- Polres Tanggamus Bersama TNI, TNBBS dan TNWC Bongkar Perburuan Satwa Dilindungi
- Pemkab Tanggamus Gerak Cepat Rehabilitasi Rumah Korban Pohon Tumbang di Gunung Meraksa
- Bupati Serahkan Sapi Kurban Presiden Seberat 1 Ton Lebih ke Masjid Al-Khasyiin
- Lampung Perkuat Hilirisasi dan Ketahanan Pangan Lewat Rakor Produksi Pangan 2026
- Pemprov Lampung Terima Sapi Kurban Bantuan Presiden untuk Iduladha 2026
- Pemkab Lampung Timur Lakukan Kick Off Penyusunan IAD Makmur Lestari 2026
- Jelang Idul Adha, Pasar Murah Pemkot Metro Diserbu Warga
- Wali Kota Metro Kukuhkan Forum Kota Sehat 2026–2028
- Sidak Pasar Jelang Idul Adha, Pemkab Lambar Pastikan Harga Bapokting Tetap Stabil
- Pemkab Lambar Nyatakan Dukungan Penuh Percepatan Digitalisasi Daerah
Lampung Perkuat Hilirisasi dan Ketahanan Pangan Lewat Rakor Produksi Pangan 2026

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung, Rahmat
Mirzani Djausal, membuka Rapat Koordinasi Peningkatan Produksi Pangan Tahun
2026 sebagai langkah strategis dalam mendorong kesejahteraan petani, memperkuat
kualitas sumber daya manusia, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Kegiatan rakor tersebut berlangsung di Gedung Pusiban, Kantor Gubernur Lampung,
Bandar Lampung, Selasa (26/05/2026).
Rapat Koordinasi Peningkatan Produksi Pangan
Provinsi Lampung Tahun 2026 tersebut dihadiri jajaran Kementerian Pertanian RI,
Kementerian Pekerjaan Umum RI, pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal,
organisasi petani, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian.
Dalam arahannya, Gubernur memaparkan bahwa
Provinsi Lampung memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan nasional. Namun,
produktivitas sejumlah komoditas utama seperti padi, jagung, dan singkong masih
berada di bawah capaian negara-negara lain.
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Terima Sapi Kurban Bantuan Presiden untuk Iduladha 20260
- Pemprov Lampung Bangun Ekosistem Pembayaran Digital untuk Pelayanan Publik Modern0
- Pemprov Optimalkan Potensi Kelautan dan Perikanan untuk Kesejahteraan Nelayan0
- Gubernur Dorong Generasi Muda jadi Penggerak Literasi dan Pelestari Bahasa Daerah0
- Gubernur Dorong Generasi Muda Bangga Berbahasa Lampung0
“Kalau kita bisa meningkatkan produktivitas,
bukan hanya hasil panennya yang naik, tetapi juga kesejahteraan petani, daya
beli masyarakat, hingga pertumbuhan ekonomi daerah akan ikut terdorong,” ujar
Gubernur.
Gubernur menjelaskan, saat ini sekitar 1,3 juta
petani di Lampung menggantungkan hidup pada tiga komoditas utama tersebut. Oleh
karena itu, peningkatan produktivitas pertanian menjadi agenda prioritas yang
harus diwujudkan dalam tiga hingga empat tahun ke depan.
Ia juga memaparkan bahwa sektor pertanian,
perkebunan, dan peternakan menyumbang kontribusi besar senilai Rp150 triliun
atau setara dengan 28 persen dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Provinsi Lampung. Dari total luas wilayah Lampung sebesar 3,3 juta hektare,
terdapat sekitar 1,2 hingga 1,3 juta hektare lahan pertanian aktif yang
menghidupi sekitar 2 juta tenaga kerja.
“Struktur tanah kita, struktur tanaman kita
menyebabkan Lampung menjadi daerah yang memberi makan daerah-daerah lain di
sekitarnya. Dan itu sudah terjadi puluhan tahun yang lalu,” ujar Gubernur dalam
arahannya.
Ia menekankan peran historis Lampung sebagai
lumbung pangan penyokong kebutuhan komoditas padi, jagung, dan singkong untuk
wilayah Jawa, Sumatera, hingga DKI Jakarta.
Gubernur juga menggaris bawahi komitmen
pemerintah dalam mendongkrak kesejahteraan petani melalui intervensi tata niaga
dan stabilitas harga. Kebijakan proteksi harga di tingkat produsen, seperti
harga gabah yang kini mencapai Rp6.500 per kilogram, dinilai telah meningkatkan
pendapatan para petani.
Dampak positif dari penguatan ekonomi pedesaan
ini ditandai dengan meningkatnya penjualan kendaraan bermotor hingga 30 persen
di berbagai kabupaten, serta kenaikan angka pendaftaran mahasiswa baru pada
perguruan tinggi swasta (PTS) di Lampung hingga 20 persen.
Menghadapi proyeksi Indonesia Emas 2045 yang
membutuhkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen per tahun, serta
ancaman krisis pangan dunia di masa mendatang, Gubernur menginstruksikan
jajaran pemerintah daerah untuk fokus meningkatkan produktivitas hasil
pertanian melalui intensifikasi dan pemanfaatan teknologi modern.
“Target kita, Bapak-Ibu sekalian, adalah
memberikan contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah
daerah, pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, BUMN, dan pihak lainnya.
Tujuannya satu, yaitu meningkatkan kualitas produktivitas,” tegas Gubernur.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia, yang
dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Tin Latifah selaku Staf Ahli Bidang
Hubungan Kelembagaan, Regulasi, dan Reformasi Birokrasi sekaligus Penanggung
Jawab Swasembada Pangan Provinsi Lampung, menyampaikan dukungan penuh terhadap
akselerasi swasembada pangan berkelanjutan.
Dalam evaluasi kinerja terbarunya, Kementan
memberikan apresiasi khusus kepada Kabupaten Tulang Bawang yang berhasil
mencatat capaian luas tambah tanam (LTT) sebesar 332 persen pada April 2026.
Tren positif tersebut berlanjut pada Mei 2026,
di mana Provinsi Lampung berhasil menembus posisi lima hingga enam besar
nasional sebagai kontributor pangan terbesar dengan persentase capaian 62
persen.
Dalam visi mewujudkan ketahanan pangan
nasional, Presiden menetapkan empat program prioritas utama, yaitu swasembada
pangan, makan bergizi, ketahanan energi, dan hilirisasi.
Pemerintah menekankan bahwa persoalan pangan
harus dipandang secara strategis sebagai persoalan hidup atau matinya suatu
bangsa. Karena itu, swasembada pangan menjadi prioritas utama yang harus
dicapai dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Pemerintah Provinsi Lampung berharap, melalui
komitmen sinergis dan integrasi program kerja lintas sektoral ini, Lampung
tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan,
tetapi juga semakin memantapkan posisinya sebagai pilar utama stabilitas dan
kedaulatan pangan Republik Indonesia.[MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)