- Kunjungan Kerja Danrem 043/Gatam di Kodim 0421/Lampung Selatan
- Pemprov Lampung dan DPRD Perkuat Sinergi Awasi Distribusi BBM Bersubsidi
- Pemprov Lampung Dorong CSR Jadi Investasi Sosial dan Kekuatan Bersama Pembangunan
- Wagub Jihan Lepas 46 Mahasiswa Beasiswa PW Pergunu Lampung ke Universitas KH Abdul Chalim
- Sekda Buka FGD I Penyusunan RDTR dan Konsultasi Publik KLHS
- Kota Metro Borong Enam Prestasi pada Festival Seni Qasidah
- Pemkab Terima Salinan SK Mendagri tentang Pemberhentian Bupati
- Sulpakar Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat
- RSUD Alimuddin Umar Jalani Survey Akreditasi
- Bupati Sambangi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM: Bahas Potensi Panas Bumi Hingga PLTMH
Pemprov Lampung Dorong CSR Jadi Investasi Sosial dan Kekuatan Bersama Pembangunan
Gubernur Mirza: Dunia Usaha Bukan Sekadar Kekuatan Ekonomi, tetapi Mitra Pembangunan

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung Rahmat
Mirzani Djausal mendorong penguatan sinergi Pemerintah Provinsi Lampung dengan
dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) agar tidak
sekadar menjadi bantuan, tetapi menjadi bagian dari ekosistem dan orkestrasi
pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza dalam
kegiatan Sinergi dan Kolaborasi Pemerintah Daerah dengan Dunia Usaha melalui
Program Corporate Social Responsibility (CSR) di Kantor Perwakilan Bank
Indonesia Provinsi Lampung, Kamis (8/10/2026).
Gubernur mengatakan, pembangunan daerah harus
memiliki arah yang jelas dan tidak terlepas dari tujuan negara, di antaranya
melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia.
Baca Lainnya :
- Wagub Jihan Lepas 46 Mahasiswa Beasiswa PW Pergunu Lampung ke Universitas KH Abdul Chalim0
- Gubernur Paparkan Strategi Penguatan Ekonomi Masyarakat dan Ketahanan Pangan0
- Pemprov Lampung Kawal Percepatan Pengembangan PLTP Rajabasa0
- Inflasi Lampung Terendah di Sumatera, Gubernur Mirza Tegaskan Harga Dijaga0
- Pemprov Dorong Penguatan Kepemimpinan dan Keterwakilan Perempuan dalam Politik0
Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan amanat
Pasal 33 ayat (1) UUD 1945 bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama.
Ia menegaskan, dunia usaha memiliki peran
penting dalam pembangunan karena sebagian besar pertumbuhan ekonomi berasal
dari aktivitas sektor swasta.
Gubernur menjelaskan, perekonomian Lampung pada
2025 tumbuh sebesar 5,28 persen. Pertumbuhan tersebut didukung oleh berbagai
sektor ekonomi, termasuk pertanian, industri, serta sektor perdagangan,
transportasi, informasi dan komunikasi.
Menurut Gubernur, pertumbuhan ekonomi tersebut
menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi tidak hanya digerakkan oleh belanja
pemerintah, tetapi juga oleh dunia usaha dan masyarakat.
Karena itu, pemerintah dan dunia usaha perlu
bergerak bersama dan menyelaraskan program agar memberikan dampak yang lebih
besar terhadap masyarakat.
"Program pemerintah harus ikut
menyelaraskan dengan arah negara. Program CSR, Forum CSR juga harus ikut
menyelaraskan dengan arah negara, sehingga semuanya punya dampak," ujar Gubernur Mirza.
Gubernur Mirza menyampaikan, Pemerintah
Provinsi Lampung memiliki visi "Bersama Lampung Maju Indonesia Emas"
yang menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak.
Menurutnya, keterbatasan pemerintah dalam
anggaran membuat pembangunan tidak mungkin hanya dilakukan pemerintah. Karena
itu, arah pembangunan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah
kabupaten/kota, dan dunia usaha perlu dikonsolidasikan sehingga bergerak ke
arah yang sama.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga
memaparkan program Desaku Maju yang dapat menjadi ruang kolaborasi CSR, yang
didalamnya meliputi penyediaan Pupuk Hayati Cair (PHC), bed dryer, penguatan
vokasi, kelembagaan ekonomi desa melalui BUMDes dan koperasi, serta pembangunan
jalan desa.
Ia menyebut peningkatan produktivitas pertanian
melalui PHC ditargetkan mencapai 15-20 persen.
Gubernur Mirza mencontohkan kolaborasi CSR
melalui program Desaku Maju. Program pemerintah yang mencakup PHC, dryer, dan
vokasi diperkuat dengan dukungan perusahaan melalui bantuan mesin pakan dan DOC
ayam.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa program
pemerintah, CSR, serta program pemerintah pusat dan kabupaten dapat
diintegrasikan dalam satu kawasan sehingga mampu meningkatkan nilai tambah,
membuka lapangan pekerjaan, dan memperkuat ekonomi desa.
"Dukungan dunia usaha dapat memperkuat
program pemerintah sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Karena kalau pemerintah sendirian, tidak akan bisa jalan," katanya.
Mirza juga mendorong keterlibatan dunia usaha
dalam pengembangan desa wisata budaya.
Pemerintah Provinsi Lampung telah memilih
desa-desa budaya untuk dikembangkan dengan menghidupkan kembali identitas,
sejarah, budaya, produk masyarakat, serta ekonomi kreatif berbasis budaya.
Gubernur berharap Forum CSR dapat mengambil
peran dalam pengembangan desa-desa tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, disampaikan bahwa
sinergi pemerintah dan dunia usaha diarahkan untuk mengubah paradigma CSR dari
kegiatan bantuan menjadi investasi sosial, pemberdayaan, kolaborasi, dan
program yang berkelanjutan.
"Dunia usaha ditempatkan sebagai bagian
dari ekosistem pembangunan Provinsi Lampung. CSR tidak diarahkan sebagai
kegiatan tambahan perusahaan, tetapi menjadi bagian dari orkestrasi pembangunan
daerah," katanya.
Pemerintah Provinsi Lampung menyediakan arah
pembangunan, data, regulasi, dan fasilitasi, sedangkan dunia usaha menyediakan
sumber daya, inovasi, teknologi, keahlian, jaringan, dan program CSR.
Pemerintah Provinsi Lampung juga telah menyusun
Planbook CSR 2026-2030 sebagai landasan agar kontribusi dunia usaha selaras
dengan prioritas pembangunan daerah.
Planbook tersebut berfungsi memberikan
kepastian arah program, memastikan keterpaduan program, serta mendorong
transparansi dan akuntabilitas.
Gubernur Mirza mengajak CSR dapat
dikolaborasikan dengan program pemerintah agar memberikan dampak yang lebih
besar.
Ia menyebut semangat tersebut sejalan dengan
nilai Sakai Sambayan, yaitu semangat untuk saling membantu dan saling
menguatkan.
"Karena pembangunan bukan tentang siapa
yang bekerja paling banyak. Pembangunan adalah tentang bagaimana kita bergerak
bersama. Itulah Sakai Sambayan dan itulah semangat yang ingin kita hidupkan
dalam Forum CSR," ujarnya.
Terakhir, Gubernur mengajak seluruh pihak untuk
memperkuat sinergi dan kemitraan dalam pembangunan Lampung.
"Mari kuatkan sinergi
dan kemitraan, untuk pembangunan yang semakin hebat," pungkasnya.
[MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]











