- Pemprov Buka Kolaborasi Pengelolaan Sampah Pasar untuk Hasilkan Pupuk Organik
- Peringatan HUT Ke-81 RI, Bupati Serukan Penghormatan dan Kepedulian Kepada Pejuang
- Sholawat Kebangsaan, Bupati Ela Ajak Warga Jaga Persatuan dan Bijak Bermedia Sosial
- Wabup Azwar Hadi Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Lamtim
- Wakil Wali Kota Metro Hadiri Upacara Penurunan Bendera Merah Putih
- Kajari Lampung Tengah Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI
- Semarak HUT ke-81 RI Bersama GGF, Plt. Bupati Lamteng Ajak Perkuat Kebersamaan
- Ziarah Nasional di TMP Suka Negeri, Momentum Kenang Jasa dan Perjuangan Pahlawan
- Rangkaian HUT RI Ditutup, Wakil Bupati Ajak Warga Jaga Api Kemerdekaan
- Diklat Paskibraka Pesisir Barat 2026 Resmi Ditutup
Serukan Islah di Tubuh PBNU, Rais Syuriyah PCNU se-Provinsi Lampung Nyatakan Sikap

LAMPUNG, MFH,-- Rais Syuriyah
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Provinsi Lampung secara kolektif
mengeluarkan pernyataan sikap penting yang menyerukan islah di tubuh Pengurus
Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) serta menegaskan kembali hasil Muktamar ke-34
Lampung.
Pernyataan yang menegaskan
soliditas struktural-kultural ini dikeluarkan pada hari Sabtu, 13 Desember 2025
Masehi (22 Jumadil Akhirah 1447 Hijriah) di Lampung Tengah. Hadir dan terlibat
dalam pernyataan sikap kolektif ini adalah Rais Syuriyah dari sembilan PCNU,
yaitu KH. Kholiq Amrullah Adnan (Lampung Timur), Kiai M. Ishomudin (Lampung
Selatan), KH. Muhajir (Lampung Utara), KH. Nur Daim (Lampung Tengah), KH. Abdul
Karim (Mesuji), KH. Abdullah Juremi (Tulang Bawang), KH. Machrus Ali (Tulang
Bawang Barat), Kiai Agus Fathullah (Pesisir Barat), dan KH. M.Toha (Lampung
Barat).
Pembacaan pernyataan sikap
bersejarah ini dipimpin langsung oleh Rais Syuriyah PCNU Lampung Timur, KH.
Kholiq Amrullah Adnan, S.Ag yang akrab disapa Gus Kholiq. Pernyataan ini lahir
setelah menimbang secara mendalam 'dawuh' (nasihat) para Masyayikh (Guru-guru
sepuh) NU dan melihat langsung keadaan umat di tingkat akar rumput (grass
roots).
Baca Lainnya :
- Pengurus Paguyuban Pedagang Kuliner Pasar Mambo Periode 2026 -2030 Resmi Terbentuk0
- Polisi Tangkap Dua Pelaku Pembunuhan Pasutri Lansia di Tanggamus0
- 17 Sales yang Diamankan Warga Sumberejo Bukan Pelaku Hipnotis0
- Tim Inafis Polres Tanggamus Olah TKP Dugaan Kasus Pembunuhan Pasutri di Pugung0
- Tim Patroli Perintis Presisi Polres Tanggamus Sisir Titik Rawan Kejahatan di Sumberejo0
Langkah ini mencerminkan prinsip
Nahdlatul Ulama dalam memadukan kekuatan struktural (organisasi) dengan
landasan kultural (keilmuan dan keteladanan ulama). Terdapat tiga poin utama
yang disuarakan oleh para Rais Syuriyah:
1. Seruan Islah Berlandaskan Dawuh
Masyayikh: Para Rais Syuriyah meminta PBNU untuk segera melaksanakan ishlah
(perdamaian/rekonsiliasi) sebagaimana yang telah menjadi nasihat para
Masyayikh, khususnya dari Pondok Pesantren Ploso dan Tebuireng, demi
kemaslahatan jamaah dan jam'iyyah.
2. Penegasan Mandat Hasil Muktamar
Lampung: PCNU se-Lampung menegaskan kembali legalitas kepemimpinan hasil
Muktamar NU ke-34 di Lampung, yaitu KH. Miftahul Akhyar sebagai Rais 'Aam dan
KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU masa Khidmah 2021-2026.
Penegasan ini merupakan upaya penguatan struktural terhadap hasil keputusan
organisasi tertinggi.
3. Ajakan Istighosah dan Mengikuti
Teladan Masyayikh: Pernyataan ditutup dengan ajakan kepada seluruh PCNU
se-Indonesia untuk senantiasa 'nderek dawuh' (mengikuti nasihat) Masyayikh NU,
serta diimbau untuk terus melaksanakan istighosah (doa bersama) demi kekuatan
dan kejayaan NU, yang berujung pada kemaslahatan umat dan terwujudnya rahmat
bagi semesta (Rahmatan lil 'alamin).
Gus Kholiq menekankan bahwa
pernyataan kolektif ini adalah manifestasi dari tanggung jawab moral dan
struktural para Rais Syuriyah di daerah untuk mengawal keutuhan organisasi dan
memastikan bahwa kepengurusan NU tetap berjalan di atas landasan khidmah
(pengabdian) yang diridhai Allah Subhanahu Wa Ta'ala. [MFH/Sriw]











3.jpg)