Serukan Islah di Tubuh PBNU, Rais Syuriyah PCNU se-Provinsi Lampung Nyatakan Sikap

By redaksi 15 Des 2025, 11:32:18 WIB Nasional
Serukan Islah di Tubuh PBNU, Rais Syuriyah PCNU se-Provinsi Lampung Nyatakan Sikap

LAMPUNG, MFH,-- Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Provinsi Lampung secara kolektif mengeluarkan pernyataan sikap penting yang menyerukan islah di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) serta menegaskan kembali hasil Muktamar ke-34 Lampung.

Pernyataan yang menegaskan soliditas struktural-kultural ini dikeluarkan pada hari Sabtu, 13 Desember 2025 Masehi (22 Jumadil Akhirah 1447 Hijriah) di Lampung Tengah. Hadir dan terlibat dalam pernyataan sikap kolektif ini adalah Rais Syuriyah dari sembilan PCNU, yaitu KH. Kholiq Amrullah Adnan (Lampung Timur), Kiai M. Ishomudin (Lampung Selatan), KH. Muhajir (Lampung Utara), KH. Nur Daim (Lampung Tengah), KH. Abdul Karim (Mesuji), KH. Abdullah Juremi (Tulang Bawang), KH. Machrus Ali (Tulang Bawang Barat), Kiai Agus Fathullah (Pesisir Barat), dan KH. M.Toha (Lampung Barat).

Pembacaan pernyataan sikap bersejarah ini dipimpin langsung oleh Rais Syuriyah PCNU Lampung Timur, KH. Kholiq Amrullah Adnan, S.Ag yang akrab disapa Gus Kholiq. Pernyataan ini lahir setelah menimbang secara mendalam 'dawuh' (nasihat) para Masyayikh (Guru-guru sepuh) NU dan melihat langsung keadaan umat di tingkat akar rumput (grass roots).

Baca Lainnya :

Langkah ini mencerminkan prinsip Nahdlatul Ulama dalam memadukan kekuatan struktural (organisasi) dengan landasan kultural (keilmuan dan keteladanan ulama). Terdapat tiga poin utama yang disuarakan oleh para Rais Syuriyah:

1. Seruan Islah Berlandaskan Dawuh Masyayikh: Para Rais Syuriyah meminta PBNU untuk segera melaksanakan ishlah (perdamaian/rekonsiliasi) sebagaimana yang telah menjadi nasihat para Masyayikh, khususnya dari Pondok Pesantren Ploso dan Tebuireng, demi kemaslahatan jamaah dan jam'iyyah.

2. Penegasan Mandat Hasil Muktamar Lampung: PCNU se-Lampung menegaskan kembali legalitas kepemimpinan hasil Muktamar NU ke-34 di Lampung, yaitu KH. Miftahul Akhyar sebagai Rais 'Aam dan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU masa Khidmah 2021-2026. Penegasan ini merupakan upaya penguatan struktural terhadap hasil keputusan organisasi tertinggi.

3. Ajakan Istighosah dan Mengikuti Teladan Masyayikh: Pernyataan ditutup dengan ajakan kepada seluruh PCNU se-Indonesia untuk senantiasa 'nderek dawuh' (mengikuti nasihat) Masyayikh NU, serta diimbau untuk terus melaksanakan istighosah (doa bersama) demi kekuatan dan kejayaan NU, yang berujung pada kemaslahatan umat dan terwujudnya rahmat bagi semesta (Rahmatan lil 'alamin).

Gus Kholiq menekankan bahwa pernyataan kolektif ini adalah manifestasi dari tanggung jawab moral dan struktural para Rais Syuriyah di daerah untuk mengawal keutuhan organisasi dan memastikan bahwa kepengurusan NU tetap berjalan di atas landasan khidmah (pengabdian) yang diridhai Allah Subhanahu Wa Ta'ala. [MFH/Sriw]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment