- Lampung Resmi jadi Tuan Rumah Pekan Nasional Petani Nelayan 2029
- Wabup Soroti Kerusakan WC dan Saluran Pembuangan di RSUD Batin Mangunang
- Pemprov Percepat Digitalisasi Pelayanan, Lampung-In Versi 2 Segera Diluncurkan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Raih Education Award 2026
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Pencetakan 1.000 Hektar Sawah Baru di Eks Tambang Pasir Sakti
- Jadi Dosen UIN Raden Intan, Wan Ruslan Abdul Gani Pamit dari Pemkab Lamtim
- Kebijakan Afirmatif Pendidikan Tinggi di Lampung Barat Tuai Penghargaan
- Diskominfo Luruskan Informasi Terkait ATK Penghapus Pensil Senilai Rp 30 Juta pada DPMPTSP
- Pemkab Gelar Rakor Tindak Lanjut Surat Edaran Bersama Kemendagri dan BPS Tahun 2026
- Warga RT. 01 Dusun Serbajadi 2 Pemanggilan, Keluhkan Pembangunan SPAM
Lampung Resmi jadi Tuan Rumah Pekan Nasional Petani Nelayan 2029
Gubernur: Momentum Perkuat Posisi sebagai Lumbung Pangan Nusantara


GORONTALO, MFH,-- Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani
Djausal menegaskan bahwa terpilihnya Provinsi Lampung sebagai tuan rumah Pekan
Nasional (Penas) Petani Nelayan XVIII Tahun 2029 menjadi momentum strategis
untuk memperkuat posisi Lampung sebagai lumbung pangan nasional sekaligus
etalase kemajuan sektor pertanian Indonesia.
"Pertanian adalah tulang punggung
perekonomian Lampung. Lebih dari dua juta kepala keluarga di Lampung
menggantungkan hidup pada sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, dan
perikanan. Karena itu, kami siap menjadikan Penas 2029 sebagai ajang
memperlihatkan kekuatan dan kemajuan pertanian Lampung kepada seluruh
Indonesia," ujar Gubernur Mirza saat menghadiri Rembug Utama Kontak Tani
Nelayan Andalan (KTNA) Pekan Nasional Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gedung
Olahraga David Tony Universitas Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Provinsi
Gorontalo, Jumat (19/6/2026).
Baca Lainnya :
- Wabup Soroti Kerusakan WC dan Saluran Pembuangan di RSUD Batin Mangunang0
- Pemprov Percepat Digitalisasi Pelayanan, Lampung-In Versi 2 Segera Diluncurkan0
- Bupati Ela Siti Nuryamah Raih Education Award 20260
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Pencetakan 1.000 Hektar Sawah Baru di Eks Tambang Pasir Sakti0
- Jadi Dosen UIN Raden Intan, Wan Ruslan Abdul Gani Pamit dari Pemkab Lamtim0
Provinsi Lampung resmi ditetapkan sebagai tuan
rumah Pekan Nasional Petani Nelayan XVIII Tahun 2029 setelah memperoleh
dukungan mayoritas dalam proses pemungutan suara yang dilakukan peserta KTNA.
Lampung meraih 29 suara, unggul atas Sumatera Utara yang memperoleh lima suara
dan Sulawesi Tengah yang memperoleh satu suara.
Dalam pemaparannya di hadapan peserta rembug
utama, Gubernur menjelaskan bahwa sektor pertanian menjadi fondasi utama
pembangunan daerah. Dari sekitar 9,5 juta penduduk Lampung yang tersebar di 15
kabupaten/kota dan 225 kecamatan, sebagian besar masyarakat bekerja di sektor
pertanian dan turunannya.
Menurut Gubernur, letak geografis Lampung yang
berada di ujung selatan Pulau Sumatera memberikan keuntungan tersendiri karena
dekat dengan pasar utama nasional, khususnya Pulau Jawa. Kondisi tersebut
mempercepat distribusi hasil pertanian sekaligus meningkatkan daya saing produk
petani Lampung.
Gubernur Mirza memaparkan, produksi padi
Lampung saat ini mencapai sekitar 3,2 juta ton per tahun atau menempati
peringkat keenam nasional. Jumlah tersebut meningkat sekitar 500.000 ton
dibandingkan tahun sebelumnya seiring peningkatan indeks pertanaman dan
dukungan kebijakan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian.
Pemerintah Provinsi Lampung juga menargetkan
produksi padi meningkat hingga 4 juta sampai 4,5 juta ton pada 2029. Target
tersebut diharapkan dapat tercapai melalui peningkatan produktivitas lahan,
penguatan sarana produksi, serta dukungan infrastruktur pertanian yang semakin
memadai.
Selain padi, Lampung merupakan produsen jagung
terbesar kelima nasional dengan produksi sekitar 1,2 juta ton per tahun.
Lampung juga menjadi sentra utama ubi kayu nasional dengan kontribusi sekitar
70 persen produksi singkong Indonesia yang dikelola oleh hampir 500.000
keluarga petani.
Gubernur menjelaskan, pengembangan sektor
pertanian di Lampung tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga
hilirisasi. Berbagai komoditas unggulan seperti padi, jagung, singkong, nanas,
pisang, kopi, lada, dan tebu terus didorong agar menghasilkan nilai tambah
melalui pengolahan industri sebelum dipasarkan.
Untuk mendukung agenda tersebut, Pemprov
Lampung menjalankan program unggulan Desa Ku Maju yang berfokus pada
peningkatan nilai tambah komoditas dari tingkat desa. Salah satu program
prioritasnya adalah penyediaan fasilitas produksi pupuk organik cair di seluruh
desa yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman hingga 15-30
persen.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan
program bantuan alat pengering (dryer) bagi desa-desa sentra pertanian. Program
ini bertujuan mengurangi penjualan komoditas dalam kondisi mentah sekaligus
meningkatkan posisi tawar petani melalui kualitas hasil panen yang lebih baik.
Di hadapan peserta KTNA, Gubernur juga
memaparkan kesiapan Lampung sebagai tuan rumah Penas 2029. Kesiapan tersebut
didukung oleh jaringan Jalan Tol Trans Sumatera, akses transportasi udara dan
laut yang terhubung langsung dengan Jakarta, ketersediaan ratusan hotel, serta
berbagai lokasi yang disiapkan untuk kegiatan utama maupun studi lapang
peserta.
Terpilihnya Lampung sebagai tuan rumah Penas
2029 diharapkan tidak hanya memperkuat promosi sektor pertanian daerah, tetapi
juga mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pariwisata. Pemerintah
Provinsi Lampung optimistis penyelenggaraan ajang nasional tersebut akan
memberikan manfaat luas bagi petani, nelayan, pelaku usaha, serta masyarakat
Lampung secara keseluruhan. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)