- Pemkab Pesibar Perkuat Pengelolaan Fiskal Melalui Rapat Tindak Lanjut Asistensi Kemendagri
- Teguhkan Komitmen, Berikan Yang Terbaik untuk Kabupaten Lampung Utara
- Bupati Cup Dorong Peningkatan Prestasi Petenis Lampung Utara
- Parade Mighul dan Pawai Budaya, Perkenalkan Kebudayaan Kabupaten Lampung Utara
- Bupati Ela Siti Nuryamah jadi Responden Perdana Sensus Ekonomi 2026
- Ratusan Anak Lamtim Tampilkan Karya, Bupati Ela: Mereka Adalah Masa Depan Daerah
- RSUD Pringsewu Canangkan Zona Integritas
- Sekda Pringsewu Ajak ASN Patuh Membayar Pajak Kendaraan Bermotor
- Wabup Agus Hadiri Gerakan Lampung Menanam dan Temu Kader Golkar di Tanggamus
- Respon Cepat Polsek Wonosobo Identifikasi Laporan Beruang Masuk Perkebunan Warga
Mahasabha KMHDI XIV di Unila, Gubernur Dorong Mahasiswa jadi Motor Pembangunan

BANDARLAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung Rahmat
Mirzani Djausal menghadiri Mahasabha (Kongres Nasional) XIV Kesatuan Mahasiswa
Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG)
Universitas Lampung, Rabu (1/4/2026).
Pada kesempatan itu, Gubernur menegaskan
komitmen Pemprov Lampung dalam mendorong peran generasi muda, khususnya
mahasiswa, sebagai motor penggerak pembangunan daerah.
Gubernur Mirza menyebut Mahasabha KMHDI
merupakan momentum penting dalam menentukan arah organisasi sekaligus
melahirkan kepemimpinan baru yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata
bagi bangsa dan daerah.
Baca Lainnya :
- Kurangi Pengangguran, Strategi Terpadu Pemprov Lampung: Dari Pelatihan hingga Pengembangan Industri0
- Stabilitas Harga Terjaga, IHK Lampung Lebih Rendah dari Nasional0
- Sekda Pringsewu Wakili Bupati Hadiri Paripurna HUT ke-62 Provinsi Lampung0
- Bupati Pringsewu Hadiri Penyerahan LKPD Unaudited Tahun 20250
- HUT ke-62 Lampung, Pemprov Tegaskan Komitmen Bangun Ekonomi yang Inklusif dan Berdaya Saing0
“Di forum inilah ide-ide terbaik diuji,
perbedaan pendapat disatukan menjadi kekuatan, dan arah organisasi ditentukan.
Saya yakin semua yang hadir memiliki tujuan yang sama, yaitu menjadikan
organisasi semakin kuat ke depan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza
menekankan pentingnya keberanian mahasiswa dalam menyampaikan gagasan di tengah
dinamika zaman yang serba cepat dan penuh tantangan informasi.
“Kita hidup di era yang viral, di mana yang
viral belum tentu benar dan yang benar belum tentu didengar. Karena itu,
mahasiswa harus berani menjaga kebenaran dan nilai,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gubernur Mirza memaparkan kondisi
Lampung yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, dengan sekitar 1,5
juta penduduk berprofesi sebagai petani.
Ia menyebutkan bahwa peningkatan harga
komoditas seperti padi, jagung dan singkong turut mendorong pertumbuhan ekonomi
desa secara signifikan.
Menurutnya, momentum pertumbuhan ekonomi
tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM),
agar mampu melahirkan inovasi di berbagai sektor, termasuk pangan, UMKM, dan
pariwisata.
“Ekonomi desa sudah tumbuh, sekarang kita butuh
dorongan SDM agar bisa melahirkan inovasi dan kreativitas. KMHDI harus
mengambil peran di sini,” ujarnya.
Gubernur Mirza juga menegaskan bahwa
pembangunan Lampung ke depan bertumpu pada kolaborasi semua pihak, termasuk
organisasi kepemudaan dan mahasiswa.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita
butuh kolaborasi. KMHDI punya jaringan, semangat, dan kedekatan dengan
masyarakat. Ini harus dimaksimalkan agar programnya benar-benar berdampak,”
tambahnya.
Selain itu, Gubernur Mirza menyoroti
keberagaman masyarakat Lampung sebagai kekuatan utama yang harus terus dijaga.
Ia menyebut Lampung sebagai daerah yang
harmonis, bukan sekadar toleran, dengan berbagai suku, agama dan budaya yang
hidup berdampingan.
Lebih jauh, Gubernur Mirza juga menyinggung
kontribusi besar umat Hindu, khususnya masyarakat Bali, dalam sejarah
pembangunan Lampung sejak era transmigrasi tahun 1950-an.
Menurutnya, peran tersebut menjadi bukti nyata
bahwa pembangunan daerah lahir dari semangat kebersamaan lintas identitas.
Gubernur Mirza juga mengangkat nilai filosofi
Tri Hita Karana sebagai pedoman penting dalam menjaga harmoni antara manusia,
Tuhan, dan alam, yang dinilai relevan dalam menjawab tantangan lingkungan dan
perubahan iklim saat ini.
Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan
Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga
persatuan dan kondusivitas di tengah situasi global yang tidak menentu,
termasuk dampak konflik geopolitik terhadap ekonomi dunia.
Ia menilai Lampung sebagai contoh nyata praktik
Bhinneka Tunggal Ika, di mana keberagaman mampu dirajut menjadi kekuatan
persatuan.
“Lampung adalah laboratorium kebhinekaan. Semua
suku, agama dan budaya ada di sini, namun tetap rukun dan bersatu,” ujarnya.
Muzani menegaskan bahwa organisasi mahasiswa seperti
KMHDI memiliki tanggung jawab strategis untuk menjaga ketenangan sosial,
sekaligus menjadi agen edukasi di tengah masyarakat agar tidak terpengaruh oleh
kepanikan global.
Menurutnya, kondisi dunia yang tidak menentu
justru menuntut lahirnya kepemimpinan yang tenang, bijak, dan mampu menjaga
stabilitas.
“Pengurus KMHDI yang baru dituntut untuk tetap
kreatif, tetap tenang, dan terus berinovasi. Dalam situasi sulit, ketenangan
adalah kunci untuk melahirkan keputusan yang jernih,” tegasnya.
Pandangan ini sejalan dengan yang disampaikan
Gubernur Lampung, bahwa harmoni sosial merupakan modal utama dalam mendorong
pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Ketua Umum KMHDI periode 2023–2025 I Wayan
Darmawan menegaskan bahwa peran mahasiswa saat ini tidak lagi terbatas pada
gerakan kritis semata, tetapi harus bertransformasi menjadi kekuatan produktif
yang terlibat langsung dalam pembangunan, sejalan dengan arah kebijakan
Pemerintah Provinsi Lampung.
Ia mengapresiasi komitmen Pemprov Lampung yang
dinilai inklusif dalam merangkul seluruh elemen masyarakat, termasuk umat
Hindu, sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah.
“Saya mendapat laporan bahwa dalam pembangunan
di Provinsi Lampung, Pak Gubernur tidak pernah melupakan umat Hindu sebagai
bagian dari masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa pembangunan di Lampung berjalan
dengan semangat kebersamaan,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan di Lampung
tidak terlepas dari etos kerja masyarakat, khususnya umat Hindu yang banyak
bergerak di sektor pertanian dan ekonomi kerakyatan.
Sejalan dengan fokus Pemprov Lampung pada
sektor pertanian, KMHDI juga menegaskan komitmennya dalam mendorong kemandirian
pangan dan penguatan ekonomi berbasis masyarakat.
Darmawan menilai bahwa kesejahteraan harus
dibangun dari akar rumput, terutama melalui sektor pertanian dan koperasi
sebagai fondasi ekonomi rakyat.
“Kemandirian pangan dan
energi adalah isu strategis. Ini tidak bisa hanya menjadi wacana, tetapi harus
diperjuangkan bersama oleh seluruh elemen bangsa, termasuk mahasiswa,” ujarnya.
[MFH/**]











3.jpg)