BAZNAS Tanggamus Siapkan Program Nelayan Berdaya, DKP Diminta Data Penerima

By redaksi 23 Jun 2026, 15:47:45 WIB Saburai
BAZNAS Tanggamus Siapkan Program Nelayan Berdaya, DKP Diminta Data Penerima

TANGGAMUS, MFH,-- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tanggamus mulai mengarahkan program pendistribusian zakat kepada masyarakat nelayan melalui program Nelayan Berdaya dengan tagline "Dari Zakat Laut Menjadi Sumber Harapan." Program tersebut direncanakan berupa bantuan alat tangkap, mesin perahu, jaring hingga paket sembako bagi nelayan kurang mampu.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, BAZNAS menggandeng Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Tanggamus guna mendata calon penerima di sembilan kecamatan pesisir. Pembahasan program itu dilakukan saat Ketua BAZNAS Tanggamus, Ibnu Nizar, mengunjungi Kantor DKP Tanggamus, Selasa, 23 Juni 2026.

Ibnu Nizar mengatakan, sebelum program dijalankan pihaknya ingin bertemu dengan kelompok atau organisasi nelayan agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan.

Baca Lainnya :

"Sekarang segmennya akan kita arahkan ke nelayan. Kita ingin bertemu dengan pengurus atau kelompok nelayan supaya tahu kebutuhan mereka. Bentuk bantuannya bisa jaring, alat tangkap, mesin atau bentuk lain yang memang dibutuhkan. Kalau belum memungkinkan, minimal sembako untuk membantu saat mereka tidak melaut," kata Ibnu Nizar.

Menurutnya, BAZNAS masih menghitung kemampuan anggaran yang tersedia sehingga jenis bantuan akan disesuaikan dengan hasil pendataan yang dilakukan bersama DKP.

"Kalau diberikan uang, khawatir tidak digunakan untuk kebutuhan keluarga. Karena itu kita lebih memilih bantuan dalam bentuk barang atau kebutuhan pokok yang manfaatnya langsung dirasakan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tanggamus, Darma, menyambut baik langkah BAZNAS yang mulai memberikan perhatian kepada sektor perikanan melalui Program Nelayan Berdaya.

Ia menjelaskan, selain memiliki nelayan di sembilan kecamatan pesisir, Tanggamus juga memiliki pembudidaya ikan di hampir seluruh kecamatan serta pelaku usaha pengolahan hasil perikanan.

"Kami sangat berterima kasih karena BAZNAS mau masuk ke segmen nelayan. Ini sejalan dengan upaya percepatan pengentasan kemiskinan yang sedang kami dorong bersama pemerintah daerah," ujar Darma.

Darma mengungkapkan, berdasarkan data yang sedang disusunnya terdapat 76 wilayah pesisir di sembilan kecamatan yang berisiko masuk kategori miskin ekstrem apabila tidak segera mendapat intervensi program.

"Secara administrasi mereka memang belum masuk kategori miskin ekstrem. Tetapi kalau tidak disentuh dengan program pemberdayaan, saya khawatir beberapa tahun ke depan kondisinya akan semakin berat," katanya.

Ia menambahkan, sebagian besar masyarakat pesisir merupakan buruh nelayan dengan pendapatan yang tidak menentu. Karena itu, bantuan dari berbagai pihak dinilai sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Melalui Program Nelayan Berdaya dengan tagline "Dari Zakat Laut Menjadi Sumber Harapan," BAZNAS dan DKP Tanggamus berharap bantuan yang disalurkan tidak hanya meringankan beban ekonomi nelayan, tetapi juga menjadi langkah awal pemberdayaan masyarakat pesisir agar lebih mandiri dan sejahtera. [MFH/Din/rils]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment