- Pemprov Perkuat Tata Organisasi Wujudkan Pemerintahan Efektif dan Berintegritas
- 2.038 Mahasiswa Baru Didorong Siapkan Kompetensi Dunia Kerja
- Pesta Rakyat Batanghari Meriah, Bupati Ela Ajak Masyarakat Perkuat Kebersamaan
- Plt. Bupati Ajak Masyarakat Jadikan Semangat Kemerdekaan sebagai Modal Pembangunan
- Kejuaraan Pencak Silat Piala Ketua IPSI Lampung Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- Kapolda dan Bupati Tanam Bawang Putih Dukung Swasembada Nasional
- Karnaval Budaya Nusantara Pesisir Barat Meriah
- Bupati Saleh Asnawi Lepas Karnaval Budaya HUT ke-81 RI di Kota Agung
- Meriah !!! Sehari Kantor Kemenag Bandar Lampung jadi Panggung Kemerdekaan
- Dari Tumpeng hingga Estafet Kelereng, DWP Kemenag Bandar Lampung Semarakkan HUT RI
Pemprov Perkuat Tata Organisasi Wujudkan Pemerintahan Efektif dan Berintegritas

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung terus memperkuat tata kelola organisasi dan kinerja pemerintahan guna
memastikan seluruh perangkat daerah bekerja secara efektif, adaptif, terukur,
serta sesuai dengan regulasi.
Upaya tersebut dibahas dalam rapat terkait Tata
Organisasi Pemerintah Provinsi Lampung yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi
Lampung, Marindo Kurniawan di Ruang Kerja Sekda, Rabu (19/08/2026).
Rapat tersebut diikuti Kepala Biro Organisasi
Sekretariat Daerah Provinsi Lampung Marzuqi Sayuti beserta jajaran.
Baca Lainnya :
- Meriah !!! Sehari Kantor Kemenag Bandar Lampung jadi Panggung Kemerdekaan0
- Dari Tumpeng hingga Estafet Kelereng, DWP Kemenag Bandar Lampung Semarakkan HUT RI0
- Pemprov Buka Kolaborasi Pengelolaan Sampah Pasar untuk Hasilkan Pupuk Organik0
- Pemprov Lampung Antisipasi Kenaikan Harga Pangan0
- Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI Berlangsung Khidmat0
Dalam arahannya, Marindo menegaskan pentingnya
peran Biro Organisasi dalam memastikan tata kelola pemerintahan berjalan pada
jalur yang tepat. Menurutnya, sebagai organisasi besar, Pemerintah Provinsi
Lampung membutuhkan pengelolaan organisasi yang baik agar seluruh perangkat
daerah mampu mencapai tujuan pemerintahan secara optimal.
"Saya menganggap penting Biro Organisasi
ini karena kita ini sebuah organisasi. Pemerintah daerah secara rumah besarnya,
lalu dinas-dinas itu namanya OPD, Organisasi Perangkat Daerah. Lalu siapa yang
mengurusi organisasi itu? Ya Biro Organisasi," ujar Marindo.
Ia menyebut Biro Organisasi sebagai 'jantung
organisasi' di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Karena itu, Biro
Organisasi diharapkan mampu bergerak lebih modern, cepat, adaptif, dan agile
dalam menjalankan tugasnya.
"Saya ingin Biro Organisasi berjalan di
atas rel dengan teknologi yang modern, sehingga cepat, adaptif, agile. Yang
ingin saya sampaikan adalah bagaimana kita semua mencapai tujuan bersama yang
akan diraih oleh Biro Organisasi," katanya.
Salah satu fokus utama yang disoroti Marindo
adalah peningkatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Ia
mengapresiasi peningkatan predikat SAKIP Pemerintah Provinsi Lampung dari B
menjadi BB pada penilaian sebelumnya.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil
dari proses dan kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah. Namun, capaian
BB tidak boleh menjadi titik akhir. Marindo menetapkan target yang lebih
tinggi, yakni meraih predikat A.
"Targetnya tetap A. Kalau targetnya tetap
mempertahankan BB, rasanya bukan target namanya. Tapi itu semua adalah buah
dari proses yang benar. Seperti ketika kita naik menjadi BB, kita menjalani
proses itu dengan benar," tegasnya.
Untuk mencapai target tersebut, Marindo meminta
Biro Organisasi memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah terkait,
khususnya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Inspektorat.
Menurutnya, peningkatan SAKIP tidak dapat dilakukan oleh Biro Organisasi
seorang diri karena keberhasilannya merupakan hasil dari seluruh siklus
penyelenggaraan pemerintahan.
Ia menekankan bahwa perencanaan menjadi fondasi
utama dalam membangun kinerja pemerintahan yang akuntabel. Karena itu, pohon
kinerja harus disusun secara jelas dan selaras dengan RPJMD maupun RPJMN.
"Semua diawali dari perencanaan. Kalau
perencanaannya sudah benar sesuai dengan syarat-syarat LAKIP, sekarang kita
fokus ke penilaian. Yang diminta oleh penilaian itu apa? Kita to the point
saja," ujarnya.
Selain aspek perencanaan, sisi pengawasan juga
menjadi perhatian. Marindo meminta agar tindak lanjut atas temuan, kesalahan,
maupun rekomendasi pengawasan dilakukan secara nyata dan sesuai ketentuan.
Ia menjelaskan, capaian SAKIP pada dasarnya
bukan semata-mata persoalan menyusun laporan yang baik. Laporan akuntabilitas
harus menggambarkan kinerja nyata yang telah dilaksanakan oleh seluruh
perangkat daerah.
"Yang namanya laporan itu adalah laporan
yang ditulis berdasarkan kisah nyata yang terjadi. Jadi, yang harus dilakukan
adalah OPD-OPD benar dulu kerjanya, sesuai dengan aktivitasnya," jelasnya.
Marindo juga mengaitkan penguatan SAKIP dengan
reformasi birokrasi (RB) dan pembangunan Zona Integritas (ZI). Menurutnya,
ketiganya merupakan bagian penting dalam membangun pemerintahan yang
berintegritas dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Ia menilai, keberhasilan tata kelola
pemerintahan pada akhirnya tidak hanya tercermin dalam capaian administratif,
tetapi juga berdampak pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah
daerah.
"SAKIP dan RB itu menjadi modal bagi kita
untuk meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah daerah layak dipercayai oleh
masyarakat," katanya.
Kepercayaan tersebut, lanjutnya, akan mendorong
masyarakat untuk semakin yakin bahwa pajak dan berbagai kewajiban yang
dibayarkan kepada pemerintah dikelola secara baik dan memberikan manfaat bagi
masyarakat.
"Ketika mereka melihat pemerintah daerah
ini SAKIP-nya sudah A, sudah berintegritas, mereka yakin uang yang mereka
serahkan kepada pemerintah ini dikelola dengan baik oleh pemerintah,"
jelas Marindo.
Selain SAKIP, Marindo meminta Biro Organisasi
memperkuat upaya peningkatan kualitas pelayanan publik, termasuk melalui
penguatan Indeks Pelayanan Publik (IPP), Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM),
serta Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik
(PEKPPP).
Ia juga menyoroti capaian Pemerintah Provinsi
Lampung yang masuk tiga besar nasional dalam penilaian Ombudsman. Namun,
capaian tersebut diharapkan tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri.
Menurut Marindo, tujuan utama bukan sekadar
mengejar penghargaan, melainkan memastikan seluruh perangkat daerah menjalankan
tugas sesuai regulasi dan memberikan pelayanan yang bebas dari maladministrasi.
Untuk itu, ia meminta Biro Organisasi bersama
perangkat daerah terkait mendorong budaya pelayanan yang cepat, transparan,
mudah, responsif, dan sesuai standar pelayanan.
Marindo juga mendorong pemanfaatan kanal
pengaduan Lampung-in sebagai media pelaporan dan pengaduan masyarakat yang
perlu disosialisasikan secara lebih luas kepada perangkat daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Marindo juga
menekankan pentingnya digitalisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Menurutnya, digitalisasi tidak sekadar ditandai dengan penggunaan aplikasi,
tetapi harus dibangun sebagai pola pikir dalam bekerja dengan memanfaatkan data
yang terintegrasi.
"Yang namanya digitalisasi itu adalah pola
pikir bagaimana bekerja menggunakan database yang terintegrasi sehingga data
itu menjadi sebuah instrumen pengambilan keputusan dan kebijakan,"
jelasnya.
Dengan data yang terintegrasi, pemerintah dapat
mengambil keputusan secara lebih tepat dan menghadirkan kebijakan yang
benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, prinsip tersebut menjadi
bagian penting dalam mewujudkan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
Marindo mengibaratkan jajaran Biro Organisasi
sebagai dokter yang bertugas mendiagnosis berbagai persoalan organisasi
pemerintahan, kemudian mencari solusi agar seluruh perangkat daerah mampu
bekerja sesuai dengan ketentuan.
Ia menegaskan, ukuran keberhasilan bukan hanya
terletak pada hasil akhir berupa nilai atau penghargaan, tetapi pada proses
kerja yang dilakukan secara benar dan konsisten.
Marindo berharap penguatan tata organisasi
dapat membangun pola pikir baru di kalangan aparatur sipil negara (ASN), bahwa
menjadi ASN bukan sekadar pilihan pekerjaan, melainkan bagian dari tanggung
jawab dalam menjalankan roda pemerintahan dan memberikan pelayanan terbaik
kepada masyarakat.
Melalui penguatan tata organisasi, peningkatan
akuntabilitas kinerja, reformasi birokrasi, pembangunan Zona Integritas,
peningkatan kualitas pelayanan publik, serta digitalisasi berbasis data,
Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen membangun pemerintahan yang semakin
efektif, berintegritas, adaptif, dan dipercaya masyarakat. [MFH/Pemerintah
Provinsi Lampung]











3.jpg)