Pantau Pasar Bandar Jaya, Satgas Saber Pangan Temukan Harga Bahan Pokok Relatif Stabil

By redaksi 09 Feb 2026, 13:40:31 WIB Ekonomi
Pantau Pasar Bandar Jaya, Satgas Saber Pangan Temukan Harga Bahan Pokok Relatif Stabil

LAMPUNG TENGAH, MFH,-- Satgas Sapu Bersih (Saber) Pangan melakukan pemantauan harga, pasokan, keamanan, dan mutu pangan di Pasar Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (8/2/2026).

Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar harga bahan pokok masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Pemerintah (HAP).

Pemantauan ini merupakan bagian dari Koordinasi Awal Kegiatan Saber Pangan 2026 yang melibatkan Satgas Saber Pelanggaran Pangan, Keamanan dan Mutu Pangan Polda Lampung dengan Polres Lampung Tengah, Tim D21 Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satgas Saber Pangan Reskrim Polres Lampung Tengah, serta Kontributor Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Baca Lainnya :

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari mengatakan, kegiatan ini bertujuan memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa dan Idul Fitri.

“Dari hasil pemantauan di Pasar Bandar Jaya, secara umum harga dan pasokan bahan pokok di Lampung Tengah terpantau stabil. Tidak ditemukan lonjakan harga signifikan pada sebagian besar komoditas,” ujar Yuni, Minggu.

Berdasarkan data rata-rata harga di Pasar Bandar Jaya per 8 Februari 2026, harga beras medium tercatat Rp 13.500 per kilogram atau sesuai HET, sementara beras premium Rp 14.500 per kilogram atau berada di bawah HET.

Harga gula pasir dijual Rp 17.000 per kilogram, bawang merah Rp 36.000 per kilogram, dan bawang putih Rp 33.000 per kilogram, seluruhnya masih di bawah HAP.

Untuk komoditas protein hewani, daging ayam ras dijual Rp 40.000 per kilogram sesuai HAP, telur ayam ras Rp 29.000 per kilogram, dan daging sapi Rp 120.000 per kilogram, juga berada di bawah HAP.

Sementara itu, harga cabai merah keriting tercatat Rp 42.000 per kilogram atau di bawah HAP, namun cabai rawit merah mencapai Rp 75.000 per kilogram atau di atas HAP.

“Cabai rawit merah menjadi satu-satunya komoditas yang mengalami kenaikan harga. Hal ini disebabkan keterbatasan stok akibat berkurangnya pasokan dari Lampung Barat karena faktor curah hujan,” jelas Yuni.

Selain itu, harga kedelai impor juga terpantau berada di atas HAP, yakni Rp 13.000 per kilogram. Meski demikian, ketersediaan stok secara umum masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

Yuni menegaskan, Satgas Saber Pangan akan terus melakukan pengawasan secara intensif untuk mencegah pelanggaran harga, penimbunan, serta peredaran pangan yang tidak memenuhi standar keamanan dan mutu.

“Pengawasan akan kami tingkatkan menjelang puasa dan Idul Fitri agar distribusi berjalan lancar dan masyarakat tidak dirugikan,” kata dia.

Sebagai tindak lanjut, Satgas Saber Pangan dijadwalkan kembali melakukan pemantauan harga, mutu, dan keamanan pangan di Kabupaten Tanggamus pada Senin (9/2/2026). [MFH/Din/rils]

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment