- Wagub Jihan Dorong Kader Pramuka Jadi Agen Perubahan Melalui KPDK 2026
- Gubernur Dorong Ekonomi Sirkular, ICIF 2026 jadi Peluang Tarik Investasi Hijau ke Lampung
- Pemprov Lampung Perkuat Pelindungan Data Pribadi, Tingkatkan Literasi Keamanan Siber Aparatur
- Wagub Jihan Ajak FPPI Jadi Mitra Strategis Pemprov Perkuat Pemberdayaan Perempuan
- Pemprov Lampung Dukung Penuh Pemberantasan Narkotika
- Sinergi BPJS Kesehatan dan Baznas Lampsel, Jamin Kesehatan Fakir Miskin Desil 1
- BPSDMD Provinsi Lampung Gelar Webinar SIGER BANGKOM Seri #12
- Ketua TP PKK Pesawaran Hadiri Festival Literasi Lampung 2026
- Dinas Kominfo Lampung Timur Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Pemkab Lampung Timur Gandeng Bulog untuk Perkuat Ketahanan Pangan
World Chocolate Day 2026 di Tanggamus, Bupati Dorong Hilirisasi Kakao dan Kopi

TANGGAMUS, MFH,-- Pemerintah Kabupaten
Tanggamus menegaskan komitmennya mendorong hilirisasi komoditas unggulan
daerah, khususnya kakao, kopi, dan kelapa, saat peringatan World Chocolate Day
2026 bertema Strengthening Sustainable Cocoa Partnerships through Agroforestry
and Market Collaboration di Pekon Sidomulyo, Kecamatan Semaka, Selasa
(28/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan
Kementerian Perindustrian RI, Pemerintah Provinsi Lampung, Bank Indonesia,
Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Rikolto Indonesia,
Preferred by Nature, perusahaan pengolahan kakao nasional dan internasional,
akademisi, serta ratusan petani kakao dari Tanggamus, Lampung Barat, dan
Lampung Timur.
Turut mendampingi Bupati Tanggamus jajaran
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tanggamus, di antaranya perwakilan
Bappeda, Kepala Dinas Dinas Perkebunan dan Peternakan, Kepala Dinas KPTPH,
Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas PMD, Dinas PPA Dalduk KB, Dinas
Koperindag, Camat Semaka, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Setdakab Tanggamus.
Baca Lainnya :
- Pemkab Tanggamus Tegaskan Komitmen Bangun Kelautan, Koperasi, dan Generasi Emas Anak0
- Wakil Bupati Agus Suranto Pimpin Rapat TPID0
- Satlantas Polres Tanggamus Edukasi Warga Lewat Pembinaan Pekon Sadar Hukum di Gisting0
- Satlantas Polres Tanggamus Selidiki Video Viral Mobil Plat Merah Diduga Ugal-ugalan0
- Kapolsek Talang Padang Silaturahmi dengan Ipda Sabila0
Dalam sambutannya, Bupati Tanggamus Drs. H.
Moh. Saleh Asnawi, M.A.,M.H., mengatakan Tanggamus memiliki potensi besar
sebagai daerah penghasil kakao. Saat ini luas perkebunan kakao rakyat mencapai
13.640 hektare dengan produksi sekitar 8.672 ton yang menjadi sumber
penghidupan bagi 17.634 kepala keluarga petani.
Menurutnya, peningkatan produksi kakao harus
diikuti dengan pembangunan industri pengolahan di daerah agar manfaat ekonomi
tidak hanya dinikmati dari hasil panen, tetapi juga dari proses pengolahan
hingga pemasaran.
"Kita berharap ke depan seluruh hasil
pertanian yang ada di Tanggamus hilirisasinya ada di sini. Kalau nanti ada
pabrik di sini, proses di sini, pemerintah akan mendapatkan pajak untuk pembangunan,
masyarakat memperoleh manfaat CSR, harga lebih terjamin, dan lapangan kerja
juga akan terbuka," kata Saleh Asnawi.
Ia mencontohkan komoditas kopi robusta
Tanggamus yang selama ini banyak dikirim ke luar daerah untuk diolah sehingga
nilai tambahnya belum dinikmati masyarakat setempat.
"Selama ini kopi robusta dari Tanggamus
dibawa ke daerah lain untuk diproduksi. Yang menikmati nilai tambah bukan
Tanggamus. Karena itu kami ingin hilirisasi dilakukan di daerah sendiri,"
ujarnya.
Selain kopi, pemerintah daerah juga menargetkan
pengembangan industri kakao dan kelapa. Bahkan, menurut Saleh, pengolahan
cokelat skala rumah tangga akan didorong melalui pemberdayaan kelompok PKK.
"Kakao ke depan akan kita hilirisasi di
sini. Saya ingin nantinya menjadi peluang usaha bagi ibu-ibu PKK dengan mesin
sederhana sehingga mampu menghasilkan produk cokelat yang memiliki nilai
jual," tambahnya.
Bupati juga mengungkapkan pemerintah tengah
membuka peluang kerja sama investasi, termasuk dengan investor dari Korea Selatan
untuk mendukung pengembangan industri hilir sektor perkebunan.
Sementara itu, Direktur Program Kakao Asia
Tenggara Rikolto, Nuzul Qodri, mengatakan Program Climate Change Adaptation
Modality (CCAM) yang dijalankan sejak 2023 telah mendampingi petani kakao di
Kecamatan Semaka, Wonosobo, dan Pematang Sawa.
"Sebanyak 950 petani telah mengikuti
pelatihan budidaya kakao yang baik dan agroforestri. Kami juga memberikan
pelatihan agribisnis serta distribusi ribuan bibit tanaman pendukung sebagai
bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan ketahanan kebun kakao,"
jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Preferred
by Nature, Kiswara Santi, menekankan pentingnya penerapan sistem agroforestri
untuk menjaga keberlanjutan produksi kakao di tengah tantangan perubahan iklim.
"Kami ingin mempertemukan seluruh pemangku
kepentingan agar kakao Lampung kembali menjadi primadona dunia. Tanpa
agroforestri, perubahan iklim dikhawatirkan akan memengaruhi kualitas bahkan
keberlanjutan tanaman kakao di masa depan," katanya.
Selain seremoni pembukaan,
kegiatan World Chocolate Day 2026 diisi dengan penanaman pohon bersama,
kunjungan demplot agroforestri, pameran usaha petani (Farmer Business
Showcase), serta agenda business matching antara kelompok tani dan pelaku
industri sebagai upaya memperkuat rantai pasok kakao berkelanjutan.
[MFH/Din/rils]











3.jpg)