- Wagub Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan Memberikan Data yang Benar
- Wabup Tanggamus Minta Program MBG Tepat Sasaran
- Bupati Dedi Irawan Resmi Buka Turnamen Sepak Bola Bupati Cup II Tahun 2026
- ASN Lampung Barat Dibekali Literasi Investasi Saham, Bupati: Legal dan Logis
- HUT ke-35 Lampung Barat, Bupati Minta Jadikan Momentum Bangga dengan Adat Sai Batin
- Plt. Bupati Lampung Tengah Hadiri Rakor TKPKD Provinsi Lampung Tahun 2026
- Wali Kota Metro Pimpin Upacara HARGANAS ke-33
- Satres Narkoba Polres Tanggamus Tangkap Diduga Pengedar Sabu di Bandar Negeri Semuong
- DPRD Setujui Tiga Ranperda, Banggar dan Pansus Sampaikan Hasil Pembahasan
- Wagub Jihan Temui Massa Aksi Mahasiswa, Pemprov Kawal Aspirasi ke Pemerintah Pusat
Wali Kota Metro Pimpin Upacara HARGANAS ke-33
Tekankan Peran Keluarga Wujudkan Generasi Emas 2045

METRO, MFH,-- Wali Kota Metro Bambang Iman
Santoso memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33
Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan penyerahan satu sertifikat dan empat
penghargaan di Halaman Kantor Wali Kota Metro, Senin (29/06/2026).
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Metro
memberikan penghargaan kepada SMA Ahmad Dahlan Kota Metro sebagai Pusat
Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Pencerah, Kelurahan Yosomulyo sebagai
Kampung Keluarga Berkualitas Tahun 2026, Kelurahan Yosorejo sebagai Juara I
Rumah Data Kependudukan, Kelompok Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga
sebagai penerima Sertifikat Halal, serta Widiyawati, S.Pd sebagai Perempuan
Kepala Keluarga Inspiratif.
Dalam upacara tersebut, Wali Kota Metro
membacakan pidato resmi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala
BKKBN Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd. yang mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari
Keluarga Nasional sebagai momentum refleksi untuk memperkuat ketahanan
keluarga.
Baca Lainnya :
- Wali Kota Metro Lepas 15 Atlet Airsoftgun Komunitas KDRT ke Kejurnas INASOC II Jakarta0
- Wakil Wali Kota Metro Hadiri Pembukaan Turnamen Tenis Kapolres Cup 20260
- TPID Kota Metro Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi0
- Hari Bhayangkara ke-80, Wali Kota Metro dan Polres Metro Kenang Jasa Pahlawan 0
- Iringmulyo Metro Siap Juara Lomba Kelurahan Lampung 20260
“Hari ini bukan sekadar baris tanggal untuk
seremonial, melainkan sebuah jeda kultural dan refleksi nasional. Mari kita
tengok kembali rumah kita dan bertanya, sudahkah keluarga kita menjadi tempat
bernaung yang aman, tangguh, dan siap melahirkan generasi pemenang,” demikian
kutipan pidato Menteri yang dibacakan Bambang.
Bambang dijelaskan bahwa keluarga menjadi
fondasi utama dalam menghadapi tantangan Era VUCA yang ditandai dengan
perubahan cepat, ketidakpastian, kompleksitas, dan berbagai tantangan akibat
perkembangan teknologi digital.
“Hari ini, disrupsi teknologi digital dan
pergeseran nilai sosial masuk tanpa permisi ke ruang keluarga melalui gawai di
genggaman anak-anak kita. Jika institusi keluarga rapuh, arus zaman ini akan
dengan mudah menggilas masa depan mereka,”ungkapnya.
Untuk itu, Bambang menegaskan bahwa ketangguhan
keluarga bukan lagi menjadi pilihan alternatif, melainkan sebuah keharusan
mutlak dan menjadi urgensi nasional yang memiliki keterkaitan sangat erat
dengan masa depan Indonesia, karena kualitas keluarga akan menentukan kualitas
generasi penerus bangsa.
“Kita sedang berada di jendela peluang historis
yaitu Bonus Demografi. Ini merupakan peluang yang bisa melesatkan Indonesia
menjadi kekuatan ekonomi dunia. Namun kondisi ini bisa berubah menjadi bencana
demografi ledakan pengangguran dan runtuhnya stabilitas sosialjika ledakan usia
produktif ini tidak berkualitas,”tuturnya.
Oleh karena itu, transformasi kualitas Sumber
Daya Manusia (SDM) tidak boleh ditunda, dan itu tidak dimulai dari bangku
sekolah atau dunia kerja, melainkan dari dalam rahim ibu dan pengasuhan
keluarga. “Untuk mengapitalisasi bonus demografi tersebut, kita harus
memperkuat tiga pilar utama pembangunan keluarga yaitu Kesehatan, Pendidikan
Karakter dan Ketahanan Mental,”jelasnya.
Dalam kesehatan, Bambang mengungkapkan bahwa
kita harus menuntaskan stunting dengan pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama
Kehidupan harus menjadi gerakan nasional di setiap dapur keluarga.
Selain itu, rumah diharapkan menjadi tempat
utama dalam membangun karakter anak melalui penanaman nilai integritas,
kejujuran, dan kedisiplinan agar mampu menghadapi tantangan masa depan.
“Ketiga adalah Ketahanan Mental. Jadilah
pelabuhan emosional yang stabil di tengah era yang penuh tekanan, agar
anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang resilien dan tidak mudah menyerah,”papar
Bambang.
Menteri juga turut memberikan perhatian khusus
terhadap peran ayah dalam keluarga yang keberadaan dinilai tidak cukup hanya
hadir secara fisik, tetapi juga harus terlibat secara emosional dalam proses
tumbuh kembang anak.
“Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh dalam fenomena fatherless country, di
mana ayah hadir secara fisik namun absen secara psikologis,” ujar Menteri dalam
pidato yang dibacakan Wali Kota.
Bukan hanya itu, dalam pidatonya Menteri
Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN mengingatkan agar orang tua
tidak membiarkan gawai menggantikan peran keluarga dalam mendidik anak.
“Letakkan gawai Anda di rumah, peluk
anak-anakmu, ajak mereka berdialog, dan batasi waktu layar mereka pada hal-hal
yang produktif,” lanjutnya.
Pidato tersebut juga mengingatkan bahwa
berbagai persoalan sosial seperti tawuran, perundungan, pergaulan bebas, hingga
penyalahgunaan narkoba merupakan alarm bahwa fungsi keluarga harus terus
diperkuat.
“Karena itu,saya menghimbau seluruh orang tua
untuk menjadikan rumah sebagai tempat yang paling aman dan nyaman bagi anak
sehingga keluarga menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai ancaman
sosial,”himbaunya.
Di akhir pidato, Menteri mengajak seluruh
elemen masyarakat memperbarui paradigma bahwa keluarga merupakan hulu dari
seluruh kebijakan pembangunan nasional.
“Mari kita bangun keluarga Indonesia yang
sehat, cerdas, dan berkarakter mulia di tengah tantangan era VUCA ini agar siap
memetik Bonus Demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tutup pidato
tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan
Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
(PPPAPPKB) Kota Metro, Silfia Naharani, mengatakan bahwa peringatan HARGANAS
ke-33 menjadi momentum untuk mengingatkan kembali pentingnya penguatan keluarga
dalam menyongsong bonus demografi.
Silfia juga mengungkapkan bahwa pada kajian
yang dilakukan menunjukkan bahwa kehadiran seorang ayah memiliki pengaruh besar
terhadap tumbuh kembang anak, sehingga keterlibatan ayah dalam pengasuhan perlu
terus diperkuat.
“Selama ini peran pengasuhan sering hanya
dibebankan pada ibu. Padahal kehadiran ayah sangat dibutuhkan mulai dari
mengambil rapor anak hingga mendampingi proses pengasuhan. Dalam ajaran agama,
ayah adalah pemimpin keluarga yang harus memberi teladan. Jika hal ini
dijalankan dengan baik, maka cita-cita Kota Metro dan Indonesia Emas 2045 akan
mudah tercapai,” ujarnya.
Silfia juga jika hal tersebut bisa dilaksanakan
dan menjadi contoh yang baik generasi emas akan bisa terwujud dengan baik untuk
Kota Metro dan tentunya untuk Indonesia Emas 2045. [MFH/Diskominfo Kota Metro]










3.jpg)