- Dampak Erupsi GAK, Pendapatan Nelayan Lampung Selatan Anjlok Hingga 70 Persen
- Gubernur Lampung Imbau Mastarakat Waspada Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau
- Gubernur Lampung Alihkan KBM ke Pembelajaran Daring
- Peduli Masyarakat Terdampak Erupsi GAK, BAZNAS Lamsel Bagikan 3.000 Masker
- Polres Tanggamus dan Jajaran Terjun Bagikan Masker ke Warga Terdampak Abu Vulkanik
- Aktivitas Erupsi GAK Masih Berlangsung Warga Diminta Waspada Abu Vulkanik
- Erupsi GAK Muntahkan Batu dan Abu Vulkanik, Warga Pesisir Bersiap Evakuasi
- Polsek Kota Agung Tangkap Satu DPO Pencuri Besi Pabrik Pasar Madang di Serang Banten
- Aktivitas Gunung Anak Krakatau Dipantau, Pelayanan Merak-Bakauheni Tetap Berjalan
- Pemprov Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Gunakan Masker Hadapi Abu Vulkanik GAK
Gubernur Lampung Imbau Mastarakat Waspada Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung Rahmat
Mirzani Djausal mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan
kewaspadaan, serta mengikuti informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak
Krakatau yang kembali mengalami erupsi.
Dalam monitoring bersama Pangdam XXI Radin
Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi. Kepolisian Daerah Lampung, BMKG, dan
sejumlah kepala OPD terkait, Minggu (6/9/2026), Gubernur Mirza mendengarkan
update kondisi terkini dari Pusdalops BPBD, BMKG, Dinas Kesehatan, Dinas
Pendidikan, Dinas Perhubungan, dan Dinas Lingkungan Hidup.
Berdasarkan hasil pemantauan, aktivitas erupsi
Gunung Anak Krakatau mulai terjadi sekitar pukul 24.00 WIB pada Jumat malam, 4
September 2026. Aktivitas tersebut berlanjut pada Sabtu, 5 September 2026,
sepanjang pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Pada Minggu, 6 September 2026 pukul
00.04 WIB, aktivitas erupsi sempat berhenti, namun kembali terpantau pada
periode pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.
Baca Lainnya :
- Gubernur Lampung Alihkan KBM ke Pembelajaran Daring0
- Aktivitas Gunung Anak Krakatau Dipantau, Pelayanan Merak-Bakauheni Tetap Berjalan0
- Pemprov Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Gunakan Masker Hadapi Abu Vulkanik GAK0
- Wulan Mirza Buka Lampung Fun Swimming Festival 20260
- Gubernur Mirza Dorong Anak Muda Lampung Ciptakan Peluang, Bukan Sekadar Konsumen0
Gubernur Mirza mengatakan, kondisi tersebut
menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Lampung karena aktivitas Gunung Anak
Krakatau masih menunjukkan adanya aktivitas erupsi yang memerlukan pemantauan
secara berkelanjutan.
“Yang paling penting masyarakat tetap tenang,
tetapi juga waspada. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk
memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan memastikan informasi
yang diterima masyarakat adalah informasi yang akurat,” ujar Gubernur Mirza.
Dari pemantauan visual, Gunung Anak Krakatau
terpantau tertutup kabut dan asap kawah tidak teramati. Kondisi cuaca berawan
dengan angin lemah dari arah timur laut dan barat laut. Abu vulkanik terpantau
bergerak ke arah barat daya dan sedikit ke arah barat laut, yang dipengaruhi
kondisi angin pada periode sebelumnya.
Masyarakat diminta untuk tidak melakukan
aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau dalam radius 3–5 kilometer serta
mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya apabila terdapat paparan abu
vulkanik. Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan juga diimbau
menggunakan masker atau pelindung pernapasan.
Selain itu, masyarakat diminta menutup pintu,
jendela, ventilasi, maupun celah masuk udara lainnya untuk mengurangi masuknya
abu vulkanik ke dalam rumah. Apabila mengalami gangguan kesehatan atau keluhan
akibat paparan abu vulkanik, masyarakat diimbau segera mendatangi fasilitas
pelayanan kesehatan terdekat.
Gubernur Mirza menegaskan bahwa masyarakat
tidak perlu panik karena pemerintah bersama instansi terkait terus melakukan
pemantauan dan menyampaikan perkembangan situasi secara berkala.
“Masyarakat tidak perlu panik. Ikuti arahan dan
informasi resmi dari pemerintah. Jangan mudah percaya pada informasi yang belum
terverifikasi,” kata Mirza.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi
perhatian dalam konteks pemantauan gunung api aktif di Indonesia. Selain Gunung
Anak Krakatau, sejumlah gunung api aktif lainnya yang juga menjadi bagian dari
pemantauan antara lain Gunung Semeru, Gunung Lewotobi Laki-laki, dan Gunung
Sinabung.
Pemerintah Provinsi Lampung melalui BPBD akan
terus memperbarui informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak
Krakatau. Pembaruan informasi dilakukan secara berkala, termasuk melalui grup
informasi pada pukul 18.00 WIB dan Instagram Story @bpbdlampung.
Masyarakat diimbau untuk
selalu mengutamakan keselamatan, membatasi aktivitas di kawasan yang berpotensi
terdampak abu vulkanik, serta mengikuti perkembangan informasi hanya dari
sumber resmi pemerintah dan instansi yang berwenang. [MFH/Pemerintah Provinsi
Lampung]











3.jpg)