- Wagub Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan Memberikan Data yang Benar
- Wabup Tanggamus Minta Program MBG Tepat Sasaran
- Bupati Dedi Irawan Resmi Buka Turnamen Sepak Bola Bupati Cup II Tahun 2026
- ASN Lampung Barat Dibekali Literasi Investasi Saham, Bupati: Legal dan Logis
- HUT ke-35 Lampung Barat, Bupati Minta Jadikan Momentum Bangga dengan Adat Sai Batin
- Plt. Bupati Lampung Tengah Hadiri Rakor TKPKD Provinsi Lampung Tahun 2026
- Wali Kota Metro Pimpin Upacara HARGANAS ke-33
- Satres Narkoba Polres Tanggamus Tangkap Diduga Pengedar Sabu di Bandar Negeri Semuong
- DPRD Setujui Tiga Ranperda, Banggar dan Pansus Sampaikan Hasil Pembahasan
- Wagub Jihan Temui Massa Aksi Mahasiswa, Pemprov Kawal Aspirasi ke Pemerintah Pusat
Gerakan Tanam Padi Serentak di Lampung Timur Perkuat Ketahanan Pangan

LAMPUNG TIMUR, MFH,-- Pemerintah
Kabupaten Lampung Timur bersama Kodam XXI/Radin Inten dan Pemerintah Provinsi
Lampung menggelar Gerakan Tanam Padi Serentak sebagai wujud sinergi lintas
sektor dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini dilaksanakan
bersama Gapoktan Kartika Bina Tani di Desa Braja Fajar dan Braja Emas,
Kecamatan Way Jepara, Selasa (20/01/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri
langsung oleh Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela, Bupati Lampung Timur
Ela Siti Nuryamah, Panglima Kodam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei
Sianturi, S.Sos., M.Si, Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, SE., MBA,
Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Haryantana, S.H, Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung
Danang Suryo Wibowo, S.H., LL.M, Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung,
Forkopimda Lampung Timur, para Kepala OPD, camat se-Kabupaten Lampung Timur,
serta para petani.
Bupati Lampung Timur Ela Siti
Nuryamah menyampaikan bahwa gerakan tanam padi serentak merupakan bentuk
komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan nasional di bidang
ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Baca Lainnya :
- Pemkab Lampung Timur Gerak Cepat Tinjau Jembatan Ambles di Purbolinggo0
- Perkuat Sinergi Daerah, Wakil Bupati Lamtim Hadiri Rakernas XVII APKASI di Batam0
- Bupati Ela: UPZ Kecamatan jadi Garda Terdepan Optimalisasi Zakat di Lamtim0
- Bupati Lampung Timur Resmikan Peluncuran dan Ground Breaking Sekolah Rakyat Provinsi Lampung0
- Pemkab Lamtim Cari Solusi Bersama Atasi Konflik Gajah dan Warga Desa Penyangga TNWK0
“Kegiatan ini bertujuan
meningkatkan produksi padi, mengoptimalkan pemanfaatan lahan, menjaga
stabilitas harga pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar
Bupati Ela.
Ia menjelaskan, Lampung Timur
merupakan penyumbang produksi padi terbesar kedua di Provinsi Lampung dengan
luas panen 98.667 hektar dan produksi 523.592 ton. Pada tahun 2026, target luas
tanam padi mencapai 102.336 hektar dengan proyeksi produksi 529.157 ton.
Khusus di Kecamatan Way Jepara,
gerakan tanam kali ini mencakup lahan seluas 500 hektar yang melibatkan 38
kelompok tani, dengan rata-rata hasil panen 6–7 ton per hektar.
Panglima Kodam XXI/Radin Inten
Mayjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan komitmen TNI dalam mendukung program
ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan kebijakan Presiden Republik
Indonesia. Kodam XXI/Radin Inten siap mendampingi petani mulai dari masa tanam
hingga panen.
“Penggunaan varietas unggul seperti
Inpari 32 memiliki potensi hasil hingga 8 ton per hektar. Ke depan, Lampung
Timur akan menjadi lokasi uji coba benih unggul baru dengan target produksi
10–12 ton per hektar,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur
Lampung dr. Jihan Nurlela mengapresiasi peran aktif TNI dan Pemerintah
Kabupaten Lampung Timur dalam mendorong sektor pertanian. Ia menyampaikan bahwa
Provinsi Lampung berhasil meningkatkan produksi padi hingga sekitar 3 juta ton
pada 2025 dan optimistis dapat meningkatkan produksi 15–20 persen pada 2026.
“Kabupaten Lampung Timur mendapat
alokasi terbesar cetak sawah baru, sekitar 1.400 hektar. Ini menunjukkan peran
strategis Lampung Timur sebagai lumbung pangan Provinsi Lampung,” ujar Wagub Jihan.
Melalui gerakan tanam padi serentak
ini, Lampung Timur menegaskan komitmennya sebagai daerah penopang ketahanan
pangan nasional sekaligus mendorong pertanian yang berkelanjutan dan
menyejahterakan petani. [MFH/Komdigi Lamtim]











3.jpg)