- Perkuat Pembangunan SDM, Gubernur Mirza: Infrastruktur Harus Diiringi Akhlak dan Iman
- Purnama Wulan Sari Mirza Lepas Tri Wahyuni Perkuat Indonesia di Asian Games 2026 Jepang
- Pamerkan Kriya Lampung di Kriyanusa 2026, Batin Wulan Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global
- Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Berbasis Teknologi dan Komunitas
- Bukan Sekadar Akses, Gubernur Mirza Tekankan Penghormatan terhadap Martabat Kaum Tuli
- Warga Sragi Jadi Korban Love Scam di Peras Rp290 Juta, Pelaku di Tangkap di Brebes
- Polsek Pematang Sawa Pastikan Karhutla di Tampang Tua Telah Padam
- Penjualan Kendaraan Niaga Naik, Trend Positif Penguatan Distribusi Hasil Pertanian Lampung
- APIK Dorong Transformasi Kakao Lampung Timur Berbasis Petani dan Kolaborasi
- Pertama di Indonesia, Lamtim Resmi Integrasikan MRC ke MPP
Pemkab Pesisir Barat Teken Kerja Sama Pengelolaan Kawasan Agroindustri Terpadu

PESISIR BARAT, MFH,-- Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat resmi
menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengelolaan kawasan usaha
agroindustri terpadu bersama PT. Dwi Hasta Anugerah, bertempat di ruang payung
agung lantai 4, komplek perkantoran Pemda kabupaten pesisir Barat,
(Rabu 18/2/2026).
Penandatanganan kerja sama tersebut
dipimpin langsung oleh Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, sebagai langkah
strategis pemerintah daerah dalam mendorong hilirisasi komoditas kelapa serta
meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah.
Turut hadir mendampingi, Asisten
Perekonomian dan Pembangunan Drs. Zukri Amin, M.P., beserta jajaran Organisasi
Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Baca Lainnya :
- Refleksi Satu Tahun Pengabdian Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Barat0
- Pemkab Resmi Tutup Turnamen Usia Muda Dispora Cup 2026 0
- Wakil Bupati Pesisir Barat Hadiri Pelantikan Pengurus PSOI Periode 2026–2030 0
- Pemkab Pesibar Gelar Musrenbang RKPD 2026 Tingkat Kecamatan Gabungan di Krui Selatan0
- Percepatan ETPD di Pesisir Barat, Bupati Dedi Irawan Dorong Digitalisasi Transaksi Pemerintah Daerah0
Dalam sambutannya, Bupati
menyampaikan bahwa Kabupaten Pesisir Barat memiliki potensi perkebunan kelapa
yang besar dan tersebar di berbagai pekon. Namun demikian, pemanfaatan kelapa
selama ini masih didominasi pada bagian daging dan airnya, sementara sabut
kelapa belum dikelola secara optimal dan memiliki nilai tambah yang relatif
rendah.
“Melalui kerja sama ini, kita ingin
mengubah paradigma tersebut. Sabut kelapa bukan lagi dianggap sebagai limbah,
tetapi sebagai bahan baku industri bernilai ekonomi tinggi,” ujar Bupati.
Melalui pengembangan kawasan
agroindustri terpadu ini, sabut kelapa direncanakan akan diolah menjadi
berbagai produk turunan seperti coco fiber dan coco peat yang memiliki peluang
pasar domestik maupun ekspor. Langkah ini menjadi upaya konkret Pemkab Pesisir
Barat agar tidak hanya menjadi daerah penghasil bahan mentah, tetapi juga mampu
mengembangkan industri pengolahan yang memberikan nilai tambah, membuka
lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kerja sama ini sekaligus
mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang
kondusif, transparan, dan saling menguntungkan. Pemerintah menegaskan bahwa
pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia
usaha.
Bupati juga berharap pihak
perusahaan dapat mengelola kawasan industri dengan memperhatikan aspek
keberlanjutan, pemberdayaan masyarakat lokal, serta kepatuhan terhadap
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Masyarakat sekitar diharapkan dapat
dilibatkan sebagai tenaga kerja, mitra pemasok bahan baku, maupun bagian dari
rantai nilai industri.
Selain itu, seluruh perangkat daerah
terkait diinstruksikan untuk memberikan dukungan penuh, melakukan pendampingan,
serta memastikan proses perizinan dan fasilitasi berjalan sesuai ketentuan.
Kerja sama ini diharapkan menjadi
tonggak penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah berbasis
agroindustri, sekaligus memperkuat hilirisasi komoditas kelapa guna mewujudkan
pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan di Kabupaten Pesisir Barat.
[MFH/ Diskominfotiksan]











