- Gubernur Dorong Kebangkitan Desa-Desa Budaya Lampung
- Wagub Jihan Nurlela Paparkan Transformasi Digital Pengelolaan Keuangan di Forum Nasional
- Bupati Tanggamus Lantik 13 Pejabat, Andi Dermawan Jabat Kadis Koperindag UKM
- Polsek Wonosobo Dibantu Warga Tangkap Pria Bawa Badik Pengancam Warga
- Gubernur Mirza Dorong Lulusan Teknik Ambil Peran Aktif dalam Pembangunan Lampung
- TP PKK Provinsi Lampung Gelar Pengajian dan Santuni Anak Panti Asuhan
- Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis
- Bupati Tanggamus Sambut Audiensi JMSI
- Pemprov Lampung Perkuat Dukungan untuk Petani, dari Teknologi hingga Pengendalian Hama
- Jembatan Perintis Garuda di Desa Sukaraja Rampung Dibangun
Wagub Jihan Nurlela Paparkan Transformasi Digital Pengelolaan Keuangan di Forum Nasional

JAKARTA, MFH,-- Wakil Gubernur Lampung Jihan
Nurlela menegaskan bahwa transformasi digital telah menjadi kebutuhan mutlak
dalam tata kelola pemerintahan modern, khususnya dalam pengelolaan keuangan
daerah yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Hal tersebut disampaikan Jihan saat menjadi
narasumber dalam Public Sector Governance Summit (PSGS) 2026 yang
diselenggarakan oleh Kompartemen Akuntan Sektor Publik (KASP) Ikatan Akuntan
Indonesia (IAI) di Auditorium Badiklat PKN BPK RI, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Dalam forum yang mengangkat tema “Mengelola
Keuangan Negara Menuju Indonesia Emas: Transparansi, Akuntabilitas, dan
Keberlanjutan” tersebut, Jihan memaparkan berbagai langkah yang dilakukan
Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah di tengah
keterbatasan fiskal yang dimiliki.
Baca Lainnya :
- Bupati Tanggamus Lantik 13 Pejabat, Andi Dermawan Jabat Kadis Koperindag UKM0
- Polsek Wonosobo Dibantu Warga Tangkap Pria Bawa Badik Pengancam Warga0
- Gubernur Mirza Dorong Lulusan Teknik Ambil Peran Aktif dalam Pembangunan Lampung0
- TP PKK Provinsi Lampung Gelar Pengajian dan Santuni Anak Panti Asuhan0
- Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis0
Menurut Jihan, tantangan yang dihadapi setiap
daerah berbeda. Jika daerah dengan kapasitas fiskal besar memiliki ruang gerak
yang lebih luas, maka daerah dengan kemampuan fiskal yang terbatas dituntut
untuk semakin kreatif, inovatif, dan efisien dalam mengelola keuangan daerah.
"Digitalisasi hari ini bukan lagi sebuah
pilihan, melainkan sebuah keharusan. Namun transformasi digital bukan sekadar
memindahkan proses manual ke dalam aplikasi. Yang lebih penting adalah
bagaimana membangun ekosistem data yang terintegrasi sehingga seluruh proses
pelayanan dan pengelolaan keuangan dapat berjalan lebih transparan dan
akuntabel," ujar Jihan.
Ia menjelaskan bahwa salah satu fokus utama
Pemprov Lampung adalah memperkuat integrasi data antara pemerintah provinsi,
pemerintah kabupaten/kota, perbankan, serta berbagai instansi terkait.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan terletak pada penyediaan
teknologi, melainkan pada kemampuan menghubungkan berbagai sumber data agar
dapat mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan tepat.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemprov
Lampung terus mendorong implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah
Daerah (ETPD). Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah aplikasi Lampung-In,
yang dirancang sebagai platform layanan publik terpadu bagi masyarakat Lampung.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat
mengakses berbagai layanan pemerintahan, mulai dari pengaduan publik,
pembayaran retribusi, hingga layanan sektor kesehatan dan pendidikan. Kehadiran
Lampung-In diharapkan mampu mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat
sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan berbasis digital.
"Tujuan utama kami adalah menghadirkan
layanan yang semakin mudah diakses masyarakat sekaligus memperkuat transparansi
dalam penyelenggaraan pemerintahan," kata Jihan.
Jihan juga memaparkan dampak nyata digitalisasi
terhadap peningkatan pendapatan daerah. Salah satu contohnya adalah
digitalisasi sistem pembayaran retribusi pada sejumlah aset daerah.
Ia mengungkapkan bahwa setelah penerapan sistem
digital pada pengelolaan retribusi kolam renang milik pemerintah daerah,
pendapatan yang diperoleh mengalami peningkatan signifikan. Pada periode
Januari-April 2026, penerimaan meningkat lebih dari 221 persen dibandingkan
periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurutnya, peningkatan tersebut menunjukkan
bahwa digitalisasi mampu memperkuat transparansi sekaligus meminimalkan potensi
kebocoran penerimaan daerah.
Selain aspek pendapatan, Jihan juga menyoroti
pentingnya akuntabilitas belanja daerah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan
pengelolaan anggaran tidak lagi semata-mata diukur dari tingginya tingkat
serapan anggaran, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
"Orientasi pengelolaan anggaran harus
bergeser dari sekadar mengejar output menuju pencapaian outcome yang memberikan
dampak nyata bagi masyarakat. Setiap rupiah yang dibelanjakan harus mampu
menghasilkan manfaat yang terukur," tegasnya.
Lebih lanjut, Jihan menjelaskan bahwa
Pemerintah Provinsi Lampung saat ini menghadapi tantangan penyesuaian fiskal
yang cukup besar, termasuk berkurangnya alokasi dana transfer dari pemerintah
pusat. Kondisi tersebut mendorong Pemprov Lampung untuk semakin memperkuat
pengawasan dan pengendalian belanja daerah agar tetap efektif dan tepat
sasaran.
Dalam proses tersebut, Pemprov Lampung
memanfaatkan berbagai instrumen pengawasan, termasuk Sistem Informasi
Pemerintahan Daerah (SIPD) serta berbagai inovasi pengendalian internal yang
dikembangkan untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan secara
optimal.
Jihan menilai keberadaan SIPD telah memberikan
kontribusi besar dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan daerah di
Indonesia. Sistem tersebut tidak hanya memperkuat transparansi, tetapi juga
membantu pemerintah daerah dalam menjaga konsistensi antara perencanaan,
penganggaran, pelaksanaan, hingga evaluasi program pembangunan.
Menutup paparannya, Jihan menegaskan bahwa
sinergi antara pemerintah pusat dan daerah tetap menjadi faktor penting dalam
mendukung keberhasilan pembangunan nasional.
"Komitmen kami adalah memastikan setiap
kebijakan fiskal dan setiap program pembangunan dapat memberikan dampak
langsung bagi masyarakat. Dengan tata kelola yang semakin baik, transparansi
yang semakin kuat, serta dukungan transformasi digital, kami optimistis Lampung
dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendorong pembangunan yang
berkelanjutan," pungkasnya. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]










3.jpg)