- Gubernur Lampung Minta BPKAD Siapkan Penyaluran Gaji Ketiga Belas ASN
- Momentum Idul Adha, Pemprov Lampung Dorong Kepedulian dan Kesejahteraan Masyarakat
- Polres Tanggamus Bersama TNI, TNBBS dan TNWC Bongkar Perburuan Satwa Dilindungi
- Pemkab Tanggamus Gerak Cepat Rehabilitasi Rumah Korban Pohon Tumbang di Gunung Meraksa
- Bupati Serahkan Sapi Kurban Presiden Seberat 1 Ton Lebih ke Masjid Al-Khasyiin
- Lampung Perkuat Hilirisasi dan Ketahanan Pangan Lewat Rakor Produksi Pangan 2026
- Pemprov Lampung Terima Sapi Kurban Bantuan Presiden untuk Iduladha 2026
- Pemkab Lampung Timur Lakukan Kick Off Penyusunan IAD Makmur Lestari 2026
- Jelang Idul Adha, Pasar Murah Pemkot Metro Diserbu Warga
- Wali Kota Metro Kukuhkan Forum Kota Sehat 2026–2028
KTH Wono Harjo Padang Cermin Diberi Pelatihan Mengolah Buah Pala Jadi Permen Herbal

PESAWARAN, MFH -
Kelompok Tani Hutan (KTH) Wono Harjo, Desa Banjaran, Kecamatan Padang Cermin
mendapat pelatihan pengolahan buah pala menjadi produk permen herbal lewat
Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) yang dilakukan oleh dosen dan
mahasiswa Rekayasa Kehutanan Institut Teknologi Sumatera (Itera), Senin, 20
Oktober 2025
Melalui kegiatan
ini, masyarakat desa hutan kini memiliki peluang baru untuk meningkatkan nilai
tambah hasil hutan bukan kayu (HHBK) dan memperkuat ekonomi lokal.
Kegiatan ini
merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Itera Tahun
2025 yang diketuai oleh Maeda Wahyuningrum, S.Hut., M.Si.
Baca Lainnya :
- Perwira Yonif 7 Marinir Anjangsana dan Jenguk Keluarga Prajurit yang Sakit0
- Pemkab Pesawaran Silaturahmi dengan Komandan Brigif 4 Marinir/BS0
- Sinergi OJK dan Pemkab Pesawaran Bangun Ekosistem Keuangan Syariah di Pondok Pesantren0
- Tingkatkan Ketahanan Pangan, Yonif 7 Marinir Panen Melon dan Ikan Nila0
- Danyonif 7 Mar Laksanakan Anjangsana dengan Keluarga Prajurit0
Pelatihan
dilaksanakan beberapa waktu lalu di Balai KTH Wono Harjo dan diikuti dengan
antusias oleh anggota kelompok tani serta masyarakat sekitar.
Dalam pelatihan
tersebut, peserta dibekali keterampilan mulai dari teknik pengolahan buah pala
menjadi permen herbal, cara menjaga kandungan bioaktif alami pala, hingga
strategi pengemasan dan pemasaran produk lokal berkelanjutan.
Kegiatan ini juga
memperkenalkan prinsip ekonomi sirkular, di mana limbah hasil olahan pala dapat
dimanfaatkan kembali sebagai bahan tambahan pupuk organik atau produk turunan
lainnya.
Ketua pelaksana
kegiatan, Maeda Wahyuningrum, menjelaskan bahwa potensi buah pala di wilayah
Pesawaran sangat besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan desa hutan.
“Melalui
pelatihan ini kami ingin masyarakat mampu mengolah potensi lokal menjadi produk
bernilai ekonomi tinggi tanpa meninggalkan prinsip kelestarian hutan,” ujarnya.
Pemkab Pesawaran
membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi, komunitas, dan kelompok tani
untuk mengembangkan inovasi produk unggulan yang dapat memperkuat ketahanan
ekonomi desa.
Program ini juga
mendapat dukungan pendanaan dari Itera melalui Hibah Pengabdian kepada
Masyarakat Tahun 2025 (NomorKontrak:1999ag/IT9.2.1/PM.01.01/2025),yang
memungkinkan pelaksanaan pelatihan aplikatif sekaligus pendampingan lanjutan
bagi masyarakat desa hutan.
Melalui
kegiatan tersebut, diharapkan KTH Wono Harjo dapat tumbuh menjadi kelompok tani
hutan produktif, inovatif, dan berdaya saing, serta menjadi contoh keberhasilan
pemanfaatan hasil hutan bukan kayu di Kabupaten Pesawaran. [MFH /Dikominfotik
Pesawaran]











3.jpg)