- Sekdaprov Marindo Pimpin Rapat Evaluasi Sekolah Rakyat bersama BPKP
- Sekda Tedi Zadmiko Ikuti Rakor Virtual dengan Kantor Staf Kepresidenan RI
- BNN Provinsi Lampung dan Pemkot Metro Perkuat Sinergi P4GN
- Polres dan Pemkot Metro Gelar Aksi Korve, Wujudkan Sinergi dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
- Bupati dan Wakil Bupati beserta Kadiskes serta Kepala OPD lain Tatap Muka Dalam Rangka Konsultasi
- Wakil Bupati Umi Laila Buka Musrenbang Kecamatan Banyumas
- Pemkab Pringsewu Bersama Forkopimda Laksanakan Kerja Bakti Pembersihan Fasilitas Publik
- Pemkab Pesawaran Laksanakan Gerakan Bersih-Bersih Dukung Indonesia ASRI
- Petani Keluhkan Perbaikan Tanggul Way Pisang Asal-Asalan, BBWS Lampung Tutup Mata
Pemkab Pringsewu dan Institut Pertanian Bogor Jalin Kerjasama

PRINGSEWU, MFH,-- Pemerintah Kabupaten Pringsewu
menjalin kerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). MoU (Nota
Kesepahaman) kerjasama di bidang penelitian, inovasi serta pengabdian dan
pemberdayaan masyarakat ini ditandatangani oleh Bupati Pringsewu Riyanto
Pamungkas dan Rektor IPB Prof.Dr.Arif Satria di Gedung Rektorat IPB, Bogor,
Jawa Barat, Selasa (4/11/2025).
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengatakan kerja sama antara Pemkab
Pringsewu dengan IPB ini merupakan langkah nyata bagi memperkuat sinergitas
antara dunia pendidikan dan pemerintahan daerah. Dikatakan Riyanto, Pemkab
Pringsewu mempunyai program hilirisasi untuk produk-produk pertanian, perikanan
dan peternakan. Hal ini mengingat Pringsewu tidak memiliki cukup
sumberdaya alam, mineral maupun pertambangan. Namun, Pringsewu memiliki potensi
di bidang pertanian dan perikanan.
"Salah satunya adalah tepung mocaf. Hal ini juga menjadi salah satu upaya
untuk mengatasi anjloknya harga singkong, bukan hanya di Kabupaten Pringsewu
tetapi juga Provinsi Lampung. Sekaligus untuk memberikan edukasi kepada
masyarakat mengenai makanan sehat, apalagi sekarang juga ada program Makan
Bergizi Gratis (MBG)," katanya.
Selain tepung mocaf, lanjut Riyanto, Pemkab Pringsewu juga akan melakukan
hilirisasi susu kambing, mengingat Kabupaten Pringsewu memiliki banyak peternak
kambing perah. Sehingga diperlukan pendampingan guna mengembangkan potensi ini.
Pihaknya juga berupaya mencarikan investor, dan tahun depan akan ada
pembicaraan lebih lanjut untuk susu kambing ini.
"Selain itu, Pringsewu juga mempunyai potensi pohon aren untuk dijadikan
gula aren dan turunannya, serta kolang-kaling yang juga cukup berlimpah. Kita
ingin kolang-kaling tidak hanya laku pada saat bulan Ramadan saja, tetapi kami
ingin kolang-kaling ini dibuat seperti carica di Banjarnegara sehingga laku di
sepanjang waktu," ujarnya.
Bupati Pringsewu pada kegiatan yang dihadiri sejumlah pejabat terkait Pemkab
Pringsewu dan IPB berharap melalui kerjasama ini akan melahirkan inovasi dan
riset terapan yang akan mampu mentransformasi potensi lokal yang ada di
Kabupaten Pringsewu untuk bisa dikembangkan lebih lanjut. Melalui pendampingan
IPB, diharapkan juga terwujud teknologi tepat guna.
"Kami ingin Pringsewu memiliki icon. Sebab di Lampung kondisinya berbeda
dengan di Jawa. Kalau di Jawa, jika ingat makanan brem misalnya, tentu kita
ingat Madiun, ingat geruk goreng ingat Sokaraja dan sebagainya, tetapi di
Lampung belum ada. Selama ini mungkin ada keripik, tetapi generalnya terlalu
luas. Kami ingin Pringsewu punya produk unggulan, dan ini bisa terjadi jika
kita bisa bersinergi dengan memaksimalkan potensi yang ada," pungkasnya.
[MFH/Diskominfo Pringsewu]











3.jpg)