- Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Pasar Kotaagung
- Diduga Langgar UU Lingkungan Hidup, WALHI Lampung Desak Usut Pembuangan Limbah PT. Ciomas
- DPRD Setujui Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025
- Diskominfotiksan Perkuat Monitoring Kinerja Pegawai Lewat Inisiasi Pengembangan SIMON
- Wabup Lamtim Azwar Hadi Dorong Lulusan SMK Berdaya Saing Global
- Bupati Ela SIti Nuryamah Kukuhkan Kampung Siaga Bencana
- Panen Raya Petani Mitra Adhyaksa, Bukti Sinergi Kejaksaan dan Pemkab Lampung Timur
- Pemkot Metro Tinjau Sentra Bawang Merah Solok
- Bupati Solok dan Wali Kota Metro Perkuat Kerja Sama Antar Daerah
- Wakil Bupati Lambar Perkuat Sinergi MBG, Targetkan 29 SPPG Penuhi Standar dan Tepat Sasaran
Bupati Solok dan Wali Kota Metro Perkuat Kerja Sama Antar Daerah
Jamin Pasokan Bawang Merah dan Kendalikan Inflasi

SOLOK, MFH — Pemerintah Kabupaten Solok dan
Pemerintah Kota Metro resmi memperkuat sinergi pengendalian inflasi melalui
penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di bidang
pemenuhan kebutuhan barang pokok strategis, khususnya komoditas bawang merah.
Penandatanganan yang berlangsung di Kantor
Bupati Solok, Kamis (30/07/2026), menjadi langkah konkret dalam membangun
sistem distribusi pangan yang berkelanjutan antara daerah produsen dan daerah
perdagangan atau konsumen.
Kerja sama tersebut tidak hanya diwujudkan
dalam skema Government to Government (G2G) antara Pemerintah Kabupaten Solok
dan Pemerintah Kota Metro, tetapi juga diperkuat melalui pola Business to
Business (B2B) yang mempertemukan pelaku usaha atau offtaker dari Kota Metro
dengan petani maupun pengepul bawang merah di Kabupaten Solok.
Baca Lainnya :
- IPeKB Kota Metro Perkuat Upaya Cegah Stunting Lewat Edukasi dan Bansos0
- Sekda Kota Metro Tekankan Disiplin, Penguasaan Aturan, dan Marwah Satpol PP 0
- Dinkes Metro Tegaskan Penanganan TBC di Sekitar TPAS Karangrejo Sesuai Standar0
- Sekda Metro Dorong Percepatan PAD dan Mutasi Kendaraan0
- Pemkot Metro Gelar Gebyar Senam LLI0
Skema ini difasilitasi oleh Bank Indonesia
Perwakilan Provinsi Lampung sebagai bagian dari upaya memperkuat stabilitas
pasokan dan harga pangan.
Kolaborasi ini menjadi semakin strategis
mengingat Kabupaten Solok merupakan salah satu sentra hortikultura terbesar di
Sumatera, serta menjadi sentra produksi bawang merah terbesar kedua di
Indonesia setelah Kabupaten Brebes.
Kerja sama antar daerah ini juga sejalan dengan
mandat Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai rupiah melalui
pengendalian inflasi. Bersama pemerintah daerah, Bank Indonesia terus
memperkuat sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui Gerakan
Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Dengan mengedepankan prinsip 4K, yakni
keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan
komunikasi yang efektif. Implementasinya diwujudkan melalui Gerakan Pangan
Murah, fasilitasi distribusi pangan, hingga pengembangan kerja sama antardaerah
sebagai instrumen menjaga keseimbangan pasokan dan harga.
Bupati Solok, Jon Firman Pandu menyampaikan
bahwa kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat
ketahanan pangan nasional sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi
petani di Kabupaten Solok.
“Kerja sama dengan Pemerintah Kota Metro
menjadi langkah strategis untuk memperkuat rantai pasok, memperluas pemasaran
hasil pertanian, sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani. Kami
berharap sinergi ini memberikan manfaat nyata bagi kedua daerah serta mendukung
upaya nasional dalam menjaga stabilitas pangan dan pengendalian inflasi,” ujar
Bupati Solok.
Sementara itu, Wali Kota Metro, Bambang Iman
Santoso menegaskan bahwa Kota Metro memandang Kabupaten Solok sebagai mitra
strategis dalam menjamin ketersediaan pasokan komoditas pangan, khususnya
bawang merah, yang selama ini menjadi salah satu penyumbang inflasi ketika
terjadi gangguan pasokan.
“Kami melihat potensi besar Kabupaten Solok
dalam sektor pertanian, khususnya komoditas bawang merah. Potensi tersebut
sangat relevan dengan kebutuhan Kota Metro yang terus berupaya menjaga
stabilitas harga dan menjamin ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat. Karena
itu, kerja sama ini kami bangun bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan hari
ini, tetapi sebagai fondasi sistem distribusi pangan yang berkelanjutan,” kata
Wali Kota Metro.
Ia menambahkan bahwa penandatanganan
kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama tersebut merupakan komitmen nyata
dalam membangun kolaborasi yang saling menguntungkan, tidak hanya bagi
pemerintah daerah tetapi juga bagi pelaku usaha dan masyarakat.
“PKS ini bukan sekadar tanda tangan di atas
selembar kertas di atas meja saja, tetapi komitmen bersama untuk menjaga
keberlanjutan pasokan pangan, menciptakan stabilitas harga, serta memperkuat
ketahanan pangan di kedua daerah,” Katanya.
Kolaborasi antara daerah penghasil dan daerah
konsumen adalah kunci pengendalian inflasi. Ketika pasokan terjamin dan
distribusi berjalan lancar, harga menjadi lebih stabil dan masyarakatlah yang
akan merasakan manfaat paling besar. Inilah semangat yang kami bangun bersama
Pemerintah Kabupaten Solok,” tegas Wali Kota Metro.
Melalui kerja sama
tersebut, diharapkan terbangun rantai pasok pangan yang lebih efisien dari
sentra produksi hingga pasar konsumen. Sinergi antara pemerintah daerah, Bank
Indonesia, pelaku usaha, dan petani diyakini akan menjadi model kolaborasi yang
mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, menjaga stabilitas harga kebutuhan
pokok, sekaligus memberikan kepastian usaha bagi petani dan pelaku distribusi
di kedua daerah. [MFH/Diskominfo Kota Metro]











3.jpg)