- BPOM Siap Bangun Kantor di Tanggamus Wabup: Kami Siapkan Lahan Lebih dari yang Diminta
- Sinergi Pemprov–BKKBN, Warga Lampung Didorong Lebih Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas
- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Kawal Perbaikan Ruas Jalan Provinsi Wates–Metro
- Wagub Jihan Nurlela Gelar Pertemuan dengan Wamen Perdagangan di Jakarta
- Koni Siapkan Musyawarah, Bupati Parosil Bahas Kepengurusan dan Program Olahraga
- Sinergi Pajak Diperkuat, Bupati Paparkan Kendala Balik Nama Kendaraan
- Ketum TP-PKK Hadiri Sosialisasi dan Penandatanganan Mou Ruang Bersama Indonesia
- TMMD Ke-128 Dimulai, Program Kodim 0424/Tanggamus Dorong Akses dan Harapan Warga
- 20 Tahun Menabung, Tukang Sayur Keliling Akhirnya Berangkat Haji 2026
- Polres Lamsel Gerebek Rumah Warga di Rajabasa, Diduga Ladang Ganja Dalam Polybag
Wabup Pringsewu Hadiri HUT ke-80 PGRI dan HGN ke-31
Tekankan Peran Guru dalam Peningkatan Kualitas SDM

PRINGSEWU, MFH,-- Wakil Bupati
Pringsewu, Umi Laila, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan
Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) ke-31 Tahun 2025
tingkat Kecamatan Pagelaran. Kehadiran ini menegaskan komitmen Pemerintah
Kabupaten Pringsewu dalam mendorong peran strategis guru dalam meningkatan
kualitas sumber daya manusia, guna mewujudkan masyarakat yang cerdas, berkarakter
dan berdaya saing.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung PCNU Pringsewu, Pekon Gumukrejo, Kecamatan
Pagelaran, Selasa (16/12/2025) tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten
Pringsewu, anggota DPRD Pringsewu serta pengurus dan anggota PGRI setempat. Momentum
ini sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat solidaritas
antartenaga pendidik.
Dalam sambutannya, Wabup Umi Laila mengajak para guru untuk kembali
merefleksikan peran dan tanggung jawab profesi pendidik dalam mencerdaskan kehidupan
bangsa. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan proses sadar dan terencana
untuk mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh, sebagaimana
diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
Menurutnya, proses pembelajaran yang dilakukan guru harus berorientasi pada
pengembangan potensi akademik dan nonakademik peserta didik, disertai penguatan
karakter. Penerapan Kurikulum Merdeka dinilai menjadi sarana penting dalam
menghadirkan pembelajaran yang lebih adaptif, kreatif, dan relevan dengan
kebutuhan zaman.
“Guru dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, memahami perkembangan
teknologi, serta menghadirkan inovasi dalam pembelajaran. Dengan demikian,
hasil pendidikan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar
Umi Laila.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, dan
lingkungan sekolah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif.
Sinergi tersebut diyakini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul
secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan kepedulian
sosial.
Umi Laila juga menyampaikan bahwa Kabupaten Pringsewu terus memperkuat
posisinya sebagai salah satu daerah yang menjadikan pendidikan sebagai
prioritas pembangunan. Hal ini tercermin dari berbagai prestasi guru dan tenaga
kependidikan Pringsewu di tingkat provinsi maupun nasional.
Pada Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan 2025 yang diselenggarakan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, seorang guru asal Kabupaten
Pringsewu, Dini Aji Pangestuti, S.Pd., berhasil meraih penghargaan Peserta
Terbaik Tingkat Nasional. Selain itu, sebanyak 11 guru dan kepala sekolah dari
Pringsewu juga meraih penghargaan Terbaik 1, 2, dan 3 di tingkat Provinsi
Lampung.
“Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh insan pendidikan untuk
terus meningkatkan kualitas pembelajaran, sehingga mampu melahirkan sumber daya
manusia unggul demi terwujudnya Pringsewu yang maju dan makmur,” pungkasnya.
[MFH/Diskominfo Pringsewu]











3.jpg)