- Paguyuban Pedagang Kuliner Pasar Mambo Jajaki Kerjasama dengan Media Faktual Hukum
- Pemprov Lampung Lakukan Groundbreaking Perbaikan Ruas Jalan Jabung-SP Labuhan Maringgai
- Waspadai El Nino 2026, Pemprov Lampung Matangkan Strategi Mitigasi Terpadu
- Polda Lampung Bongkar Sindikat Penimbunan BBM Ilegal di Pesawaran
- Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 15,7 kilogram Sabu di Pelabuhan Bakauheni
- Pemprov dan KLH Perkuat Sinergi, Wujudkan Langkah Reformasi Pengelolaan Sampah
- Rapat Paripurna DPRD Pesawaran Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025
- Bupati Lamtim Ela Siti Nuryamah Tinjau Sekuntum Herbal Farm
- Plt. Bupati Lampung Tengah Hadiri Halal Bihalal Pangdam, Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat
- Pemkab Lampung Tengah Dalami Program Vaksinasi HPV Nasional
Bangun Jalan Hingga Jaga Jalan: Strategi Gubernur Wujudkan Jalan Provinsi Mantap 98% di Lamteng

LAMTENG, MFH,-- Komitmen Pemerintah Provinsi
Lampung dalam menghadirkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan
masyarakat kembali ditegaskan, tidak hanya dalam membangun jalan, tetapi juga
dalam upaya menjaga keberlanjutannya.
Hal ini terlihat dalam kunjungan kerja intensif
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal ke Kabupaten Lampung Tengah untuk
meninjau langsung progres percepatan pembangunan jalan provinsi, Jumat (3/4/2026).
Dengan pendekatan yang tegas dalam pengawasan, Gubernur Mirza memastikan bahwa
pembangunan infrastruktur jalan Tahun Anggaran 2026 berjalan sesuai standar
kualitas tinggi.
Langkah nyata ini dilakukan dengan peninjauan
proses pengerjaan pembangunan ruas jalan Kalirejo–Bangun Rejo di Kecamatan
Kalirejo, Lampung Tengah, sebagai bagian dari upaya membangun konektivitas
sekaligus membangun pertumbuhan ekonomi warga.
Baca Lainnya :
- Infrastruktur Mulai Diperbaiki, Harapan Warga Lampung Tengah Segera Terwujud0
- Komitmen Transparansi, Lampung Tengah Serahkan LKPD 2025 Tepat Waktu0
- Rapat Paripurna HUT ke-62 Lampung, Plt. Bupati I Komang Koheri Raih Sertifikat Budaya0
- Plt. Bupati I Komang Koheri Turun Langsung Pantau Banjir di Kota Gajah0
- Dharma Santi 1948 Saka dan HUT WHDI ke-38, Wujud Harmoni di Lampung Tengah0
Secara strategis, ruas ini menghubungkan
sejumlah jalur penting lainnya, seperti Kalirejo–Padang Ratu, Bangun
Rejo–Wates, hingga Kalirejo–Pringsewu.
Tak hanya itu, pemerintah provinsi juga tengah
mempercepat pembangunan di ruas lain, termasuk penanganan ruas Padang
Ratu–Kalirejo dan Padang Ratu–Pekurun Udik. Upaya ini menunjukkan bahwa
pembangunan tidak dilakukan secara parsial, melainkan terintegrasi untuk
membangun konektivitas antarwilayah.
Berdasarkan data teknis kegiatan tahun 2026,
spesifikasi tiga ruas jalan tersebut yaitu:
* Ruas Kalirejo – Bangunrejo: Penanganan
sepanjang 5,53 KM dengan perkerasan beton (rigid pavement) senilai Rp 57,75
miliar.
* Ruas Padang Ratu – Pekurun Udik: Penanganan
sepanjang 3,5 KM dengan jenis pekerjaan rigid beton senilai Rp 38,39 miliar.
* Ruas Padang Ratu – Kalirejo: Penanganan
sepanjang 6,5 KM dengan jenis pekerjaan rigid beton senilai Rp 66,69 miliar.
Ketiga ruas tersebut dikenal sebagai jalur
vital dengan kepadatan aktivitas masyarakat yang tinggi, mulai dari sektor
pertanian, perkebunan, perdagangan, hingga mobilitas pelajar setiap hari.
Tingginya aktivitas tersebut berbanding lurus
dengan kepadatan lalu lintas. Berdasarkan analisis LHR (Lalu Lintas Harian
Rata-rata), jalur ini dilalui berbagai jenis kendaraan, termasuk truk bermuatan
berat, yang selama ini menjadi salah satu faktor utama percepatan kerusakan
jalan.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Mirza juga
meninjau langsung detail teknis pengerjaan di lapangan, mulai dari konstruksi
jalan, sistem drainase, hingga kesiapan alat berat, serta memastikan
perhitungan LHR menjadi dasar dalam menentukan spesifikasi pembangunan.
Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menegaskan
bahwa pembangunan jalan tahun 2026 dilakukan lebih cepat untuk menjawab harapan
masyarakat.
“Tahun 2026 ini kita mulai lebih cepat, di
bulan April ini kita sudah lakukan. Ini adalah harapan seluruh masyarakat
Lampung selama ini,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa pembangunan ini
menargetkan peningkatan signifikan kemantapan jalan.
“Pada tahun 2025, angka kemantapan jalan berada
di level 75%. Melalui percepatan di tahun 2026, kita bangun hampir 200
kilometer jalan untuk mencapai 86% jalan mantap,” jelasnya.
Khusus Lampung Tengah, targetnya lebih tinggi.
“Hari ini kemantapan jalan di Lampung Tengah
sudah 89%. Kita targetkan akhir 2026 mencapai 98%,” tambahnya.
Namun, Gubernur Mirza menekankan bahwa membangun
saja tidak cukup. Ia menekankan pentingnya “Jaga Jalan”, yaitu upaya bersama
untuk memastikan jalan yang telah dibangun tetap awet dan bermanfaat dalam
jangka panjang.
Ia juga menekankan tiga faktor utama penyebab
kerusakan jalan yaitu drainase yang buruk, beban kendaraan berlebih (overload),
dan rendahnya kualitas konstruksi.
“Ada tiga hal utama yang harus kita pahami
bersama, yaitu kualitas jalan, kondisi drainase, dan beban kendaraan. Kalau
tiga ini tidak dijaga, jalan akan cepat rusak,” tegasnya.
Ia mengingatkan para pelaksana proyek agar
menjaga kualitas konstruksi sebagai fondasi utama. Di sisi lain, pemerintah dan
masyarakat juga diminta menjaga fungsi drainase agar air tidak merusak struktur
jalan, serta meningkatkan kesadaran terhadap bahaya kendaraan overloading.
“Jalan ini harus kita jaga bersama. Jangan
sampai baru dibangun, cepat rusak lagi,” ujarnya.
Gubernur Mirza juga menginstruksikan agar
seluruh material konstruksi seperti semen dan batu wajib melalui uji
laboratorium untuk memastikan kualitas sesuai standar.
Ia menegaskan bahwa pembangunan jalan bukan
sekadar membangun infrastruktur, melainkan bagian dari upaya besar membangun
perekonomian, membangun mobilitas sosial masyarakat, dan membangun peradaban
yang lebih maju.
“Mari kita bangun sekaligus kita jaga. Karena
jalan yang baik akan membuka akses ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial
masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya perawatan jalan
secara berkala, termasuk menjaga kebersihan saluran air dan sistem drainase sebagai
bagian dari upaya “jaga jalan” yang berkelanjutan.
“Kalau kita bangun dengan baik dan kita jaga
bersama, manfaatnya akan dirasakan jauh lebih lama oleh masyarakat,” tutupnya.
[MFH/Diskominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)