- Sinergi Pemprov–BKKBN, Warga Lampung Didorong Lebih Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas
- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Kawal Perbaikan Ruas Jalan Provinsi Wates–Metro
- Wagub Jihan Nurlela Gelar Pertemuan dengan Wamen Perdagangan di Jakarta
- Koni Siapkan Musyawarah, Bupati Parosil Bahas Kepengurusan dan Program Olahraga
- Sinergi Pajak Diperkuat, Bupati Paparkan Kendala Balik Nama Kendaraan
- Ketum TP-PKK Hadiri Sosialisasi dan Penandatanganan Mou Ruang Bersama Indonesia
- TMMD Ke-128 Dimulai, Program Kodim 0424/Tanggamus Dorong Akses dan Harapan Warga
- 20 Tahun Menabung, Tukang Sayur Keliling Akhirnya Berangkat Haji 2026
- Polres Lamsel Gerebek Rumah Warga di Rajabasa, Diduga Ladang Ganja Dalam Polybag
- Dari Drumband hingga E-Sport, LSO 2026 Satukan Bakat Terbaik Pelajar Lampung
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Kawal Perbaikan Ruas Jalan Provinsi Wates–Metro

LAMPUNG TENGAH, MFH,-- Gubernur Lampung Rahmat
Mirzani Djausal menyoroti serius perbaikan Ruas Jalan Provinsi Wates–Metro yang
menelan anggaran Rp14,67 Miliar agar menghasilkan kualitas terbaik dan
meningkatkan konektivitas ekonomi masyarakat.
Perbaikan ruas jalan provinsi ini
ditandai dengan pelaksanaan groundbreaking sekaligus peninjauan, oleh Gubernur
Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, di Desa Untoro, Kecamatan Trimurjo, Rabu
(22/4/2026).
Berdasarkan data teknis, penanganan jalan
tersebut memiliki panjang efektif 1,345 kilometer dengan alokasi anggaran
sebesar Rp14,67 miliar. Pembangunan ini menggunakan konstruksi rigid pavement
atau perkerasan beton guna meningkatkan daya tahan jalan.
Baca Lainnya :
- Peringatan Hari Kartini ke-147, Pemkab Lamteng Dorong Peran Strategis Perempuan0
- Pemkab Lamteng Berikan Pembekalan ASN Menjelang Purna Tugas0
- Plt. Bupati Hadiri Malam Penganugerahan Jaga Desa Award 2026 di Jakarta0
- Plt. Bupati Lampung Tengah Dorong SDM Petani Lewat Rembug Madya KTNA 20260
- Plt. Bupati Lampung Tengah Ikuti Musrenbang Provinsi Lampung 2026 0
Dalam kesempatan itu, Gubernur Mirza
menekankan pentingnya kualitas pekerjaan kepada kontraktor, konsultan, dan pengawas.
Ia menyebut hasil pembangunan akan dinilai langsung oleh masyarakat sebagai
pengguna jalan.
“Pekerjaan ini bukan hanya dinilai
pemerintah, tetapi juga masyarakat yang setiap hari melintasi jalan ini.
Dampaknya besar bagi perekonomian dan masa depan Lampung,” ujar Gubernur Mirza.
Ia juga mengingatkan agar pengawasan
dilakukan secara ketat dan seluruh tahapan teknis dijalankan sesuai prosedur.
Pemerintah provinsi, kata dia, tidak ingin kerusakan jalan kembali terjadi
dalam waktu singkat.
Selain itu, Gubernur Mirza memberikan
instruksi kepada unit pelaksana teknis daerah (UPTD) agar seluruh ruas yang
telah dijadwalkan dapat diselesaikan hingga akhir tahun. Untuk ruas yang belum
dapat diperbaiki secara permanen, Ia meminta dilakukan penanganan patching agar
jalan tetap fungsional.
Gubernur Mirza juga menyoroti kondisi
saluran air di sepanjang jalan yang kerap terabaikan. Ia meminta pembersihan
drainase serta penataan tanaman liar di sisi jalan.
“Saya masih melihat bahu jalan yang
terbengkalai. Saluran air harus dibersihkan, dan tanaman liar di sisi jalan
harus dirapikan,” ujarnya.
Dalam dialog dengan Kepala Desa setempat,
terungkap bahwa ruas jalan tersebut telah lama tidak diperbaiki secara
menyeluruh. Perbaikan sebelumnya pun disebut tidak bertahan lama.
Menanggapi hal itu, Gubernur Mirza
menegaskan bahwa penggunaan konstruksi rigid beton diharapkan dapat
meningkatkan ketahanan jalan. Ia juga mengimbau pemerintah daerah dan
masyarakat untuk menjaga sistem drainase dengan baik.
Selain faktor konstruksi dan drainase,
Gubernur Mirza menyoroti tingginya lalu lintas kendaraan berat di ruas
tersebut, seperti truk pengangkut sawit dan mobil pengangkut tetes tebu.
Menurutnya, muatan berlebih menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan.
Secara keseluruhan, Gubernur Mirza
menekankan ketahanan jalan bergantung pada tiga faktor utama, yakni kualitas
konstruksi, sistem drainase yang optimal, serta beban kendaraan yang melintas.
Pemerintah provinsi menilai pembangunan
infrastruktur jalan ini menjadi langkah strategis untuk memperlancar mobilitas
barang dan jasa, sekaligus memperkuat akses ekonomi masyarakat di berbagai
wilayah Lampung. [MFH/Adpim]











3.jpg)