Sepi Pengunjung Usai Diambil Alih Provinsi, TPI Dermaga BOM Lamsel Lesu

By redaksi 20 Apr 2026, 21:33:52 WIB Saburai
Sepi Pengunjung Usai Diambil Alih Provinsi, TPI Dermaga BOM Lamsel Lesu

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Keadaan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang terletak di kawasan Dermaga BOM kini terlihat sangat sepi dan lesu. Perubahan kondisi ini terjadi setelah pengelolaan tempat tersebut diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Lampung.

 Pengurus Nelayan Dermaga BOM Badri mengungkapkan, sebelum di ambil alih oleh pihak provinsi Lampung TPI Dermaga BOM kawasan Kawasan tersebut selalu ramai oleh hiruk-pikuk aktivitas ekonomi.

Setiap pagi hingga siang hari, TPI menjadi pusat pertemuan antara nelayan yang baru pulang melaut dengan para pedagang ikan, pembeli, hingga wisatawan yang ingin mendapatkan hasil laut segar. Namun kini, suasana itu sudah tidak terlihat lagi.

Baca Lainnya :

" Sekarang sepi banget, kondisi nya juga tidak terawat tempat TPI juga Sampah berserakan, Kondisi ini sejak 2023, padahal dulunya perputaran uang di sini tiap harinya milyaran rupiah, sedikitnya 10 ton ikan hasil tangkapan nelayan di perjual belikan di sini," Ucap Badri Senin, (20/4/2026)

Dampak Langsung ke Nelayan dan UMKM

Kelesuan di TPI ini berdampak sangat nyata bagi para nelayan dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menggantungkan hidupnya di kawasan tersebut.

 Bagi para nelayan, sepinya di TPI BOM  membuat mereka kesulitan mendapatkan ikan segar, ikan rata - rata di datangkan dari luar daerah seperti Lampung Timur, dengan harga yang sudah tinggi.

Sementara itu, para pelaku UMKM yang berjualan kuliner, makanan ringan, maupun kebutuhan nelayan juga merasakan dampak yang sama. Berkurangnya jumlah orang yang datang ke dermaga membuat omzet penjualan mereka anjlok drastis. Beberapa warung bahkan terpaksa harus menutup usahanya lebih awal karena tidak ada pembeli.

 Warga dan pelaku usaha berharap adanya perbaikan manajemen dan sosialisasi yang lebih baik agar aktivitas ekonomi di TPI Dermaga BOM bisa kembali bergeliat seperti sedia kala, sehingga mata pencaharian masyarakat sekitar bisa terjamin kembali. [MFH/Sriw]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment