalam aksi itu,
setidaknya ada 3 subtansi utama yang disampaikan oleh kelompok mahasiswa
tersebut.
Pertama, kelompok mahasiswa yang
terdiri dari gabungan beberapa organisasi mahasiswa seperti IMM, PMII, HMI,
Dema STAI Yasba, BEM UIM, serta BEM UMK
itu meminta dialog secara langsung dengan Bupati Egi terkait 2 tuntutan
berikut ini.
Kedua, terkait program unggulan
Pitu Vista yang menjadi janji kampanye pada saat pilkada. serentak 2024 lalu.
Demonstran mempertanyakan realisasi hingga dampak manfaat dari program tersebut
hingga menganggap perlu dilakukannya evaluasi.
Baca Lainnya :
- Revitalisasi Dermaga Bom Kalianda, Perseroda Lamsel Targetkan Omzet Hingga Rp3,4 Miliar 0
- Kemenag dan Pemkab Luncurkan Gerakan Lampung Selatan Bertadarus0
- Pemkab Lamsel Perkuat Desa Anti Korupsi 2026, 17 Kecamatan Teken Pakta Integritas0
- Pemkab Lampung Selatan Teken Kerja Sama dengan Dua Kampus Kebidanan0
- Polda Bersama Bapanas RI dan Stakeholder Laksanakan Sidak Saber Pangan di RPH Terbesar Lampung0
Ketiga, adanya 7 poin tuntutan yang
ditujukan kepada pasangan kepala daerah yang dilantik oleh Presiden Prabowo
pada 20 Februari 2025 lalu. 1, meminta Egi-Saiful menjalankan pemerintahan yang
inklusif dan transparan. 2, mendesak
penguatan SDM (Sumber Daya Manusia) melalui pendidikan formal dengan beasiswa
maupun non formal via pelatihan
keterampilan.
Ke-3, kepastian hukum untuk
kesejahteraan bagi THLS pada Pemkab
Lamsel. 4, menerbitkan peraturan bupati yang mewajibkan setiap perusahaan di
Lamsel menyerap 80% tenaga kerja lokal. 5, perbaikan struktur pemerintahan agar
lebih efisien dan meningkatkan pelayanan publik.
Ke-6, menuntut pemerataan
infrastruktur yang berkeadilan di seluruh wilayah dan rumah layak huni dan
kepastian hukum. Poin terakhir ke-7, memberantas
pungli (pungutan liar) di internal pemerintahan Lampung Selatan terkait
perizinan dan terkait instansi lainnya.
Aksi unjuk rasa tersebut terpantau
secara overall berjalan kondusif. Massa bergerak dari Lapangan Cipta Karya,
Kalianda, menuju kompleks perkantoran bupati dengan melakukan konvoi
menggunakan sepeda motor, disertai satu unit mobil komando. Mereka tiba di
lokasi sekitar pukul 13.30 WIB dan langsung berorasi secara bergantian.
Sempat ke kantor DPRD, aksi unjuk
rasa tersebut turut diwarnai dengan aksi bakar ban bekas. Dengan begitu,
situasi sempat memanas ketika perwakilan mahasiswa tetap kekeuh mendesak supaya
bersua bupati Egi pada saat itu juga.
Beruntung perwakilan Pemkab Lamsel,
yang terdiri dari Asisten Pemerintahan dan Kesra Darmawan, Kepala Dinas PMD
Erdiansyah, Staf Ahli Bupati Bidang PHP Anton Cermana, kepala Kesbangpol Martoni dan Maturidi selaku
Kasat Pol-PP dapat meredam setelah beberapa kali dilakukan dialog.
"Bapak bupati akan ada
pertemuan dengan InJourney," kata Darmawan. Darmawan juga bilang kalau
pertemuan mahasiswa dengan Bupati Radityo Egi Pratama dalam menelaah Pitu Vista
akan dijadwalkan. Bahkan Darmawan menyatakan jika dirinya langsung yang
nantinya akan mempersiapkan pertemuan termasuk kabar waktunya. "Kami akan
jadwalkan di ruang yang lebih kalau ingin mengkaji Pitu Vista," imbuh
Darmawan.
Tanggapan
Elemen
Menanggapi aksi unjuk rasa oleh
mahasiswa tersebut, relawan Egi-Saiful pada pilkada lalu, Dian Rizky merespon
positif. Dihubungi melalui telepon aplikasi perpesanan WhatsApp, Dian Rizky
yang saat ini sebagai ketua Komunitas Sosial Mandira, menilai aksi para
mahasiswa untuk mengevaluasi setahun Egi-Saiful sejatinya sebuah permintaan
sederhana, namun penuh makna.
"Kalau menurut keyakinan saya
Bang, aksi adik-adik mahasiswa ini sebenarnya positif. Artinya, jangan segala
kritik, masukan dan saran baik itu dalam bentuk unjuk rasa ataupun berupa karya
jurnalistik dengan penulisan artikel selalu diartikan negatif atau menyerang.
Asal tidak ditunggangi tendensi pihak tertentu, saya pikir penyampaian dari
para mahasiswa ini adalah gagasan dan pemikiran yang segar serta kritis atas
kepedulian terhadap daerahnya," ujar Dian Rizky seraya menambahkan
penilaian dirinya dengan Bupati Egi bukan lah sosok pemimpin yang antikritik.
Hanya saja, terus dia, keinginan
dialog secara langsung kelompok mahasiswa tersebut tidak sinkron dengan agenda
kegiatan bupati. Namun begitu, Dian Rizky menyarankan, baik itu penyampaian
aspirasi hingga prosesi dialog dengan bupati Egi nantinya jika terwujud, dapat
disampaikan dengan niat dan adab yang baik, yakni selaku siswa kaum terpelajar
dan juga umat muslim.
“Kalau perlu, adik-adik mahasiswa
gelar seminar ataupun kajian secara akademik apa yang dimaksud dengan Pitu
Vista, apa dan bagaimana Misi 7 Vista tersebut dapat menjadi Visi atau pintu
masuk supaya Lampung Selatan menjadi daerah yang maju dan unggul. Folow up-nya
mungkin dapat dilaksanakan melalui podcast secara terbuka dengan mengundang
akademisi serta menggandeng influencer lokal yang saat ini mulai populis di
jagad raya dunia maya,” imbuhnya. [MFH/Jun]











3.jpg)