- Menembak Begal, Membiarkan Bandar
- Kakanwil Kemenag Tekankan Penguatan Pelayanan Umat Saat Kunjungan ke KUA Gisting Tanggamus
- Petani Cabai Lamsel Keluhkan Biaya Produksi Melonjak, Harga Jual Justru Anjlok Saat Panen Raya
- PTPN I Polisikan Lansia 72 Tahun Kasus Pencurian Getah Karet
- Rekam Jejak Polwan Pertama jadi Kapolsek di Polres Tanggamus, dari Reskrim Hingga Humas
- SDN 1 Tekad Raih Juara 1 Tari Kreasi dan jadi Juara Umum FLS3N Kecamatan Pulau Panggung
- Kabidkeu dan Kabid Dokkes Polda Lampung Pimpin Apel Pamatwil Polres Tanggamus
- Diduga Lakukan Kekerasan Verbal terhadap Anak, Oknum Collector OTO Finance Resmi Dilaporkan
- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
Hearly Egi: Narasi Penolakan Pembangunan Jalan Way Nipah – Tampang Tua Menyesatkan

TANGGAMUS,
MFH,-- Ketua Laskar Lampung Indonesia (LLI) DPC Kabupaten Tanggamus, Hearly
Egi, menyatakan penolakan tegas terhadap narasi yang menentang pembangunan
trase Jalan Waynipah – Tampang Tua.
Penolakan
yang disuarakan oleh Ir. Edy Karizal dengan tudingan pengkhianatan terhadap
komitmen penurunan emisi gas rumah kaca dinilai menyesatkan dan mengabaikan
kebutuhan masyarakat.
Hearly Egi
menegaskan, pembangunan akses jalan adalah kebutuhan mendasar bagi warga
pesisir dan pegunungan yang telah puluhan tahun hidup dalam keterisolasian.
Baca Lainnya :
- Polres Tanggamus Ungkap Kasus Pencurian Kapulaga di Limau0
- Truk Pembawa Tabung Gas Terjun ke Jurang0
- Polsek Wonosobo Tangkap Pelaku Penganiayaan0
- Kisah Heroik Istri di Tanggamus, Selamatkan Suami dari Kobaran Api yang Hanguskan Rumah0
- Polsek Semaka Identifikasi Mayat Petani yang Jatuh ke Jurang Rewel0
“Jalan ini
bukan proyek seremonial. Ini urat nadi ekonomi rakyat Tanggamus yang sudah lama
menunggu akses transportasi yang layak. Jangan bicara soal emisi sambil menutup
mata terhadap penderitaan warga,” tegas Hearly, Rabu, 15 Oktober 2025.
Menurutnya,
mengaitkan kepentingan dasar rakyat dengan agenda global penurunan emisi tanpa
melihat kondisi sosial-ekonomi di lapangan adalah bentuk arogansi intelektual.
Laskar
Lampung menilai komitmen lingkungan tidak boleh dijadikan dalih untuk
membiarkan daerah tetap terisolasi.
Seperti
dilansir Potensinews.id, Hearly
menantang pihak-pihak yang menolak proyek tersebut untuk turun langsung ke
lapangan, menyaksikan bagaimana warga harus melewati jalur curam hanya untuk
memasarkan hasil bumi atau mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Pembangunan
jalan bukan hanya soal beton dan aspal. Ia adalah jembatan harapan yang
menghubungkan keterpencilan dengan peradaban,” ujarnya.
Ia
menekankan bahwa agenda lingkungan memang penting, namun kebijakan hijau tidak
boleh dipahami secara kaku hingga menutup akses rakyat terhadap hak ekonomi dan
sosialnya.
“Pembangunan hijau seharusnya tidak memiskinkan
rakyat, tetapi membebaskan mereka dari keterisolasian,” tambah Hearly. [MFH/din/**]











3.jpg)